Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Nakal


__ADS_3

Sam dari tadi hanya bisa menghela nafas berat,Keyla tak memberikan nya ruang meski hanya sekedar keluar kamar.


Seharian ini mereka hanya menghabiskan waktu dengan guling-guling tidak jelas menurut Sam karena Keyla tak ingin dirinya pergi.


"Key....makan dulu" pekik Vina dari luar


Sam segera membuka kan pintu kamar mereka, terlihat Sam masih mengenakan kemeja dan celana panjang hitam nya,Vina tau kalau Sam tidak jadi ke kantor karena Keyla tak mengizinkan nya.


"Mana Keyla Sam?" tanya Vina


"Masih di kasur bun" jawab Sam


"Sakit??"


"Dari tadi muntah-muntah bun tapi nggak mau di bawa ke dokter,kata nya lemes"


Vina berjalan pelan ke arah Keyla dan langsung membuka selimut nya.


"Bun..... jangan di buka" rengek Keyla manja


"Kamu sakit Key?" tanya Vina memegang dahi Keyla tapi tidak panas


"Cuma mual aja bun, mungkin masuk angin"


"Mandi terus makan Key,sore ini kita pergi berobat ya" ajak Vina


"Tapi bun-"


"Nggak ada tapi-tapian, berobat Key siapa tau-?"


"Apa bun?" potong Sam khawatir,dia takut Keyla justru terkena penyakit parah

__ADS_1


"Jangan khawatir,, sudah ajak Keyla mandi" ujar Vina tersenyum kecil lalu segera keluar dari kamar.


****


"Sayang....ini pesanan nya" ucap Ardian sambil memberikan satu kantong plastik pada Nisa.


"Apa itu Nis?" tanya Adel


"Batagor ma,Nisa minta di belikan batagor yang jualan di ujung kantor kita" jawab Ardian


"Nisa suka batagor?" tanya Adel dan di anggukki Nisa pelan


Sejak tidak boleh ke kantor lagi Nisa jadi menitip pada Ardian makanan yang dia sukai di kantor.


Nisa dan Ardian duduk di taman belakang


"Sayang,kata papa dia akan mencari pengganti kamu dan kamu untuk sementara waktu ini di rumah saja ya" bujuk Ardian


"Tapi aku bosan Ar"


"Aku?? memang nya aku kenapa?" tanya Nisa bingung


"Oma mau nya semua kebutuhan kamu suster yang siap kan"


"Nggak!!! semua nya masih bisa sku kerjakan sendiri Ar,nggak perlu pakai suster segala " tolak Nisa


"Tapi dokter bilang kamu nggak boleh lelah sayang, tugas mu hanya melayani ku" goda Ardian dengan senyuman nya


Apa memang begini menikah dengan cucu Sultan apa-apa sudah ada yang siap kan, Nisa bukan nya tak bersyukur tapi karena dia sudah terbiasa melakukan apapun sendiri membuat nya bosan jika di larang.


"Ini juga untuk kebaikan kamu sayang" ujar Ardian

__ADS_1


***


"Jadi bulan madu nya di mana sayang?" tanya Devan sambil memeluk Diana


"Paris saja bagaimana?"


"Boleh, tapi hanya kita berdua ya jangan ajak yang lain"


"Kiara tidak akan mungkin pergi Van, pasti Andre tak mengizinkan nya karena sedang hamil,Nisa dan Ardian juga tidak mungkin ikut karena Nisa sedang program kehamilan anak kedua mereka, mungkin saja Sam dan Keyla yang akan ikut"


"Justru Sam dan Keyla yang aku hindari sayang!" jawab Devan cepat


"Kenapa?"


"Kamu tau sendiri kan ada saja ide-ide gila yang akan Keyla berikan pada ku nanti yang akan membuat kepalaku pecah mengurusi nya" jelas Devan membuat Diana sedikit terkekeh


"Dia adik mu Van,bukan nya Keyla itu cerminan kamu"


"Tapi tidak untuk saat ini sayang,aku sedang ingin menikmati waktu bersama mu" ujar Devan manja,dia meraih tangan Diana yang sedang sibuk berselancar di dunia maya nya.


"Van,aku sedang mengupdate foto pernikahan kita" ucap Diana


"Nanti saja sayang aku masih mau sekarang" rengek Devan menyingkirkan ponsel Diana dan menutupi kembali tubuh mereka dengan selimut


"Van,ini saja masih sakit"


"Nanti juga terbiasa sayang,akan hilang dengan sendirinya"


"Jangan di remas begitu Van" rintih Diana


"Lalu bagaimana,di hisap" ucap Devan terkekeh

__ADS_1


"Aahh.....Van,,nakal kamu!!!" pekik Diana


Devan hanya terkekeh kecil mendengar ocehan istri nya ini.


__ADS_2