
"Kapan kita foto maternity nya?" tanya Keyla
"Tunggu sedikit membuncit Key,masih juga beberapa Minggu belum kelihatan" jawab Nisa
"Nanti keburu kak Kaira brojol duluan kak,dia juga mau ikutan fotonya"
"Palingan beberapa minggu lagi perut Nisa juga membesar itu Key dia kan hamil kembar jadi bisa lebih cepat gede nya" sahut Vina
"Untuk saat ini biarkan Nisa istirahat dulu,Mama trauma dengan kejadian lalu Key,jangan yang aneh-aneh deh,sabar kenapa!" jawab Bella dan di anggukki Nisa setuju dia pun juga ikut trauma dengan kejadian lalu.
"Diana jadi kesini Nis?" tanya Vina
"Belum tau bun kata nya Devan hari ini pulang malam,dia nggak bisa pergi"
"Bunda sudah berkali-kali mengatakan kalau dia tinggal di rumah saja apalagi kalau di apartemen takut Diana kelelahan tapi Devan tetap ngotot" kesal Vina
"Bunda seperti nggak tau kak Devan aja dia nggak mau Key nyusahin dia atau kak Diana" ujar Keyla
Obrolan ringan ini terjadi do rumah oma Adel, sekalian berkumpul bersama sekaligus melihat perkembangan opa Damian, keluarga ini memang saling support dan saling bantu, semua nya akan merasakan sedih jika satu anggota keluarga mereka ada yang sakit.
__ADS_1
***
"Bagaimana kondisi Nisa Ar?" tanya Tama
"Alhamdulillah baik pi,tapi untuk bekerja aku belum bisa mengizinkan nya"
"Iya papi tau itu,tadi papi sudah minta pada Andi untuk di Carikan sekertaris baru, soalnya pekerjaan papi banyak sekali kalau nggak ada yang handel bisa-bisa drop papi nya"
"Iya pi,aku juga berpikir begitu"
"Tapi papi butuh Nisa beberapa hari Ar untuk mengajari sekertaris baru papi nanti karena semua pekerjaan Nisa yang mengerti" pinta Tama
"Kalau hanya beberapa hari aku yang akan menemani Nisa pi,tapi tidak sekarang ya, kondisi nya masih rentan pi"
****
Devan melonggar kan dasi nya dan melirik jam tangan nya sudah pukul 8 malam lewat, seperti nya dia merindukan Diana istri nya.
Seperti nya dia harus menyudahi pekerjaan nya malam ini karena hasrat bertemu Diana lebih besar dari pada menyelesaikan pekerjaan nya.
__ADS_1
Devan menutup laptop nya lalu segera beranjak pergi.
Tak berapa lama dia sampai dikawasan apartemen elit nya lalu segera turun, semoga saja istri nya belum tertidur karena sudah pukul 9 malam.
Meskipun lelah Devan tetap tersenyum manis karena ada yang sudah menunggu nya di dalam,Devan merasa kan kebahagiaan tersendiri saat ini pergi bekerja di antar kan istri dan Pulang bekerja di tunggu istri dan hasil kerja pun untuk istri, momen baru yang dia rasakan karena selama ini cukup banyak menghamburkan uang untuk perempuan yang tidak jelas.
Devan membuka pintu apartemen nya dan melihat Diana yang masih menunggu nya di depan televisi.
"Sayang,belum tidur?" tanya Devan sambil mengecup kening Diana mesra
"Bersih-bersih dulu nanti aku siapkan makan malam nya"
"Tidak usah aku hanya ingin memakan kamu"goda Devan dengan mengedip kan sebelah mata nya
"Kamu sudah makan?" tanya Diana
"Sudah di kantor,aku mau langsung tidur sayang" rengek Devan mendekat pada Diana
"Ganti dulu pakaiannya" tolak Diana
__ADS_1
"Bersih-bersih"
"Oke,aku tunggu di kamar ya" bisik Devan lagi membuat Diana menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Devan, memang suami nya ini sudah mengatakan kalau dia ingin kejar target, dia tidak ingin terlambat meskipun dia tak star duluan bagaimana pun Devan ingin Diana hamil bulan depan tanpa mau di bantah,hal ini membuat Diana kewalahan mengimbangi suaminya itu.