
"Jangan katakan apapun pada bang Tama,Vin aku tak ingin memperkeruh keadaan" ujar Bella setelah sedikit tenang.
Bella sudah bercerita pada Vino dengan apa yang di alami nya bersama Dion,Vino sedikit geram dengan ulah Dion yang tega mempermainkan hati Bella padahal Bella perempuan cantik, perempuan pintar dan patut di perjuangkan tapi dengan gampang nya Dion menyelingkuhi Bella tanpa memikirkan perasaan Bella.
"Vin....." panggil Bella saat melihat Vino malah tidak fokus pada nya
"Hmmm....."
"Kamu kenapa?" tanya Bella
"Tidak,hanya terpikir pada Tama, bagaimana jika kalau dia tau mungkin Dion sudah babak belur saat ini di hajar oleh Tama"
"Tolong jangan katakan apapun Vin,aku tak ingin Dion terlibat masalah dengan bang Tama"
"Ck.....kamu sudah di sakiti oleh pecundang itu masih mau membela nya,aku tidak habis pikir dengan mu Bell,secinta itu kah kamu dengan nya sampai-sampai takut dia di sakiti Tama" kesal Vino
"Bukan masalah cinta Vin,ini Bandung...!! kampung Dion,aku tak ingin bang Tama terlibat masalah hanya karena Dion,aku tak ingin lagi berurusan dengan lelaki itu Vin" alasan Bella, padahal Bella tau sendiri kegilaan Tama jika keluarga ataupun orang yang dia sayang tersakiti Tama tidak akan membiarkan orang tersebut hidup tenang,Tama bisa berbuat apapun.Hanya Adel kelemahan Tama,Hanya pada Adel Tama akan tunduk.
"Baiklah kata-kata mu aku terima meskipun tidak masuk akal karena aku tau Tama,dia pemegang sabuk hitam tak perlu di ragukan lagi kehebatan nya"ujar Vino yang tau jelas alasan Bella karena masih ada rasa cinta nya untuk Dion.
"Mengapa perempuan sulit sekali melupakan lelaki meskipun sudah berulang kali menyakiti nya-"
"Dion baru kali ini Vin,satu kali....!!!" Potong Bella
__ADS_1
"Baru kali ini yang ketahuan,satu kali di depan mu,banyak kali di belakang mu" sahut Vino membuat Bella terdiam, mungkin memang benar kata Vino ntah berapa banyak wanita selingan Dion, karena baru kali ini Bella memergoki nya.
"Come on Bell, get up....!! forget about that man" Vino menatap mata Bella yang terlihat menyimpan kesedihan
"Masih banyak lelaki di luar sana yang menunggu mu, Lupakan dia,Dion tidak baik untuk mu" ujar Vino memberikan semangat tapi ini tidak mudah untuk Bella bertahun-tahun dia menjalin kasih banyak impian,banyak kenangan tidak akan bisa lupa begitu saja
"Bantu aku Vin" ujar Bella pelan dan Vino mengangguk setuju sambil menggenggam tangan Bella.
****
"Bang,temani Vina ke butik sore ini" pinta Adel
"Ma,,aku menerima bertunangan dengan Vina bukan berarti aku mau menemani nya ma,mama bisa lihat pekerjaan ku sedang banyak ma" tolak Tama
Lagi-lagi Tama harus mengalah pada mama nya, meskipun terpaksa Tama mengikuti perintah Adel.
Adel tersenyum kecil saat Tama pergi,dia tau kalau Tama tak akan pernah menolak permintaan nya,Adel tau saat ini dia tengah memaksakan kehendak nya tapi ini yang terbaik untuk Tama,dia tak bisa menikah dengan Nur sang keponakan.
"Maafkan mama Bang,ini semua untuk kebaikan keluarga kita" batin Adel
***
"Bang,ini bagus?" tanya Vina saat keluar dari kamar ganti dengan memakai kebaya berwarna navy
__ADS_1
"Hmmm" jawab Tama tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel nya
Vina segera kembali ke kamar ganti untuk mencoba kebaya lain nya
"Kalau yang ini bang?" tanya Vina lagi keluar dengan kebaya putih
"Bagus" jawab Tama singkat masih juga tidak melihat kearah Vina
Vina sedikit cemberut karena Tama tidak melirik nya sama sekali tapi berpendapat bagus,apa dia punya mata batin????
"Bang.....!!!" panggil Vina sedikit keras membuat Tama tersentak kaget
"Kenapa?"
"Abang dari tadi nggak perhatiin aku" kesal Vina merajuk membuat Tama geram,Tama tidak suka dengan sikap manja Vina menurut nya seperti di buat-buat berbeda dengan Nur yang memang manja pada nya, kemanjaan Nur malah membuat Tama gemas.
"Sudah selesai? kalau sudah kita pulang" ajak Tama
"Belum...!!"jawab Vina semakin kesal karena Tama bukan nya membujuk Tapi malah mengajak nya pulang,Vina berharap di bujuk oleh Tama,atau mungkin Tama meminta maaf pada nya,tapi Vina salah Tama tipe lelaki cuek pada orang lain.
"Lanjut kan saya tunggu di mobil" ujar Tama segera pergi membuat Vina menghentak kan kaki nya kesal
"Mbak..bungkus saja tiga kebaya ini" Pinta Vina pada pelayanan butik,mood belanja nya pun tiba-tiba hilang,Tama benar-benar tengah menguji nya.
__ADS_1