
Adel menghela nafas panjang saat mereka sudah berada di rumah,Damian tak ingin membahas soal Karin dan anak nya,Damian memberikan Adel waktu untuk istirahat di awal kehamilan Adel tidak boleh di pusing kan dengan hal yang tidak penting.
Damian berusaha mengerti dan ingin menjadi suami yang selalu siaga untuk istri nya,di biarkan nya Adel menenangkan diri sejenak dan dia keluar dari kamar untuk keruang kerja nya.
Adel memejamkan matanya melepaskan lelah,ntah itu pengaruh kehamilan nya membuat Mood Adel berubah drastis saat bertemu Karin tadi atau memang masih menyimpan rasa kesal yang Adel tau dia ingin menunjukkan pada Dunia kalau dia bahagia bersama Damian saat ini.
****
" Mana pak Damian ta?" tanya Haikal pada Anita yang duduk di meja nya
"Bapak tidak masuk bu Adel sedang tidak enak badan" jawab Anita tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di hadapan nya
" Adel sakit?" tanya Haikal lagi
" Hmmm......."
" Ada berkas penting yang harus di periksa pak Damian sekarang dan butuh tanda tangan beliau" ucap Haikal
"Tapi beliau bilang harus cancel semua pertemuan dan jadwal nya hari ini"
"Tapi ini penting ta, besok berkas ini harus segera di kirim pada perusahaan Angkasa group , kalau tidak di kirim besok bisa-bisa proyek ini di batalkan" jelas Haikal lagi
__ADS_1
"Lalu bagaimana? aku tidak berani menghubungi pak Damian, beliau bisa marah jika waktu nya dengan ibu Adel di ganggu" jawab Anita
"Di mana alamat rumah mereka,biar aku yang ke sana" ujar Haikal, sebenarnya hati Haikal yang sedang gundah saat mengetahui Adel sakit,dia ingin tau kondisi Adel saat ini,Haikal takut penyakit Adel yang dulu kumat lagi.
Anita diam sejenak,dia bimbang antara memberi tahu atau tidak tapi Haikal keponakan Damian tidak mungkin Haikal akan macam-macam,karena Anita memang tidak mengetahui permasalahan keluarga mereka,Anita tidak tau kalau Adel mantan istri Haikal.
"Ayo lah nit,kalau apartemen Om Damian aku tau, rumah baru nya aku memang belum sempat aku tanya kan, lagi pula aku ini keponakan nya Nit tidak mungkin kan berniat jahat! ini juga untuk kepentingan perusahaan kalau kerja sama ini batal kita juga yang jadi bahan amukan Om Damian" bujuk Haikal
Akhirnya Anita mengangguk setuju dan memberikan alamat rumah baru Damian pada Haikal.
****
Adel mengerjapkan matanya dia lirik nya jam dia dinding sudah pukul satu siang,dia ketiduran lama setelah pulang dari dokter tadi perut nya terasa sedikit lapar,Adel bangkit dan mencari keberadaan suaminya.
"Di ruang kerja bu" sahut Bik Iyem yang sedang merapikan rumah
Adel berjalan pelan ke arah ruang kerja suami nya di lihatnya Damian sedang serius menatap laptop dengan kaca mata membuat lelaki itu terkesan lebih tampan,Damian memang lelaki idaman para wanita, tampilan nya membuat siapapun wanita akan tertarik.
Adel memeluk Damian dari belakang di letakkan nya tangan di pundak lelaki tampan ini membuat Damian tersenyum kecil
"Sudah bangun?" tanya Damian sambil mencium tangan Adel
__ADS_1
" Hmmmm....."
" Mau makan apa?" tanya Damian lagi
" Makan kamu boleh!" goda Adel sambil menaikkan alisnya membuat Damian terkekeh kecil
" Sudah pintar menggoda kamu ya! ayo makan dulu kasihan anak kita butuh asupan nutrisi, setelah ini baru kamu memberikan nutrisi untuk ku" jawab Damian mencolek pipi Adel gemas
Adel tersenyum manis menatap suaminya ini,di peluknya pinggang Damian dari belakang dan di iringi nya untuk keluar kamar, sungguh keluarga yang harmonis, siapapun yang melihatnya akan iri dengan kemesraan pasangan ini.
" Bik mulai besok jangan lupa terus masakan sayur untuk Adel dan stock buah jangan sampai habis,di pastikan masakan nya harus matang bi" ujar Damian pada bi Iyem
" Alhamdulillah Adel sudah hamil jadi bibi tolong lihat apa saja yang di lakukan nya di rumah,jangan sampai Adel kerja berat bi" lanjut Damian
" Alhamdulillah bu Adel hamil,iya pak bibi akan bantu pantau apa saja yang di kerjakan Bu Adel" jawab bi Iyem semangat
" Memang nya aku kerja berat apa? jangan terlalu berlebihan sayang"
" Kamu kalau lagi kerja suka telat makan,kalau lagi sibuk suka lupa diri,jadi aku harus ekstra mengawasi mu sekarang besok aku akan menambah satu pembantu lagi"
" Sayang.....bik Iyem saja sudah cukup kenapa harus tambah lagi" tolak Adel
__ADS_1
" bik Iyem biar banyak waktu membantu mu del,dan pembantu satu lagi yang menyiapkan pekerjaan rumah lain nya" jawab Damian membuat Adel tak bisa lagi menolak, Suaminya ini sangat mengkhawatirkannya diri nya mungkin karena ini anak pertama mereka Adel pun bisa memaklumi nya.