Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Karaoke


__ADS_3

"Seperti biasanya rapat yang di adakan bulan ini masih sama dengan bulan yang lalu,dan Alhamdulillah nya angka kenaikan saham kita cukup baik,saya berterima kasih dengan kerja keras kalian semua" ucap Tama saat mereka di ruang rapat.


Ardian dari tadi tak mengalihkan pandangannya pada Nisa yang duduk di sebelah papi nya membuat Nisa malah menunduk kan kepalanya,dia malu terus menerus di tatap oleh sang kekasih.


"Jika ada pertanyaan silahkan"ujar Tama lagi


"Jadi tidak ada pertanyaan saya akhirnya dan untuk bonus kalian akhir bulan ini akan di kirim di rekening masing-masing dan saya harapkan bisa mencukupi kebutuhan kalian semua, terimakasih untuk waktu nya dan terima kasih untuk semangat kalian, semoga kita semua dalam lindungan nya dan dalam keadaan sehat" ucap Tama lalu segera berdiri dan keluar dari ruangan


Tama memang di kenal sebagai bos yang ramah dan rendah hati dia selalu mementingkan kesejahteraan para karyawan nya.


tepuk tangan riuh para karyawan karena akan mendapat kan bonus tambahan.


"Wah......pak Tama makin tua makin berkarisma ya" ujar salah satu karyawan


"Iya.... do'i makin baik"


"Makan-makan di mana nih kita?" ujar Karyawan lain


"Nis...kamu yang sudah absen berapa kali ini,yuuk kumpul malam ini" ajak Dinda membuat Nisa melirik kearah Ardian

__ADS_1


"Nanti aku pikirkan ya" jawab Nisa


"Yah....nggak asik kamu Nis,banyak absen nya sekarang, padahal kita mau traktir kamu lo,iya kan Zal"


"Iya....."


"Hmmmm....." Ardian mendehem membuat semua karyawan diam, mereka lupa kalau masih ada Ardian di dalam ruangan, biasanya setelah Tama keluar Ardian juga ikut keluar tapi kenapa kali ini tidak,apa masih ada yang akan di sampaikan oleh bos satu ini.


"Maaf pak" ucap Rizal tidak enak hati pada Ardian


"Tidak masalah, kalian biasanya kumpul dimana kalau mendapatkan bonus begini?" tanya Ardian membuat Nisa gugup,kenapa tiba-tiba kekasih nya ini ingin tau


"Biasanya kami kumpul di Kafe Tarian pak,di sana bisa makan dan minum ringan terus karaoke,tempat nya enak pak,Adem! dan yang lebih penting nggak nguras kantong" jelas Dinda membuat Nisa menunduk dia tak ingin Ardian malah mengajaknya ke sana sudah pasti semua karyawan curiga.


"Bagaimana kalian setuju?" tanya Ardian lagi pada semua nya


"Ya...kalian semua,kali ini saya yang traktir, anggap saja ini sebagai bentuk terima kasih saya pada kalian "


"Terimakasih apa pak?"tanya Dinda

__ADS_1


"Terimakasih karena-" mata Ardian terus menatap Nisa tanpa berkedip


"Karena sudah mensupport perusahaan hingga kami bisa bekerja dengan baik,dan terima kasih karena semangat kalian bisa membuat perusahaan semakin sukses,benar kan Nis?" tanya Ardian pelan membuat Nisa mengangguk kan kepala nya cepat dia tak ingin semua nya tau tentang hubungan nya dan Ardian.


"Kamu kenapa gugup,sakit?" tanya Ardian memegangi kening Nisa


"Tidak pak,hanya bahagia karena tidak biasanya seorang bos seperti bapak mau mengajak kami para bawahan untuk sekedar minum di kafe yang bisa di bilang di kalangan bawah seperti kami saja yang mau masuk"


"Saya juga manusia biasa,jika itu membuat kalian senang kenapa tidak!" jawab Ardian tersenyum manis membuat para karyawan meleleh melihat nya tak biasanya bos dingin mereka ini mau berbaur dengan para karyawan.


"Ar..kamu tidak salah?" tanya Dahlia yang masih berada di sana?"


"Tidak,jika kamu mau bergabung silahkan tidak ada larangan untuk itu"


"Seperti nya tidak, terimakasih karena bukan kelas saya" jawab Dahlia sombong membuat para karyawan lain mencibir nya kesal.


"Baiklah sampai jumpa malam nanti di sana,saya berharap kalian semua bisa datang"


"Terimakasih pak,kami pastikan datang"sahut mereka serentak

__ADS_1


"Oh ya untuk kamu Nisa, segera selesai kan laporan yang saya minta dan antar keruangan saya segera "


"Baik pak" jawab Nisa menunduk patuh


__ADS_2