Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
hamil


__ADS_3

Tama meremas rambut nya kasar karena Nur mendiamkan dirinya dari kemarin,bahkan pagi ini Nur hanya menyiapkan pakaian nya di atas ranjang lalu ntah pergi kemana,,apa yang terjadi pada istrinya ini?? pikir Tama.


Adel membuka pintu ruangan Tama dengan wajah tegang


"Kenapa ma?" tanya Tama


"Vina hamil.....!!!!"


"Jangan percaya ma" bantah Tama


"Dia benar-benar hamil Tam"


"Lalu??"


"Mama merasa kalau sudah gagal menjaga nya, bagaimana jika mama nya tau sudah pasti mama malu Tam,mama sudah di amanati oleh mama nya" ucap Adel menghela nafas panjang


Tama memandang Adel tak ada raut amarah pada nya, permainan apa lagi yang sedang di main kan Vina saat ini.


"Jika dia benar-benar hamil nikah kan saja ma dengan lelaki yang menghamilinya" pancing Tama


"Itu yang saat ini jadi masalahnya Vina tidak memberitahu siapa lelaki yang menghamilinya itu, tolong kamu bujuk Vina Tam, tanya kan pada nya siapa lelaki itu agar kita bisa meminta pertanggungjawaban nya"


"Perempuan gila,dia benar-benar mengancam ku kali ini" batin Tama


Satria yang hendak keruang Tama tak sengaja mendengar obrolan ibu dan anak ini.


"Tama ingin bertanggung jawab atas anak itu?" batin Satria


"Bagaimana Nur? aku tak akan membiarkan adik ku menderita" lanjut nya lalu segera pergi

__ADS_1


Satria memutuskan untuk pulang kerumah dia ingin bicara pada Nur tentang rumah tangga adik nya ini.


"Kau tidak bisa membantu nya ma,aku masih banyak pekerjaan lain" tolak Tama


"Bantu mama Tam,mama tidak tau harus bicara apa pada mama Vina,mama malu sebagai sahabat nya tidak menjaga Vina dengan baik, bagaimana pun juga ini juga kesalahan mama yang membatalkan pertunangan kalian dulu" mohon Adel


"Ma,,Vina sudah dewasa dia pasti bisa menyelesaikan masalah nya sendiri"


"Tam....Vina sudah mama anggap seperti anak mama Tam, kasihan dia"


Tama menghela nafas panjang dia harus segera menyelesaikan salah paham ini karena akan berdampak buruk untuk rumah tangga nya.


"Mama pulang saja dulu nanti aku bicara pada Vina" ucap Tama pada Adel membuat Adel sedikit tenang.


****


"Kamu hamil??" tanya April,Vina mengangguk pelan


"Lalu kami bisa bantu apa??"tanya Nur yang ikut duduk di ruang tamu


"Aku hamil anak-"


"Anak ku" jawab Satria yang baru datang


"Kak..... kamu bercanda???" tanya Nur pada Satria yang baru datang


April segera berdiri mendekati Satria


Plak..... satu tamparan di layangkan April pada anak lelakinya ini

__ADS_1


"Bunda tidak pernah mengajar kan mu begini Sat, bunda kecewa dengan kelakuan mu"


"Bun,maaf kan aku bun,aku khilaf.....aku janji akan bertanggung jawab bun,dan menyelesaikan permasalah ini" mohon Satria pada April


"Itu harus, jangan jadi lelaki pengecut dengan membiarkan perempuan mengandung sendiri,anak itu juga ingin bahagia" ujar April menitikkan air mata nya


"Maaf kan aku bun,maaf" Satria memeluk tubuh April.


Tama yang juga baru datang melihat Vina ada di rumah sang mertua membuat dia mengepalkan tangannya marah,Vina benar-benar sudah bertindak terlalu jauh.


"Ay......Vina hamil" adu Nur pada Tama yang baru datang


"Anak kak Satria" lanjut Nur membuat Tama bingung,apa Vina benar-benar hamil??kapan Vina berhubungan dengan Satria setau Tama Satria bukan lelaki yang gampang tersentuh sejak percintaan nya kandas dulu,tapi kenapa Vina bisa hamil.


"Bukan....!!" bantah Vina


"Vin,,,jangan memperkeruh keadaan aku akan bertanggung jawab untuk anak itu,tolong jangan datang lagi kemarin biarkan aku dan keluargaku yang akan datang melamar mu nanti setelah kami bicara pada papa" ucap Satria sambil menarik tangan Vina untuk keluar rumah.


Vina benar-benar tak mengerti saat ini,kenapa dia yang menjebak dan saat ini seolah-olah dia yang masuk perangkap nya sendiri.


"Apa-apa an kamu Satria,ini bukan anak mu" ucap Vina saat mereka sudah di luar


"Aku yang akan menikahi mu, jangan harap seorang pelacur seperti mu bisa menghancurkan kebahagiaan adik ku,kau tidak pantas masuk ke keluarga ini" ujar Satria pelan membuat darah Vina mendidih,dia tidak suka sebutan pelacur di sematkan pada nya,dia bukan perempuan seperti itu


"Jaga ucapan mu...!! aku bukan pelacur"


"Lalu apa?? pelakor?? sebutkan itu kan yang pantas untuk perempuan yang hendak menghancurkan kebahagiaan orang lain" jawab Satria sinis


"Sekarang pulang,kau tak akan masuk dalam rumah tangga adik ku"usir Satria

__ADS_1


Vina menghentakkan kakinya kesal dengan ucapan Satria lalu segera pergi.


__ADS_2