
"Mommy mah nggak asik" cemberut Ardian karena tidak di perbolehkan membawa Nisa
"Itu hukuman untuk kalian karena sudah menuduh Kiara yang tidak-tidak" jawab Nur
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di rumah Oma, rumah yang sepi seketika ramai di kunjungi anak menantu dan cucu serta kehadiran Luna yang menambah gelak tawa sang oma.
"Kamu lucu ya Un,,oma suka sama kamu" ucap Adel mendengar celotehan polos Luna.
"Jadi sekarang Una sudah bisa cerita sama teman-teman kalau Una sudah punya mama" ucap Devan yang ikut bergabung dengan obrolan Kiara,Vina, Nur dan Bella serta oma Adel.
"Udah Om..Una senang,tapi kemarin Una sempat sedih om karena temen-temen Una bilang kalau mama Kiara mama Bo'ongan" cerita Luna
"Gimana bisa jadi mama Bo'ongan? istri bo'ongan iya ada Un" potong Vina karena dia mengingat kalau dia dan Satria pernah menjalankan peran itu dulu.
"Karna mama Kia nggak bobok bareng Una sama papa" jawab Luna polos membuat Devan dan yang lain nya tertawa sedangkan Kiara wajahnya memerah menahan malu,bocah ini terlalu polos jika sedang bercerita.
"Una mau om ajarkan supaya mama Kiara bisa jadi mama beneran nggak?" tanya Devan dan diangguki Luna cepat tapi Kiara segera memukul lengan Devan
"Jangan bicara macam-macam sama anak gue Van,gue gorok loe"ancam Kiara
"Duh.....serem nya mama Kiara" goda Devan sok takut membuat semua nya lagi-lagi tertawa.
"Dulu kalau tidak salah saya pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan kamu Andre,tapi sewaktu itu masih di pegang oleh Pak Harun kalau saya tidak salah mengingat" ujar Damian
"Iya Opa, Harun Prayoga....dia ayah saya Opa, beliau sudah meninggal karena kecelakaan bersama adik saya" jawab Andre
"Ya saya sempat mendengar berita itu dulu,tapi saya tidak sempat menghadiri pemakaman beliau karena saat itu sedang berada di luar kota" jawab Damian
"Lalu mama kamu?" potong Satria bertanya
__ADS_1
"Mama meninggal setelah setahun papa saya meninggal pak, beliau depresi kehilangan suami dan anak bersamaan hingga mama jatuh sakit"
"Mohon maaf istri kamu sebelum nya-"
"Dia meninggal kan kami setelah melahirkan Luna,saat itu perusahaan saya di ambang kehancuran karena saya juga larut dalam kesedihanan di tinggal kan oleh mama,tapi saja tidak patah semangat terus berjuang untuk membesarkan Luna sendiri hingga sampai di titik ini" potong Andre menjelaskan membuat Damian kagum, Satria dan Tama pun ikut kagum dengan cerita Andre yang bisa di jadikan motivasi untuk anak-anak nya.
Saat ini memang Andre tengah berkumpul dengan para lelaki dari keluarga Damian kecuali Devan yang dari tadi lebih asik menganggu Luna.
"Kenapa kamu tidak menikah lagi,bukan nya kamu saat ini sudah sukses dan kaya raya pasti banyak perempuan di luar sana yang mau dengan mu" pancing Tama
"Gampang bagi saya mencari istri pak tapi tidak gampang untuk Luna mencari sosok ibu,saya tidak mau egois karena mementingkan diri saya sendiri jadi mengorbankan anak saya,Luna sulit bisa akrab dengan seseorang jadi saya memang sangat berhati-hati dalam memilih pasangan" jawab Andre lagi.
"Un.... sepulangnya dari sini minta pada mama Kiara untuk menginap di rumah kamu" bisik Devan dan di anggukki Luna
Tak terasa hari sudah semakin malam, seharian menghabiskan waktu bersama keluarga tenyata tidak buruk bagi Ardian dan Sam karena mereka bisa belajar banyak ilmu, apalagi Devan yang selama ini hanya bisa nya membuat hati banyak wanita patah hati banyak belajar dari pengalaman hidup Andre.
"Waktu nya kita pamit Un,hari sudah malam kamu harus tidur sayang karena besok harus sekolah " ucap Andre
"Belum boleh sayang kalau mama Kiara ikut menginap di rumah Una sekarang" sahut Vina lembut
"Kenapa tidak boleh Oma,tadi om Devan bilang kalau mama Kiara juga mau ikut bobo di rumah Una kalau papa yang ajak" jawab Luna membuat semua menatap pada Devan
Kiara mencubit kecil pinggang sepupu nya ini membuat Devan menjerit kesakitan.
"Gila loe Ki,kejam banget jadi ibu tiri" celetuk Devan membuat Kiara tambah marah
"Mulut Loe emang nggak bisa di jaga ya Van,lemes banget" kesal Kiara
"Sudah...jangan bertengkar malu sama Andre" ucap Oma Adel
__ADS_1
"Sayang.... untuk saat ini oma pinjam dulu mama Kiara nya ya,nanti pasti oma kembalikan karena Mama Kiara harus menjaga opa buyut" ujar Nur lembut
"Terus kapan mama Kiara bisa di bawa kerumahnya Una?" tanya bocah itu polos
"Om bisa bantu jawab Un"pekik Devan tapi di pelototi oleh semua anggota keluarga membuat nya terdiam kaku
"Nur membisikkan sesuatu di telinga Una dan Una mengangguk patuh"
"Oke" ujar Nur dan di jawab jempol oleh Una,lalu Nur mencium pipi Una
"Anak pintar segera pulang dengan papa nya ya, semoga mimpi indah" ucap Nur sambil melambaikan tangan nya
"Mommy benar-benar menjadi pawang" ucap Devan sambil menganggukkan kepalanya
"Pawang buaya kaya loe" tunjuk Kiara kesal
"Kalau begitu saya pamit dulu pak,bu....oma dan Opa lain kali kita bertemu kembali" pamit Andre
Luna menyalami satu persatu punggung tangan keluarga baru nya ini,Luna terlihat sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga Kiara.
"Lain kali main kesini lagi ya sayang"ucap Adel dan di anggukki Luna sambil tersenyum manis
"Benar-benar manis"gumam Devan sambil tersenyum
"Sadar Luna masih bocah" ujar Kiara di wajah Devan
"Bukan Luna yang gue maksud"
"Terus!!"
__ADS_1
"Perjuangan loe buat dapetin bapak nya, berawal dari mama Bo'ongan" goda Devan membuat Kiara mendekat dan ingin memukul Devan tapi Devan segera lari mendekati Vino membuat semua anggota keluarga menggeleng dengan perilaku Devan ini.