Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
makan malam


__ADS_3

Devan sengaja membuat makan malam romantis kali ini dan hanya ada mereka berdua duduk di tepi pantai dengan terpaan angin sepoi-sepoi.


Meja yang sudah di hias secantik mungkin dan beberapa kelopak bunga mawar membuat suasana bertambah romantis, semilir angin malam sedikit membantu Diana dingin tapi hal itu tidak masalah bagi Diana,dia cukup menghargai perjuangan Devan malam ini..


"Kamu suka?" tanya Devan dan diangguki Diana pelan benar-benar takjub karena lelaki seperti Devan bisa romantis


"Aku sudah memesan semua makanan kesukaan mu sayang,ayo di makan" ucap Devan tersenyum manis


Memang banyak makanan yang sudah di pesan oleh Devan terletak di atas meja.


"Van,ini terlalu banyak, tidak akan habis oleh ku"


"Makan saja sayang mana yang kamu suka"


Diana melihat kiri-kanan,dia bingung semua makanan ini hampir kesukaan nya apakah Devan ingin membuat dia bertambah gemuk pikir Diana.


"Mana aku sanggup menghabiskan semua ini Van"


"Tenang saja bala bantuan akan datang sayang, sekarang nikmati dulu makan malam nya"


Diana semakin bingung dengan sikap calon suami nya ini..


Setelah merasa kenyang Diana menghentikan makan nya.


"Di.... terimakasih sudah mau menerima ku menjadi bagian dari hidup mu saat ini,aku berjanji tidak akan ada wanita lain selain kamu"ucap Devan menggenggam tangan Diana


"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Devan


"Apa??"

__ADS_1


"pejamkan mata mu"


"Jangan yang aneh-aneh deh Van"


"Tenang saja sayang aku hanya butuh waktu lima detik saja" Pinta Devan dan akhirnya dituruti oleh Diana


"Dalam hitungan ke Lima buka lagi mata nya"


"Satu"


"Dua"


"Tiga"


"Empat "


"DOR"


"DOR"


"DOR"


Suara keras yang berbunyi di hadapan Diana mengundang rasa penasarannya, kejutan apa yang di siapkan oleh kekasihnya ini.


"DOR" satu petasan besar lagi berbunyi dari belakang membuat Diana penasaran dan berbalik, Diana menyaksikan indahnya petasan dengan warna yang memukau menghiasi langit malam lalu tulisan I Love You pada akhir petasan membuat Diana tersenyum manis.


"Kamu suka?" tanya Devan lagi


"Terimakasih Van"

__ADS_1


"Aku yang seharusnya berterima kasih sayang kamu sudah mau menerima aku dengan segala kekurangan ku ini"


Tiba-tiba Devan berlutut dan menyematkan cincin di jari manis Diana.


Wajah Devan tampak begitu tampan dan menawan dibawah terangnya bulan di langit malam.


"Van, kapan kamu siapkan semua ini?” tanya Diana dengan raut bahagia yang tidak bisa disembunyikan,Diana benar-benar terharu dengan kejutan ini.


"Bukan Devan yang siap kan tapi kami" pekik Keyla yang keluar dari persembunyiannya


"Kalian" ujar Diana heran


"Ya kami kak,bukan kak Devan"


"Jadi-"


"Maaf kan aku sayang,tapi semua ini ide ku,aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda untuk mu" cengir Devan


Diana hanya menggeleng pelan,dia pikir semua ini Devan yang siapkan tapi ternyata ada Keyla,Sam,Nisa,Kiara bahkan Luna di balik semua ini


"Cium...Cium....Cium...." pekik Keyla


"Dek,kenapa loe keluar,kan belum gue suruh!" kesal Devan


"Kak Kiara ini kak nggak asik,dia ngiler lihat makanan nya" aku Keyla tanpa berdosa sedangkan Diana menatap tajam wajah Devan.


"Maaf sayang"


"Kamu benar-benar ya Van" gumam Diana menggeleng kan kepala nya kecil.

__ADS_1


__ADS_2