
Damian mendorong tubuh Adel ke ranjang empuk kamar mereka lalu menjilati leher Adel serta meninggalkan tanda di sana. Agar pria manapun tahu bahwa wanita ini miliknya, tangan nya dengan lihai membuka kancing kemeja dan bra yang di pakai Adel hingga dengan sekejap tubuh atas perempuan itu sudah polos.
Damian berhasil melepaskan celana dasar panjang yang di kenakan Adel saat ke kantor tadi karena perempuan ini memang lebih menyukai memakai celana dari pada memakai rok.
Pemandangan itu tidak dapat tergantikan oleh apapun, tubuh istrinya ini sangat indah tanpa dibalut sehelai kain apapun memang menjadi hal yang paling ia sukai., Tubuh Adel selalu membuat Damian menggila dan tak ingin melepaskan perempuan cantik ini.
Damian membuka kedua paha Adel lebih lebar agar dia bisa melihat pusat gairah wanita itu yang nikmat. Tangannya menyusuri tubuh Adel dan berhenti di sana.
Ia memasukan satu jari ke dalam tubuh wanita itu dan memainkan nya
"Sayang......" desah Adel menikmati permainan Damian, tubuh nya menegang seketika saat mendapatkan pelepasan pertama
Lelaki itu menunduk untuk mencicipi rasa istri nya ini, sesekali memasukan lidahnya ke dalam dan di saat ia rasa wanita itu sudah siap, ia pun menanggalkan seluruh pakaiannya dan mulai berbaring di atas tubuh Adel
Perlahan tapi pasti Damian menghentak di bawah sana hingga dapat mencapai o*g*s*e. Saat ia merasakan bahwa puncaknya akan datang, dia pun menghentikan pompaan nya dan menenggelamkan wajahnya diantara leher Adel sambil mengecup kecil.
Adel bisa merasakan cairan hangat di bagian sensitif nya.
" Sayang cepat menyingkir" ucap Adel pelan karena dia merasa sesak di himpit oleh Damian yang bertubuh profesional
" Biarkan begini dulu baby,aku masih ingin memeluk mu" jawab Damian pelan,dia belum mau beranjak dari tubuh wanita itu bahkan miliknya pun belum dia cabut dari goa yang membuat nya nyaman.
Adelia hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan Damian mendorong tubuh lelaki ini pun percuma dia tidak akan mau menjauh dari dirinya.
****
" Kamu mau kemana?" tanya Haikal pada Karin yang sudah rapi karena perempuan ini hendak keluar malam hari tidak seperti biasanya
" Aku ada janji dengan teman ku mas,titip Satria dulu" jawab Karin Santai
" Rin ini sudah malam tidak selayaknya seorang istri pergi keluyuran malam hari meninggalkan suami dan anak di rumah" bentak Haikal
" Kamu mau ikut,ayo!!! kamu mau jadi bahan tertawaan teman perempuan ku nanti,tidak kan? ayo lah mas ini Jakarta bukan kampung! aku juga pergi sebentar dengan teman-teman ku menghilangkan stress karena seharian bekerja sebagai babu di rumah mama mu ini" ketus Karin
" Jaga ucapan mu rin,mama itu mertua mu"
" Ya...aku tau tapi tidak selayaknya dia memperlakukan ku seperti seorang pembantu aku ini menantu nya,aku ingin hidup bahagia mas seperti dulu"
" Sabar.....!!! kamu harus sabar rin sebentar lagi aku juga bekerja di perusahaan besar bahkan bisa mengalahkan perempuan Adel itu,aku akan sukses kembali Rin"
" Mana mas??? buktikan jangan sekedar omongan saja,anak kecil pun bisa bilang dia sukses tanpa bukti" ketus Karin tak memperdulikan Haikal,dia terus pergi membuat Haikal geram,Karin tak lagi menghargai nya sebagai seorang suami, Karin sudah bertindak semaunya.
" Awas saja kamu pulang nanti akan aku beri pelajaran" geram Haikal mengepal kan tangan nya
" Karin kau seorang istri berperilakulah dengan baik,apa kata orang jika melihat mu pergi malam pulang pagi" bentak Haikal karena Karin pulang jam empat subuh tadi
" Ibu macam apa kamu yang pulang pergi sesuka hati mu" geram Haikal lagi
Karin tidak menjawab mata nya masih tertutup sempurna,dia sangat mengantuk tapi Haikal terus mengoceh tanpa henti
__ADS_1
" Kau benar-benar keterlaluan" ucap Haikal meninggalkan kamar lalu segera pergi
"Haikal,bilang sama Karin jangan membiarkan Satria main sendirian keluar kalau di tabrak mobil bagaimana" ucap Papa Haikal yang melihat cucu nya bermain sendiri di luar
"Nenek nya mana pa?"
"Nggak tau" ketus papa Haikal
Haikal mengusap wajah nya kasar,masih pagi ada saja masalah membuat mood nya hancur padahal ini hari pertama nya bekerja.
"Satria main di dalam saja, jangan keluar" ucap Haikal menggendong anak lelakinya ini dan masuk kembali kedalam kamar
" Karin.....Karin....aku harus bekerja, Satria tidak ada yang menjaga"
" Kasih sama ibu mas" jawab Karin yang enggan bangkit
" Ibu mu tidak ada"
" Mama kamu lah mas,aku capek" keluh Karin
"Siapa yang menyuruh mu keluyuran malam hingga pagi sampai melupakan semua nya" bentak Haikal
"Mas,,aku juga butuh uang,aku juga butuh refreshing" balas Karin membentak
"Uang! apa dengan keluar malam hari kamu dapat uang? apa dengan pergi malam hari itu refreshing bagi mu,jika iya apa yang kamu kerjakan? menjadi ******!!!!"
" Mas ....jaga omongan mu"
" Kamu menyalahkan ku mas? kamu kira aku tidak menyesal memberikan kehidupan ku pada mu,jangan merasa sendiri mas,aku lebih menyesal dari pada kamu" teriak Karin hingga membuat anak nya ketakutan melihat pertengkaran papa dan mama nya
" Ini urus anak mu,aku mau kerja! pusing tiap hari hanya bertengkar terus" ujar Haikal memberikan Satria pada Karin lalu pergi
" Arrrgghh...... "pekik Karin kesal, kehidupan yang dia impikan dulu hancur seketika
***
"Sayang geli.....sudah sana kembali ke kantor mu" usir Adel karena dari pagi tadi Damian tidak mau pergi ke kantor nya,dia sibuk mengekori Adel dan mengendus leher istri nya yang sedang serius bekerja
"Ayo lah del libur hari ini,aku ingin berdua saja"bujuk Damian
"Pekerjaan ku banyak sayang,masih ada beberapa hal yang harus aku periksa" jelas Adel membuat Damian menghela nafas panjang ntah kenapa lelaki tampan ini tidak mau berpisah dari istri nya
Ponsel Damian tiba-tiba berbunyi, Adelia hanya melirik sejenak ketika suaminya ini mengangkat telpon dan menjauh dari nya
" Sebentar lagi saya ke sana" ujar Damian menutup ponselnya
" Del,aku pergi sebentar ke kantor ada yang harus aku selesaikan" ucap Damian mencium kening Adel dan segera pergi membuat Adelia bertanya-tanya ada apa? kenapa suaminya bisa langsung pergi,apa ada hal yang lebih penting dari dirinya
Adelia sebenarnya senang Damian berada di dekat nya dia merasa Damian sangat membutuhkan dan mencintai nya tapi Adel juga tak boleh egois Damian punya tanggung jawab lain yang harus dia selesaikan,banyak nyawa yang bergantung hidup pada nya saat ini
__ADS_1
****
"Ada apa? kenapa kau mengganggu waktu ku,bukan nya semua pekerjaan bisa aku cek dari ponsel ku?" tanya Damian sedikit marah pada Anita sang sekretaris yang menghubunginya saat dia sedang bersama Adel
"Pak...klien minta waktu pertemuan nya di majukan hari ini karena besok mereka ada acara lain jadi saya menghubungi bapak untuk memberitahu" jawab Anita pelan
"Saya sedang bersama istri saya,lain kali jika saya mengosongkan jadwal jangan di ganggu" ucap Damian membuat Anita terdiam
Anita sedikit kaget mendengar ucapan bos tampan nya ini pasalnya tiba-tiba Damian sudah menikah memang beberapa kali Damian sudah memberikan informasi kalau akan menikah tapi belum tau kapan dan sekarang Damian sudah memiliki istri tidak ada harapan lagi untuk para perempuan mendekati Damian
Adel menghela nafas panjang beberapa kali dia melirik jam tangannya tapi belum juga ada tanda-tanda Damian datang sedangkan ponselnya di hubungi tapi tidak ada jawaban membuat Adel tak sabar untuk menunggu lagi karena sudah pukul tiga mereka melewati makan siang bersama hari ini.
" Kemana dia" gumam Adel berdiri dan segera keluar dari ruangan nya
" Kinanti saya pulang duluan, semua berkas sudah saya tanda tangan di atas meja dan besok saya tidak bisa masuk ke kantor karena harus menemani suami saya" ucap Adel
Kali ini Kinanti yang tersentak kagek mendengar ucapan Adel.
" Suami"
Adelia sudah punya suami lagi atau dia kembali pada pak Haikal pikir Kinanti karena memang tidak ada undangan pernikahan yang datang untuk para karyawan .Adel pun tak pernah mengenalkan lelaki lain sebagai suami nya pikir Kinanti.
" Jangan bingung saya sudah menikah lagi" jelas Adelia,dia seakan tau isi kepala Kinanti yang sedang kebingungan saat ini
" Dan bukan kembali pada Haikal dia seorang lelaki yang juga kamu kenal"
" Siapa bu?" tanya Kinanti memberanikan diri karena penasaran
" Pak Damian,dia suami saya saat ini!" jawab Adel tegas dan tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan Kinanti yang mematung sendiri mencoba mencerna dari ucapan sang atasan
" Pak Damian....." gumam nya pelan lalu terpekik kesal
***
Adelia yang turun dari mobil segera membuka kaca mata hitam nya dan berjalan anggun dengan menenteng tas Hermes keluaran terbaru di depan lobi kantor Damian, sangat anggun membuat para lelaki terpesona dengan perempuan cantik ini,sejak bercerai dari Haikal Adel benar-benar merawat dirinya dengan baik dan setelah menikah dengan Damian pun Adel bertambah bahagia,Adel belajar dari pengalaman nya dulu meskipun Adel merasa dia belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya tapi Adel ingin hal yang terbaik dalam rumah tangga nya,dia berusaha menjaga Damian dari godaan para pelakor di luar sana dan dia berusaha memberikan apa yang Damian suka.
Adel sengaja datang sendiri dengan di antar sopir kantor nya untuk mendatangi kantor Damian, mungkin saat ini Damian memang tengah sibuk dan tidak bisa mengangkat telpon dari Adel membuat Adel berpikir seperti nya dia yang harus mengalah untuk menghampiri sang suami
Adelia masuk kedalam lift dan menuju lantai 15 di mana ruangan Damian berada,dia memang sudah terbiasa ke kantor Damian jadi tidak heran lagi semua orang banyak yang mengetahui dirinya tapi sebagai keponakan Damian bukan istri
" Kemana Anita?" batin Adel yang tidak melihat Anita di meja kerja nya
Adelia membuka pintu ruangan Damian tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
" Say-" Adelia tak meneruskan ucapannya karena melihat banyak nya tamu Damian dan salah satu nya Haikal
" Adelia" gumam Haikal yang melihat Adel di depan pintu ruangan Damian, perempuan yang sudah beberapa pekan dia cari,sulit sekali di temukan dan kini tengah berada di hadapan nya.Ada perasaan rindu yang memuncak di dada Haikal ingin sekali dia menghampiri Adel dan memeluk nya untuk meminta maaf dan bahkan bersujud di kaki Adel agar perempuan itu mau menerima nya lagi untuk kembali.
Mata Adelia beradu pandang dengan Haikal membuat jantung Adel berdetak kencang sudah lama sekali dia tidak bertemu lelaki ini sejak mereka memutuskan untuk berpisah dan kini malah bertemu di kantor suaminya sendiri dengan status dia sudah menjadi istri om Haikal
__ADS_1
" Adel" panggil Damian membuat Adel tersadar kalau dia kemari untuk mencari suami nya bukan Haikal mantan suami nya.