
Beberapa bulan sudah berlalu keluar Haikal dan Adel pun sudah bahagia,bahkan pak Heru pun juga sudah bisa melupakan bu Fatma,dia sudah kembali ceria karena kabar kehamilan Anita istri Fajar, sedangkan Anggi masih di penjara untuk menjalani hukumannya, bu Wati keluar karena tak bersalah, semua kejadian murni karena dendam Anggi.
April yang pagi ini hendak bangkit untuk menyiapkan sarapan Haikal dan anak-anak nya merasa sakit perut yang tak kunjung hilang dari semalam,April sebenarnya ingin membangun kan Haikal tapi merasa kasihan dengan suaminya itu karena beberapa hari ini Haikal sibuk sekali di kantor,tapi pagi ini dia benar-benar tak bisa menahan rasa sakitnya lagi membuat April menggigit bibir bawahnya dan mengelus pelan perut nya.
"Mas..." panggil April lirih
"Mas...." ulang nya karena Haikal tak kunjung bangun
April meremas sprei dengan satu tangan nya karena tak bisa lagi menahan rasa sakit, sedangkan satu tangan nya mencengkram lengan Haikal hingga lelaki tampan itu terbangun..
"Kenapa sayang?" tanya Haikal khawatir,dia melihat wajah pucat April
"Sakit mas" ujar April lemah
Haikal segera bangkit dan mendekat untuk menggendong April seperti nya dia tau kalau April saat ini akan segera melahirkan karena seminggu yang lalu mereka sudah periksa ke dokter kandungan.
Haikal segera mengangkat tubuh April dan berteriak memanggil papa nya
__ADS_1
"Pa...papa" pekik Haikal,Pak Heru segera keluar kamar saat mendengar teriakkan anak sulungnya itu
"Kenapa April kal?" tanya pak Heru
"Seperti nya April akan melahirkan pa,tolong jaga Satria dan Vino di rumah pa,aku harus membawa April kerumah sakit" jawab Haikal dan di anggukki Pak Heru
"Pa....pinta bibi menyusul ku,bawa semua persiapan April di kamar" pekik Haikal sebelum pergi
Haikal terlihat cemas melihat kondisi April yang seperti nya sangat lemah, perempuan itu terus menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit,Haikal bisa merasa kan apa yang di rasakan oleh istri nya ini karena dari tadi April mencengkeram kuat lengan nya membuat Haikal pun sesekali meringis kesakitan tapi sebisa mungkin dia tahan.
"Tahan sayang sebentar lagi sampai" ujar Haikal mempercepat laju kendaraan nya
"Tolong dok, istri saya mau melahirkan" ucap Haikal panik, meskipun dia pernah menemani Karin melahirkan dulu Haikal tetap tak bisa terlihat tenang,Haikal terus mengusap kepala April lembut dan menggenggam tangan nya, perhatian yang di tunjuk kan Haikal membuat April sedikit tenang,dulu saat melahirkan Vino mantan suaminya tak seperti ini, justru malah membiarkan ibu nya yang mengurusi semua keperluan nya,jauh berbeda dengan Haikal saat ini.
Setelah di periksa ternyata bukaan April sudah cukup dan dia di pindahkan keruang bersalin, semua alat pun sudah di siapkan.
April menarik nafas panjang, beberapa tahun yang lalu dia melahirkan Vino dan kini berjuang kembali untuk melahirkan anak kedua nya,susah cukup lama membuat April sedikit gugup dan takut.
__ADS_1
"Kita mulai ya bun,tarik nafas buang perlahan" instruksi dokter
"Pelan saja jika ibu merasa gugup" lanjut sang dokter lagi
Peluh membasahi tubuh April,tangan Haikal tak beranjak dari telapak tangan April,dia terus menggenggam agar April tak merasa kesakitan sendiri,Haikal terus membisikkan kata-kata yang membuat April semangat untuk melahirkan buah hati mereka.
"Pintar, sedikit lagi ya bun,kepala nya sudah kelihatan" ucap Sang dokter yang terkenal ramah tersebut
"Ayo sayang sedikit lagi" ujar Haikal tersenyum kecil melihat April yang terus berjuang,di balik sisi lembek nya April adalah wanita kuat yang melahirkan anak nya tanpa mengeluh sedikitpun
Cukup lama perjuangan April akhirnya tangisan bayi pun menggema di ruangan membuat Haikal dan April merasa lega..
Bayi perempuan mungil, putih sebagai hadiah dari tuhan untuk pernikahan luar biasa ini pikir Haikal.
Haikal tak henti-hentinya berterima kasih karena sudah di berikan kepercayaan untuk memiliki anak lagi,dari tadi dia mengecup kening April.
"Terimakasih sudah mau berjuang bersama ku,sudah mau bertahan di sisi ku,dan sudah mau memberikan ku anak dari rahim mu" bisik Haikal
__ADS_1
April tersenyum manis karena lengkap sudah kebahagiaan nya saat ini..