Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
menyesal


__ADS_3

Vina pusing sendiri memikirkan pernikahan nya dan Satria karena Adel sudah menghubungi mama nya mengatakan kalau Satria akan melamar Vina dan pernikahan akan di langsung kan lebih cepat.


Vina ingin jujur kalau dia tidak hamil tapi siapa yang akan percaya pada dirinya nanti,dia sudah mengatakan pada keluarga Adel dan April mana mungkin dia meralat nya.


"Bego....bego...bego....kenapa aku punya pikiran sampai sejauh itu sih, sekarang bagaimana dengan nasib ku,aku tak mencintai Satria,kenapa juga dia sok jadi pahlawan mengatakan aku hamil anak nya, lelaki bodoh" kesal Vina memijat keningnya sendiri


"Bantu aku tuhan,maaf kan kesalahan ku,kenapa jadi bleng begini sih.....!!! ayoo Vina cari jalan agar pernikahan ini batal" oceh Vina pada diri nya sendiri,dia menyesal sudah bertindak terlalu jauh


Vina dari tadi bingung, karena dia menginginkan Tama bukan Satria,Mama dan papa nya sudah terbang ke Indonesia untuk acara pernikahan nya.


***


"Kamu sudah yakin mau nikah sama Vina kak?" tanya Nur


"Yakin nggak yakin dek,kakak harus tetap tanggung jawab secara dia anak kakak"Jawab Satria dan di anggukki Nur, memang seharusnya Kakak nya ini bertanggung jawab tapi menurut Nur kakaknya ini orang baik,tapi kenapa Vina bisa sampai hamil???


"Setelah menikah kami akan tinggal di apartemen bun" ujar Satria pada April

__ADS_1


"Kenapa harus di apartemen,rumah ini kan besar bisa bersama-sama,bunda juga bisa membantu Vina mengurus anak mu nanti"


"Iya kak,di sini saja, Nur kan juga belum hamil kak,jadi bisa bantu-bantu lah"potong Nur


"Tidak,,,aku dan Vina ingin mandiri jadi kami memutuskan tinggal di apartemen saja,jika kalian ingin melihat anak ku main saja ke apartemen" jawab Satria


Bagaimana bisa dia membiarkan Vina tinggal dalam satu rumah dengan Tama apalagi nanti Tama akan melihat anak nya setiap hari,ini tidak baik untuk Nur pikir Satria.


****


"Sayang.......aku ingin sekarang" bisik Vino


"Mas,ini masih di kafe"


"Tenang saja tidak ada yang berani masuk"ujar Vino sambil mencium pipi Bella


Vino menaikkan kemeja yang di kenakan Bella dan melucuti celana nya sendiri membuat Bella tak bisa lagi mengelak, Suaminya ini benar-benar agresif dulu Vino tak seperti ini tapi setelah menikah dia tak bisa jauh dari Bella bahkan Vino sendiri hampir tiap hari meminta hak nya tidak tau itu di mana yang jelas dia dan Bella bisa melakukan nya,pernah setelah mereka nonton bioskop Vino melakukan nya di dalam mobil saat parkiran hal itu membuat Bella tak habis pikir,,Vino sangat memuja tubuh nya.

__ADS_1


Vino menekan kuat saat pompaan terakhir, membuat Bella sedikit menjerit dan Vino segera membungkam mulut Bella dengan ciuman agar tak terdengar oleh orang lain di luar sana.


"Mas kamu kelewatan ya" ucap Bella cemberut saat aktivitas panas mereka berakhir.


"Mau bagaimana lagi,kamu semakin hari semakin seksi membuat ku tidak bisa menjauh dari kamu sayang,aku benar-benar gila karena kamu"


"Gombal.....!!!" cebik Bella membuat Vino gemas dan menggigit kecil pipi istri nya ini


"Sudah....ayo bangkit aku harus mandi"


"Sebentar sayang aku masih mau begini" Pinta Vino tak mau melepaskan pelukannya dari Bella


"Kamu mau anak perempuan atau lelaki mas?"


"Apapun,, selagi itu dari rahim mu aku suka"


"Ya dari rahim ku lah,memang nya kamu ada nanam benih di lain tempat" ujar Bella galak

__ADS_1


"Sembarang,jangan kan menanamkan benih, melirik perempuan lain pun aku tidak berani,aku sudah berkomitmen untuk menjaga hati mu sayang,tidak akan ada dan tidak akan pernah ada wanita lain" ucap Vino mengecup pipi kanan dan kiri Bella setelah itu kening nya membuat Bella tersenyum bahagia,dia merasa Vino benar-benar lelaki yang di utus tuhan untuk dirinya,tak ada lagi yang lebih bahagia selain bersama Vino.


__ADS_2