Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
melahirkan


__ADS_3

"Ini kan mau mu,oke mulai sekarang aku talak kau Karin, mulai detik ini kau bukan lagi tanggung jawab ku,kau boleh pergi meninggalkan rumah ini,kita hanya Menikah siri jadi tak ada yang perlu di urus di pengadilan,kau boleh keluar membawa ibu mu Satria biarkan tetap di sini" ucap Haikal menarik nafas nya panjang.Haikal merasa sudah mempertahankan rumah tangga nya tapi Karin semakin menjadi-jadi.


Tak ada air mata dan tak ada penyesalan dalam diri Karin justru dia lega karena bisa terbebas dari Haikal yang sekarang lebih sering main tangan dengan nya.


Pak Heru mendengar semua ucapan Haikal, mungkin memang ini jalan terbaik untuk rumah tangga anak nya ini, Untuk Satria adalah cucu nya jadi dia juga ikut bertanggung jawab atas diri Satria.


Karin segera mengemasi barang-barang nya dari kamar Haikal,dia sudah lama ingin pergi tapi masih terhalang Satria tapi kali ini Haikal ingin mengambil Satria jadi Karin merasa dia harus menghidupi diri sendiri dan ibunya.


****


Satu Bulan berlalu Haikal sudah mulai terbiasa hidup sendiri,dia pun sudah tak menghiraukan lagi kemesraan Adel dan Damian yang sering di lihat nya di kantor.Dia menyadari semua ini terjadi karena ulah dirinya,Haikal kini Fokus untuk membesar kan Satria anak semata wayangnya bersama Karin, untuk kehidupan Karin setelah berpisah dari nya Haikal tak pernah ingin tau lagi.

__ADS_1


Mama nya sudah beberapa kali mendesak Haikal menikah lagi agar ada yang mengurusi Satria tapi Haikal tak ingin buru-buru,dia takut salah pilih seperti Karin,lagi pula kehidupan nya saat ini sudah cukup nyaman untuk nya.


Untuk Satria pak Heru yang menjaga nya, Damian juga sering mengirim kan uang untuk Pak Heru dan Satria bagaimana pun juga Damian tak akan melupakan kakak nya itu apalagi Satria juga cucu nya.


*****


Hari ini dokter sudah menjadwalkan operasi Adel karena kista yang di derita Adel kembali membesar jadi dokter menyarankan di operasi segera agar bisa menyelamatkan anak mereka.


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anak saya dok,saya mau mereka semua dalam keadaan sehat" jawab Damian dengan wajah khawatir


"Insyaallah kami akan berikan yang terbaik pak, bantu do'a nya"

__ADS_1


Damian mencium kening Adel berkali-kali,dia memberikan kekuatan pada istrinya ini agar bisa kuat menjalani operasi Caesar dan pengangkatan rahim Adel.Awalnya Adel menolak untuk di angkat rahim nya karena dia takut Damian ingin memiliki anak lagi tapi Damian menyakinkan Adel kalau dua anak saja cukup untuk nya,dan Adel harus benar-benar sembuh agar bisa merawat dan membesarkan anak-anak mereka bersama.


"Selamat kan anak saya dok" ucap Adel pelan,dia tau tubuh nya saat ini sudah semakin melemah.


Dokter tersenyum kecil melihat Damian yang terus menggenggam tangan Adel,kasih sayang lelaki ini cukup besar pada istrinya.


Damian menggeleng kan kepala nya mendengar ucapan Adel, bagaimana mereka bisa hidup jika tanpa Adel nanti nya,sudah pasti dunia Damian anak berubah 180°.


"Ibu tenang ya, rileks.jangan berpikir macam-macam, semua nya kita serahkan pada yang di atas,ibu cukup berdo'a" ucap sang dokter saat Adel sudah berada di kamar operasi


Damian duduk di depan ruangan operasi, hatinya saat ini Gelisah,dia berharap semoga semua baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2