Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Tinggal bersama


__ADS_3

"Ma, jangan bergerak dulu ya,kalau mau apa-apa mama bilang sama aku,nanti aku yang ambilkan" ucap April pelan


"Kamu tinggal di sini saja Pril biar mama tenang,papa terkadang suka pergi-pergi jadi mama sendirian,bosan kalau dia rumah hanya di temani pembantu tidak ada yang bisa di ajak bicara"


"Nanti aku bicara sama mas Haikal ma,mana yang terbaik saja untuk pemulihan kesehatan mama,ayo di minum obat nya ma lalu istirahat ya" sahut April


Setelah menyiapkan semua keperluan sang mertua April segera keluar kamar,ini pertama kali nya April menginjak kan kaki di rumah Haikal,hal yang tak pernah dia bayangkan kalau dia akan memiliki sang mertua lagi, meskipun terkesan terpaksa dari raut bu Fatma tapi April tetap berusaha menyenangkan hati sang mertua,dia harus menjadi menantu terbaik untuk bu Fatma.


"Jadi bagaimana rencana nya jar?" tanya Haikal


"Itu lah mas yang masih aku fikirkan,mas tau sendiri kan kalau mama tidak akan mengizinkan ku menikah dengan keadaan nya seperti ini,aku pun juga tidak tega mas melihat mama"Jawab Fajar dan diangguki Haikal setuju


"Terus apa tindakan mu selanjutnya, menunda pernikahan?"


"Untuk menunda pun tidak mungkin mas karena semua nya sudah hampir 80%,Aku juga tak menyangka kejadian ini akan terjadi,Anita juga tidak akan mau menunda nya mas,dia sudah susah payah menyiapkan segala nya bahkan. undangan kami pun sudah tercetak dan tinggal di segarkan" jawab Fajar bingung


"Lakukan saja pernikahan nya jar,nanti papa yang akan jelaskan pada mama, kondisi mama juga akan sulit untuk berjalan normal dan dokter juga mengatakan kalau beliau butuh waktu berbulan-bulan untuk sembuh kembali,tidak mungkin kamu menunggu sampai 1 tahun kan" sahut pak Heru


"Apa mama tidak akan marah nanti nya pa?" tanya Fajar


"Papa rasa mama juga akan mengerti,dia juga ingin yang terbaik untuk anak nya kan..!! Menikah lah,papa merestui mu"

__ADS_1


"Aku jadi kasihan pa pada mama, biasanya kalau pesta dia yang paling antusias,papa tau sendiri kan mama bagaimana dengan tampilan glamor nya,tapi kini malah dia yang tak bisa datang" keluh Fajar


"Mas..." panggil April yang baru keluar dari kamar bu Fatma


"Ya sayang.. bagaimana mama?" tanya Haikal menoleh kearah April


"Mama sudah minum obat,tadi aku sudah minta dia untuk istirahat dulu,mas dapur nya di mana?" tanya April menoleh kir dan Kanan,rumah yang cukup besar bagi April hingga dia tak bisa sendiri berjalan


"Kamu mau apa?"


"Mau masak dulu mas untuk mama dan kita semua"


"Ada pembantu Pril,tidak usah" ujar pak Heru


"Papa ingin sekali main ke sana tapi memang belum ada waktu,suatu saat papa akan kesana"


"Ayo sayang aku antar" ucap Haikal berdiri sambil menuntun April ke belakang,pak Heru melihat perlakuan Haikal pada April,Haikal bisa jadi lelaki yang manis jika memang mencintai seseorang,pak Heru terus berdo'a agar anak lelakinya ini bisa hidup bahagia.


"Jadi bagaimana pa?" tanya Fajar lagi membuat lamunan pak Heru buyar


"Papa rasa menikah saja tidak masalah tanpa papa dan mama bukan ,nanti mas dan om mu yang mengurusi semua nya" jawab Pak Heru segera berdiri dan menuju kamar nya untuk melihat sang istri.

__ADS_1


Fajar oun segera pergi,dia akan menyampaikan keputusan keluarga nya pada Anita.


"Sayang jangan capek-capek aku takut...!! kamu masih hamil muda"


"Insyaallah tidak apa-apa mas,kamu duduk saja jangan bawel, aku sudah terbiasa mas, lagian tidak ada pekerjaan membuat ku bosan"


"Kenapa tidak ada pekerjaan, kamu bisa menemani ku di kamar" potong Haikal


"Masih siang mas,lagi pula ini di rumah mama,kamu ini tidak tau tempat" ketus April cemberut


"Aku juga punya kamar di sini sayang dan tidak ada yang berani mengganggu"


"Kalau begitu nanti malam kita menginap di sini saja mas, kasihan mama kalau harus di tinggal"


"Kamu yakin?" tanya Haikal tak percaya karena selama menikah April tak ingin meninggalkan rumah ibu nya,kenapa tiba-tiba dia ingin di sini


"Hmmmm ..... untuk beberapa saat mas,aku tidak bisa menolak keinginan mama" aku April sambil terus memotong sayuran


"Jika terpaksa tidak usah sayang"


"Tidak mas,aku ikhlas" jawab April tersenyum dan meneruskan pekerjaannya

__ADS_1


Haikal menatap April yang terlihat cekatan dalam bekerja meskipun perempuan cantik ini tengah berbadan dua April tetap lincah tak seperti kebanyakan wanita hamil yang malah senang bermalas-malasan di kamar ,tidak suka dengan bau bawang dan sebagainya,April justru lebih suka bekerja membuat Haikal merasa menjadi lelaki yang sangat beruntung bisa menikahi nya.


__ADS_2