Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Taksi online


__ADS_3

Nisa melihat kiri-kanan takut jika ada yang memergoki nya saat masuk kedalam mobil Ardian.


"Kalau begini terus bisa-bisa jadi intel gue" gumam Nisa pelan saat masuk


"Kenapa?" tanya Ardian melihat Nisa mengoceh sendiri


Ting....belum sempat menjawab pertanyaan Ardian pesan masuk di ponsel Nisa dari Dinda teman sekantor nya.


"Kamu di mana Nis,malam ini kami kumpul di Kafe X, kamu mau ikut? jika ia Rizal akan membawa mu,dia masih di kantor"


"Astaga,apa Rizal melihat ku tadi" ujar Nisa melihat cepat kearah belakang


"Kenapa?" tanya Ardian lagi membuat Nisa terkejut.


"Itu.....hmmm,, anu...Masih ada Rizal di kantor apa dia lihat aku naik mobil kamu ya"


"Tidak ada yang lihat sayang"


Tiba-tiba ponsel Nisa berbunyi membuat Nisa memberi kan kode pada Ardian untuk diam.


"Hallo din"


"Nggak,,,aku nggak enak badan Din,capek banget,aku langsung pulang aja Din"

__ADS_1


"Biasa taksi online" jawab Nisa


"Bye... selamat senang-senang ya,maaf banget nggak bisa ikut" Ujar Nisa lalu menutup ponselnya dan menghela nafas panjang,dari tadi dia menahan nafas karena takut ketahuan dia sedang bersama Ardian.


Nisa menatap sang kekasih yang belum juga menjalankan mobilnya.


"Ayo....kamu sedang menunggu sesuatu?"Tanya Nisa


"Sudah bisa jalan buk, sesuai aplikasi ya!" ucap Ardian menampilkan wajah jutek nya karena di bilang sopir taksi online


Nisa tertawa kecil memukul lengan kekasih nya ini.


"Maaf....kalau tidak begini Dinda akan mengajak ku ke kafe,bukan nya kamu ingin kita makan malam di luar malam ini"


"Tapi tidak perlu bilang sedang dengan taksi online, serasa jadi sopir taksi aku"


"Boleh juga"


"Sama saja aku bunuh diri, semua pasti akan mendiamkan ku lalu mereka menjaga jarak karena kita berpacaran"


"Terus kalau kita menikah?"


"Itu lain cerita nya,lagi pula aku belum menerima permintaan mu untuk menikah"

__ADS_1


"Sayang cepat atau lambat kita akan menikah,aku akan minta keluarga ku untuk segera datang"


"Tapi-"


Cup satu kecupan di layangkan Ardian di bibir Nisa membuat perempuan cantik ini terdiam seketika.


"Aku akan menjaga mu dan menerima kekurangan mu, bahkan keluarga mu" tegas Ardian tanpa bisa Nisa bantah.


****


"Van,kenapa panggilan ku tidak pernah kamu jawab"ucap Cristin teman dekat Devan,Devan memang tak pernah mengatakan kalau perempuan yang dekat dengan nya sebagai kekasih,hanya teman dekat karena dia memang tak pernah berkomitmen pada perempuan mana pun.


"Aku sibuk Tin, Pulang lah"


"Kamu kenapa Van, biasanya setiap aku hubungi pasti kamu semangat,kamu punya perempuan baru?" tanya Cristin tidak terima


"Aku sedang bekerja, silahkan keluar" jawab Devan lembut


"Van,kamu ini kenapa" bentak Cristin memukul berkas yang di pegang oleh Devan hingga bertaburan ke lantai membuat Devan kesal


"Aku bilang keluar,aku sedang banyak pekerjaan,jangan membuat ku bertindak kasar pada mu" pekik Devan membuat Cristin terdiam,tidak pernah Devan seperti ini sebelumnya,Devan yang terkenal playboy dan penyayang wanita selama ini tai hari ini sedikit berbeda dia justru dari tadi tidak fokus dan uring-uringan.


Cristin segera keluar meninggalkan Devan.

__ADS_1


Devan memijat kepala nya yang terasa sedikit pusing.


"Bu Tari segera keruangan ku bereskan berkas ini" perintah Devan melalui saluran telepon,Tari adalah sekertaris ayah nya setelah kepergian Anisa.


__ADS_2