Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
ekstra part 2


__ADS_3

"Bun,,Nur kesakitan" pekik Tama pada sang mertua


"Mungkin akan melahirkan tam,ayo bawa segera kerumah sakit"sahut April segera berjalan ke arah kamar Nur


"Bun, sakit" rengek Nur dengan bulir keringat di wajah nya


"Tahan sayang,ayo tam segera siapkan mobil biar mama hubungi papa"ujar April dan di anggukki Tama patuh,dia pun juga sangat khawatir saat ini karena ini pengalaman pertama mereka.


"Sabar sayang,kita kerumah sakit sekarang ya" bujuk April


Tama menggendong tubuh istrinya ini kearah parkiran mobil dan di ikuti April serta satu orang pembantu mereka.


"Bun tolong hubungi mama juga agar segera menyusul" pinta Tama


Tama menginjak pedal gas mobil nya kencang karena khawatir melihat Nur yang sudah kesakitan.


"Tam, pelan-pelan...!! bunda takut kalau kamu terlalu ngebut begitu,bukan nya menyelamatkan Nur tapi kita semua terancam"


"Maaf bun,aku panik" jawab Tama menurunkan kecepatan mobil nya

__ADS_1


****


"Jangan ngejan dulu bun pembukaan nya belum lengkap nanti malah menutup jalan lahir, sabar ya,tarik nafas saja saya siapkan dulu alat-alat nya" Ujar sang dokter memberikan arahan pada Nur


Tama terus menggenggam tangan istrinya ini, keluarga besar mereka sudah menunggu di luar menanti kehadiran anggota baru.


"Sayang kamu pasti kuat,jangan takut" bisik Tama dan di anggukki Nur pelan


Tama mengecup bibir Nur sekilas memberikan kekuatan agar Nur bisa semangat untuk mengeluarkan buah hati mereka,buah hati yang sudah lama mereka nanti kan,bahkan Nur pernah beranggapan diri nya mandul karena belum kunjung di berikan kepercayaan tapi kini mukjizat Tuhan itu nyata.


Tama mengelus lembut kening Nur saat perempuan cantik ini berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan anak mereka.


Nur semakin kuat menggenggam tangan Tama saat dirinya berusaha mengejan.


Beberapa kali percobaan akhirnya Nur menyerah


"Sayang,,ayo udah kelihatan" bisik Tama


"Aku lelah Ay" jawab Nur pelan

__ADS_1


"Lelahan mana dengan menunggu dia selama ini,hanya tinggal hitungan detik kita bertemu dengan nya sayang" bujuk Tama membuat Nur bersemangat lagi,benar yang di ucapkan Suaminya ini lebih lelah menunggu saat hamil dan kini dia malah menyerah.Tidak!!!! aku harus kuat batin Nur kembali mengejan.


"Hoek......Hoek" meskipun sedikit terkoyak akhirnya Nur berhasil mengeluarkan bayi lelaki tampan,persis sekali dengan wajah Tama.


Hembusan nafas lega terdengar dari bibi r Nur bahkan Tama pun menitikkan air mata mendengar tangisan putra pertama mereka,ada rasa haru menyelimuti lelaki tampan ini,saat ini dia sudah menjadi ayah.


"Selamat sayang, terimakasih kamu sudah memperjuangkan semua nya"


****


"Welcome baby comel, pangeran nya oma" ucap Adel tersenyum saat perawat membawa Nur dan Anak nya masuk kedalam ruang perawatan.


Tak ada lagi yang lebih bahagia menurut Adel selain bertambah nya cucu,Rumah pasti akan menjadi ramai, begitu juga dengan April yang bahagia menyambut kelahiran cucu nya.


"Bunda bahagia sayang,kalian semua sudah dewasa dan sudah menjadi orang tua, semoga rumah tangga kalian semua di berkahi oleh sang pencipta"ucap April tulus, tetesan air mata tak terasa turun dari pipi yang mulai menua.


Haikal pun tak kalah bahagia nya karena tak menyangka kehidupan mereka berbanding terbalik dengan khayalan saat mereka muda.


"Ardian Pratama" nama anak lelaki yang di sematkan oleh Tama dan Nur.

__ADS_1


__ADS_2