
"Plak"
Satu tamparan di layangkan Nina untuk Karin yang sudah berani datang kerumah nya dan minta pertanggungjawaban suaminya, benar-benar wanita gila...!!!
Tadinya Karin memohon pada Damian untuk membantu nya mengancam Haris tapi Damian tidak mau tau,Damian tidak ingin ikut campur dengan urusan yang tidak jelas menurut nya, apalagi Karin bukan lagi istri keponakan nya tak ada kewajiban Damian membantu Karin akhirnya Karin memutuskan untuk pergi sendiri kerumah Nina istri Haris tanpa sepengetahuan Haris.
"Pergi kamu....!" bentak Nina
"Kamu pikir di sini tempat pengaduan,saat kalian bersenang-senang kalian sebisa mungkin menutup nya di belakang ku dan saat kamu hamil kamu mendatangi ku,apa kewarasan ku sudah hilang...!"ucap Nana menatap sinis Karin
"Tapi ini benar-benar anak Mas Haris mbak,aku tidak mungkin menggugurkan janin yang tak berdosa ini" Isak Karin
"Kamu perempuan yang tidak tau malu,kamu masuk di kehidupan rumah tangga ku tanpa permisi dan kini kamu minta pertanggungjawaban suami ku,kenapa tidak kamu temui saja dia,minta dia menikahi mu,kenapa harus aku yang kau temui" bentak Nina lagi
"Mbak kita sesama perempuan tolong sedikit pakai hati nurani mu,aku tengah hamil anak mas Haris,biarkan kami menikah"
__ADS_1
"Kau berbicara nurani,di mana nurani mu saat kau tidur dengan suami ku,di mana nurani mu saat mengambil suami ku,kau perempuan gila,yang menghamili Haris kenapa kau datang padaku"
"Mbak kami saling cinta,dan saling suka,mas Haris berjanji akan menikahi ku mbak,tolong biarkan aku menjadi istri kedua mas Haris aku janji akan meminta mas Haris adil mbak" mohon Karin
Nina menggeleng kan kepala nya tak percaya dengan ucapan Karin, benar-benar perempuan tak tau malu,Nina juga tak menyangka Haris berani bermain api di belakang nya padahal pernikahan mereka sudah berjalan hampir 10 tahun dan anak mereka sudah besar,apalagi yang kurang dari Nina semua ucapan Haris dia turuti dan rumah tangga mereka berjalan baik tanpa pertengkaran.
"Jika kalian saling cinta dan saling suka, temui Haris minta dia nikahi mu,aku tak mau tau urusan ini" ucap Nana kesal lalu masuk kedalam rumah nya meninggal kan Karin sendiri duduk di teras.
Karin mengepalkan tangannya,apa lagi yang harus dia perbuat.
"Ya tak ada cara lain lagi kecuali mas Haikal" gumam Karin
****
"Kenapa telat pulang sayang?" tanya Adel saat membantu Damian membuka kan pakaian nya
__ADS_1
"Ada sedikit urusan yang harus di selesaikan dulu" jawab Damian mencium kening Adel
"Mana anak-anak?" tanya Damian tak melihat dua buah hatinya di kamar mereka biasanya Adel selalu bermain bersama dua buah hatinya saat menunggu Damian pulang
"Abang Tama sedang berenang dengan pengasuh nya,Adik Bella sedang tidur,tadi dia sedikit rewel dan baru tertidur" jelas Adel mengemasi pakaian kotor Damian
"Sayang temani aku mandi" ujar Damian mendekat pada Adel dan memeluk tubuh perempuan yang masih terlihat gemuk itu,Adel memang tak melakukan diet apapun karena Damian melarang nya,Damian ingin nutrisi untuk istri dan anak-anaknya terpenuhi,jadi biarlah tubuh Adel besar asalkan sehat
"Sayang ini masih sore" ucap Adel pelan saat Damian sudah mencium tengkuk nya
"Pagi,siang,malam sama saja sayang,tidak ada yang berbeda.Aku merindukan mu" bisik Damian mesra,sudah lama sekali mereka tidak mandi bersama, apalagi sejak ada si kembar aktivitas Damian selalu di ganggu oleh dua bocah itu.
Damian menggendong tubuh Adel membuat Adel tersenyum manis dan mengalungkan tangannya di leher suami nya ini, memang Adel sadari waktu mereka berdua berkurang sejak kelahiran si kembar,Adel selalu menghabiskan waktu nya untuk buah hati nya itu hingga sering mengabaikan Damian tapi hal itu tak menjadi masalah untuk Damian terkadang dia pun sering terjaga malam untuk menemani Adel menyusui anak mereka.
Damian benar-benar lelaki bertanggung jawab dia tak banyak menuntut dari Adel membuat rumah tangga mereka bertambah harmonis apalagi ada nya buah hati mereka bertambah lengkap semua nya.
__ADS_1