
"Bun,jika menikah dengan keluarga itu boleh?"tanya Nur tiba-tiba saat mereka makan malam bertiga dengan Haikal sedangkan Vino sudah meminta izin untuk pulang duluan ke Jakarta pada Haikal dengan alasan pekerjaan,Vino benar-benar pusing jika mendengar nama Dion dia takut kalau Bella kembali lagi terkena bujuk rayu lelaki brengsek itu.
"Huk.....huk....."
"Pa, hati-hati makan nya" ujar April menyodorkan satu gelas air putih pada Haikal dan di minum habis oleh lelaki berumur itu.
"Siapa yang mau menikah dengan saudara?" tanya April lagi
"Teman Nur bun, emang boleh ya bun?"
"Di lihat dulu saudara nya bagaimana jika om dan Keponakan kandung ya tidak bisa" sahut Haikal membuat Nur kecewa
"Kalau misalnya sepupu yang berbeda jenis kelamin nya boleh, misalnya gini Becca sama Om Tama tapi oma Adel yang jadi Adik nya opa Heru,itu bisa-bisa aja" jawab April
Haikal memerhatikan raut wajah kecewa Nur, membuat Haikal semakin yakin ada cinta antara Tama dan Nur saat ini.
"Tama kemana Bun? ikut Vino pulang?" pancing Haikal
__ADS_1
"Om Tama pulang bun? kok nggak bilang sama Nur, tau mereka pulang kan Nur ikut" jawab Nur
"Orang kamu nggak keluar kamar dari tadi"
"Tapi kan bunda bisa cegah dulu bun" kesal Nur,Nur meletakkan sendok nya nafsu makan nya tiba-tiba hilang saat tau Tama pulang
"Om Tama nggak ada bilang mau pulang,cuma kak Vino yang izin tapi nggak tua juga kalau dia ikut karena kamu ngambek" jawab April membuat Nur meninggalkan meja makan dan mencari ponsel nya dia mencoba menghubungi Tama tapi ponsel Tama mati Nur berpikir Tama benar-benar pulang.
****
Tama menikmati hembusan angin malam di tepi pantai setelah mengantar kan Vino Tama memilih mencari tempat untuk sekedar melepas kan penat nya.
Tama merogoh kantong nya mencari ponsel untuk menghubungi Nur,dia ingin tau kabar Nur malam ini, meskipun tidak bisa melihat langsung karena Nur mengurung diri setidaknya suara Nur masih bisa dia dengar.
"****......." kesal Tama melihat ponsel nya mati,Tama memang lupa mencarger ponsel nya saat datang kemarin,dia terlalu khawatir pada Nur hingga tak berkonsentrasi lagi.
Tama berpikir bagaimana cara dia bisa menyakinkan Nur agar pulang dari Australia mereka menikah? lalu bagaimana Haikal dan April? kepala Tama seperti mau pecah menghadapi semua keluarga mereka kenapa sebegitu rumit kisah Cinta nya ini.
__ADS_1
****
Nur keluar dari kamar untuk mengambil air minum karena tenggorokan nya terasa kering habis menangis di tinggal Tama
"Kamu kenapa Nur?" tanya April
"Haus bun" jawab Nur pelan melenggang ke arah dapur
"Bun,besok kita pulang ya" ajak Nur setelah kembali dari dapur
"Bukan nya kamu mau liburan di sini,bunda betah lo di sini Nur,satu bulan lagi juga Bunda mau,biar papa saja yang pulang"
"Bun,Nur mau pulang saja,di sini masakan nya tidak sesuai dengan selera Nur" alasan Nur
"Tidak sesuai makanan atau hati yang sedang tidak sesuai" Sindir Haikal membuat Nur terdiam
"Nur,kamu itu kenapa nak,coba cerita dulu sama Bunda"
__ADS_1
"Bun.....pa,Nur mau nikah boleh?" tanya Nur tiba-tiba
"Nur......"pekik Haikal yang tak percaya anak perempuan nya minta nikah saat ini.