Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Hamil


__ADS_3

Tangan Adel bergetar hebat saat melihat garis dua di tespek,hamil apa benar dia bisa hamil.


Air mata Adel menetes baru beberapa bulan menjadi istri Damian dia bisa hamil apa ini cara tuhan untuk membuat mereka tak bisa terpisah kan dengan cara menghadirkan seorang bayi di tengah kehidupan rumah tangga nya yang masih bisa di bilang seumur jagung.


Adel menggenggam kuat tespek dengan mata yang masih berair


"Del kamu kenapa?" tanya Damian bingung melihat Adel menangis keluar dari kamar mandi


"Saya-ng ak-u"Adel langsung memeluk tubuh Damian dan mengisak, penantian panjang nya kini membuah kan hasil,dia hamil...!!, Adelia sudah sembuh dari penyakitnya.


"Kenapa Del?" tanya Damian khawatir Adelia masih juga menangis


"A-ku.....Aku hamil sayang" ucap Adel membuat Damian tertegun, istri nya hamil? perempuan yang di sangka mandul oleh kakak iparnya kini tengah hamil anak nya


Adel membuka genggaman tangan nya dan memberikan tespek garis dua pada Damian, lelaki tampan ini terharu karena Adel bisa hamil oleh nya.


"Del,ayo kita periksa" ajak Damian dan di anggukki Adel setuju


****


" Selamat bu Adel...! usia kehamilan Anda sudah masuk 8 Minggu,dan janin nya kembar tolong di jaga baik-baik ya!" jelas sang dokter tersenyum manis menyampaikan berita bahagia untuk Adel


Air mata Adel lagi-lagi turun tanpa permisi di genggam nya kuat tangan Damian,tuhan sangat baik padanya bukan hanya satu tuhan memberikan berkali-kali lipat kebahagiaan untuk nya dengan kehadiran dua janin, penantian panjang nya berakhir sudah,dulu Adel berpikir dia tidak akan bisa hamil karena penyakit kistanya tapi tuhan langsung memberikan mukjizat untuk nya dengan dua anak sekaligus.

__ADS_1


"Sayang" panggil nya menangis di pelukan Damian,Damian mengusap rambut Adelia lembut dia tau saat ini Adel tengah menangis bahagia.


"Bu, Vitamin nya terus di minum ya dan rutin kontrol kemari karena takut nya Kista ibu belum sembuh total, tapi dari hasil pemeriksaan terakhir susah sembuh,untuk mual dan muntah di trimester pertama itu hal wajar jangan takut ataupun cemas,susu ibu hamil nya di minum dan jangan lupa makan makanan bergizi, semoga kehamilan ibu lancar sampai hari H launching baby nya"


"Amiin....."


"Baiklah dok terima kasih dan kami permisi dulu" jawab Adel tersenyum kecil menyalami tangan sang dokter


Setelah menebus obat mereka langsung pulang,Damian menuntun Adel pelan ke arah parkiran mobil nya.


"Kita langsung pulang?" tanya Damian


"Aku ingin belanja buah dan susu ibu hamil dulu sayang, kebetulan barang masak di rumah sudah habis" jawab Adel dan langsung di anggukki Damian


****


"Ma...aku mau itu,itu ma" rengek anak kecil


" Sayang mama tidak punya uang,besok ya kita beli" bujuk sang nenek


"Tapi aku mau itu ma,,coklat itu...hiks...hiks...."


Tangisan bocah itu menyita perhatian Adel dan Damian,Adel segera mendekati nya dan di ikuti Damian

__ADS_1


"Satria" gumam Damian membuat Adel tersentak kaget,dia tidak tau nama anak itu tapi dia ingat betul kalau anak itu yang bergelayut manja di pelukan Haikal saat Adel membuntuti Haikal dulu


Adel mundur satu langkah saat bu Warsi dan Karin menatap kearah mereka


"Sayang ayo kita pulang" ajak Adel hendak menarik tangan Damian


"Del..... Adelia" panggil Karin pelan membuat Adelia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kembali menatap perempuan yang sudah merenggut suaminya dulu


"Maaf kan aku Mbak" ucap Karin memberanikan diri


"Tak ada yang perlu di maafkan, semua sudah terjadi dan saya berterima kasih kepada mu karena sudah mengambil mas Haikal dari ku sehingga aku bisa menikah dengan Damian lelaki baik dan penyayang dan bonus kaya raya" jawab Adel menggenggam tangan Damian erat, Adel seolah menunjukkan kalau tidak terjadi apapun pada nya,benci pasti rasa itu ada tapi untuk dendam Adel sudah memaafkan nya karena adanya Damian yang menggantikan posisi Haikal.


Karin terdiam sesaat,rumor pernikahan Adel dan Damian ternyata benar bukan sekedar kecemburuan semata Haikal.


"Dan satu lagi gelar mandul yang kalian sematkan pada ku dulu itu sudah tak berlaku lagi karena saat ini aku tengah mengandung anak Damian,buah cinta kami...iya kan sayang?" lanjut Adel bangga menatap Damian dengan senyum manis nya


Karin semakin terdiam karena Adelia malah bahagia berpisah dari Haikal sedangkan dirinya makin nelangsa


Adelia mengeluarkan kan uang lembaran merah sebanyak 10 lembar dan mendekat pada Satria


"Sayang,beli cemilan apapun yang kamu mau,ini uang nya karena tante tau papa dan mama mu tidak akan bisa memberikan apa yang kamu mau" ujar Adel memberikan uang pada Satria lalu pergi


Damian hanya diam saja dia membiarkan Adel berbuat semaunya, mungkin selama ini Adel sudah lama memendam rasa marah pada Karin dan hari ini dia ungkapkan dengan cara yang berbeda bukan mencaci tapi membuat Karin seperti seorang pengemis di matanya

__ADS_1


__ADS_2