
Seminggu ini Bu Fatma menunggu kedatangan Haikal tapi lelaki mapan itu belum sempat juga mengunjungi mama nya karena April dua hari belakangan ini sakit membuat Haikal lebih banyak menghabiskan waktu bersama April
" Huek....huek...."
"Ayolah ke dokter sayang,aku takut kamu malah sakit parah,sudah dua hari kamu tidak mau makan" bujuk Haikal
"Tidak apa-apa mas, palingan maag ku kambuh" jawab April
"Kamu sering telat makan?"
"Kadang kalau lagi sibuk kerja,tapi nanti juga baik mas kalau minum obat" sahut April
"Obat nya mana? sini mas bantu"
"Ini udah siang nanti mas telat, Jakarta macet mas,sudah aku bisa sendiri mas berangkat saja" tolak April
"Yakin??"
"Yakin kalau ada apa-apa nanti aku hubungi mas segera" jawab April tersenyum manis sambil memeluk tubuh Haikal
"Baiklah aku berangkat kekantor dulu sebentar siang ini akan aku usahakan pulang cepat" ucap Haikal mencium kening April lalu segera keluar kamar
"Sayang,hari ini kamu libur dulu sekolah nya ya temani mama di rumah,papa ada urusan sebentar" ujar Haikal pada Vino beruntung bocah lelaki itu mengerti
Setelah Haikal pergi April bergegas ke kamar mandi,dia sudah memesan dua tespek kemarin karena merasa tubuhnya lemah,April merasakan kalau dia tengah berbadan dua sama seperti waktu hamil Vino dulu tapi untuk mengatakan pada Haikal,April masih ragu karena takut Haikal sudah berharap banyak pada nya sedang kan dia tidak hamil jadi April memutuskan untuk mengetes nya sendiri.
Beberapa detik menunggu akhirnya April mengangkat tespek nya dan ternyata benar garis dua berwarna pink terlihat jelas...Air mata April mengalir ternyata tebakan nya benar dia tengah hamil,tuhan memberikan dia kepercayaan lagi tak pernah terbayangkan sebelumnya kalai dia akan menikah dan hamil secepat ini, tapi kini tuhan memberikan rezeki yang tak terduga menurut April.
April segera mandi dia ingin memeriksa kan diri ke dokter dan memberi kan kejutan langsung pada Haikal nanti.
"Sayang segera mandi temani bunda ke rumah sakit" ucap April pada Vino
"Rumah sakit...!! bunda sakit?" tanya Vino tak mengerti
__ADS_1
"Tidak,hanya memastikan sesuatu..ayo" ucap April dan di anggukki patuh oleh bocah tersebut
****
"Selamat ibu usia kandungan nya memasuki empat Minggu,di jaga baik-baik ya...!!"
"Terimakasih dok" sahut April tersenyum manis
"Kamu akan jadi kakak sayang" ucap April menatap Vino yang juga ikut senang mendengar kalau dia akan memiliki adik
"Untuk perkembangan lebih lanjut bulan depa bisa kemari lagi,saya resep kan vitamin nya dan jangan lupa minum susu ibu hamil nya serta makanan bergizi"ucap Sang dokter ramah
Setelah memeriksa kan diri April segera pamit dia sudah tidak sabar memberitahu kabar gembira ini untuk suaminya
"Kita ke kantor papa sayang, pasti papa senang dapat kabar ini" ujar April menggenggam tangan Vino di dalam taksi
***
"Ma aku sedang sibuk" ucap Haikal saat melihat mama nya dan Anggi masuk kedalam ruangan nya,ingin sekali Haikal mengatakan kalau dia sudah menikah tapi mulai dari mana?
"Mama tau kan aku banyak sekali pekerjaan tolong mengerti aku ma,aku tidak bisa meladeni mama saat ini"
"Mama hanya butuh kepastian kal,Mama sudah bawa Anggi kemari"
"Kepastian apa ma? aku tidak ada janji apapun pada mama"
"Kepastian untuk nikahi Anggi...!!"
"Crek....." pintu ruangan Haikal terbuka dan semua mata tertuju pada April yang menggenggam tangan Vino serta menenteng tas Hermes pemberian Haikal
"Nikahi Anggi...!" ulang Bu Fatma membuat April terdiam kaku
"Sayang" gumam Haikal
__ADS_1
"Bunda" ujar Vino saat melihat bunda nya hanya diam di depan pintu tanpa melangkah ke arah papa nya
"Maaf saya mengganggu kalian, permisi" ujar April menarik tangan Vino dan segera pergi meninggalkan ruangan Haikal sambil menitikkan air mata nya.
"Sayang..."panggil Haikal ingin mengejar April tapi ditahan oleh bu Fatma
"Apa maksud kamu Kal, jangan buat malu mama ada Anggi di sini...!!" cekal Bu Fatma
"Lepas ma, perempuan itu istri ku" tegas Haikal membuat Bu Fatma terkejut mendengar pengakuan anak lelakinya ini
Istri bagaimana mungkin Haikal sudah menikah tanpa restu dari nya,di mana? kapan? pikir Bu Fatma
Haikal segera menepis tangan mama nya dan mengejar April keluar.
"Tante apa-apa an ini, Haikal sudah menikah? tante membohongi saya" rengek Anggi
"Maaf sayang tante juga tidak tau, mungkin ini salah paham sayang" ucap Bu Fatma
Anggi menghentak kan kaki nya kesal dan keluar
"Anggi.....maaf kan tante nggi" kejar Bu Fatma tapi tak di gubris oleh Anggi dia terus pergi meninggalkan bu Fatma
"Nggi.... Anggi dengar kan dulu penjelasan tante,tante bisa minta Haikal untuk menceraikan istrinya nanti Haikal anak penurut Nggi" ucap Bu Fatma terus mengejar Anggi tanpa memperhatikan jalan
Anggi yang terlihat kesal berjalan duluan meninggalkan Bu Fatma di belakang
"Bu.....awas...!!" pekik Anita saat melihat mobil melintas kencang sedangkan calon mertua nya ini tak melihat kiri kanan
Anita berlari kencang menarik Bu Fatma dan akhirnya mereka berdua terlempar ke jalan membuat semua pengendara berhenti
"Anita......Bu Fatma" pekik Satpam kantor yang tau siapa Anita karena Anita memang sering datang ke kantor Haikal untuk pekerjaan
"Tolong bantu angkat ke mobil bawa segera kerumah sakit" ujar salah seorang karyawan yang juga tau kalau Bu Fatma adalah mama Haikal sedang kan Anita adalah pegawai di kantor Damian.
__ADS_1
Semua ikut membantu dua perempuan ini.