
" Plak....."
Satu tamparan keras di layangkan Bu Fatma untuk Karin membuat Karin meringis kesakitan memegang pipi nya yang memerah,Bu Fatma yang tidak sengaja memergoki Karin sedang makan siang bersama lelaki lain dengan begitu mesra di salah satu restoran di mall saat bu Fatma sedang arisan dengan teman-teman nya.
"Ma... apa-apa an kamu" bentak Pak Heru,bukan maksud membela Karin tapi Pak Heru pusing dengan adanya pertengkaran setiap hari di rumah ini.
"Perempuan ini benar-benar ****** pa,dia susah menjual tubuhnya dengan lelaki lain,dia mengkhianati Haikal anak kita!" bentak Bu Fatma
" Hiks .....hiks .....saya sudah lama menginginkan perceraian tapi anak mama sendiri yang tidak mau menceraikan saya" isak Karin
"Jangan mimpi kamu,Haikal akan menyiksa mu sesudah ini,kamu sudah membawa aib untuk keluarga kami"
" Ma,,cukup...!!! kamu yang memilih dia dan sekarang kamu rasakan imbas dari pilihan mu" ucap Pak Heru menyudahi pertengkaran mertua dan menantu ini
Karin segera berlari masuk kedalam kamar ibu nya
"Rin,sudah ibu katakan kita lari saja dari rumah ini,ibu sudah tidak tahan melihat mu terus di siksa begini nak" ucap Bu Warsi dia tak bisa berbuat apa-apa karena sudah pasti Bu Fatma akan ikut menyiksanya bahkan Satria jika dia ikut campur
"Bu kasihan Satria kalau kita pergi mau tinggal di mana kita bu,aku tidak punya uang lagi, pekerjaan ku pun tidak tetap bu" jawab Karin
"Tapi hidup seperti ini ibu tidak sanggup Rin,kamu terus di sakiti Haikal dan mama nya, Satria tidak dapat kasih sayang kalian lagi nak,Haikal sibuk dengan dunia nya begitu juga kamu,nenek dan kakek nya tidak peduli, bagaimana dengan mental Satria setelah ini"
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi bu,ini sudah pilihan yang ibu berikan pada ku dulu"
"Rin,,maaf kan ibu.Ibu kira menikah dengan Haikal akan membuat mu bahagia tapi nyatanya tidak,maaf Rin....Ibu salah" isak Bu Warsi,untung saja saat ini Satria sedang tidur siang sehingga tak mendengar kan tangisan mama dan Nenek nya ini.
****
" Cup"
Satu kecupan lembut di layangkan Damian di perut Adel,Damian mengusap lembut
"Sayang papa baik-baik di sana,jangan nakal kasihan mama" bisik Damian berbicara di perut Adel, seperti mengerti sedang di ajak bicara dua calon bayi di perut Adel bergerak membuka Damian terkejut dan terkekeh kecil
" Dia tau kalau papa nya sedang rindu,Mau papa jenguk sayang" goda Damian lagi membuat Adel mencubit kecil pinggang suaminya ini
" Awww......." ringis Damian kecil dan di sambut dengan tawa Adel
"Kalau mereka sudah lahir pasti marah papa nya di siksa gini sama mama nya" ujar Damian cemberut
"Habis nya kamu nggak tau jam kalau pengen"
"Tapi kamu suka kan?"
__ADS_1
"Capek tau! apalagi perut besar begini,lihat nih pipi aku gemuk banget yang" ujar Adel memegang pipi nya sendiri
"Chubby aku suka kamu tambah seksi Del"
"Seksi apa nya gendut gini" cebik Adel
"Tapi aku makin cinta dan pengen nya terus di manja kamu"
"Udah mau punya anak juga masih manja"
"Kalau udah lahiran aku harus puasa 40 hari sayang,dan ini sudah berbagi dengan si Kembar" ujar Damian meremas P*y*d*r* Adel
"Jadi sebelum lahiran di puaskan dulu biar nggak karatan" jawab Damian terkekeh kecil sambil menyusupkan tangan nya di balik Daster Adel
"Dari mana kamu tau?" tanya Adel
"Aku sudah mulai baca-baca artikel tentang ibu melahirkan,suami siaga dan cara merawat bayi agar aku bisa menjaga kamu dan anak-anak kita nanti,tapi sayang kamu beneran nggak pengen tau kelamin anak kita?" tanya Damian
"Nggak biar jadi kejutan di hari lahir,kalau aku berdo'a satu pasang tapi apapun yang Tuhan berikan aku bersyukur, karena itu anak aku dan kamu" jawab Adel tersenyum manis,Adel beberapa kali memeriksa kan kandungan nya tapi dia tak ingin di beritahu apa jenis kelamin anak mereka membuat Damian gemas dan penasaran.
Mendapatkan anugerah hamil saja sudah sangat bahagia sekali bagi Adel dan kini diberikan dua anak sekaligus membuat nya merasa menjadi perempuan sempurna.
__ADS_1