
Damian memeluk tubuh Adel dari belakang dan mencium pipi nya beberapa kali,pagi ini Adel sudah bangun duluan dan sekedar berjalan kecil di taman belakang mereka,Adel memandangi bunga mawar yang sedang berkembang.
" Sedang memikirkan apa?" tanya Damian sambil mengusap perut Adel pelan
Adel menghela nafas panjang
"Dulu aku punya impian memiliki suami dan anak serta kehidupan yang sudah pasti bahagia saat menikah dengan Haikal tapi impian itu sirna dengan pengkhianat Haikal" ucap Adel pelan mengingat kembali masa lalu nya yang cukup menyakitkan
"Tapi dengan kehadiran kamu impian itu seolah kembali datang bahkan tuhan langsung memberikan dua hadiah sekaligus" lanjut Adel menatap perut nya dan meraih tangan Damian yang masih memeluk tubuh nya meskipun tidak bisa erat karena perut buncit nya.
" Sayang...rumah tangga itu ibarat bunga mawar indah tersebut,ada kalanya dia mekar,dan ada kalanya dia gugur jika kita tidak sabar menunggu kuncup berikut nya maka kita akan kehilangan segalanya" ucap Damian
"Maksud mu aku harus sabar melihat Haikal menikah lagi,aku harus menerima madu ku..!" ketus Adel
__ADS_1
"Bukan sayang,aku hanya ingin kamu belajar ikhlas dengan apa yang sudah pergi,anggap saja Haikal sebagai bunga yang sudah gugur dan aku kuncup yang baru" jawab Damian cepat,dia takut princess nya ini merajuk
" bukan nya kuncup suatu saat akan jadi bunga dan bisa layu bahkan gugur"
" Hmmmm..... suatu saat aku akan layu dan menua tapi cinta ku tak akan pernah bisa hilang meskipun di makan usia" Ucap Damian tersenyum dan menggigit gemas pipi bakpao Adel membuat perempuan ini menjerit
"Sayang...sakit" rengek Adel memegang pipi nya tapi Damian hanya terkekeh kecil
"Kamu tau kalau kamu adalah satu-satunya perempuan yang paling aku cintai,dan kamu lah perempuan yang berhasil membuat ku menggila semalaman" aku Damian
"Kamu ingat saat pertama kali aku menginap di rumah mu dulu, karena ponsel mu tidak di angkat aku sampai mendobrak pintu belakang" ingat Damian dan di anggukki Adel sambil tertawa kecil mengingat betapa konyol nya Damian sampai mengira dia bunuh diri
"Kamu membuat ku benar-benar khawatir saat itu karena Haikal membawa Karin ke rumah mama nya" lanjut Damian
__ADS_1
"Sejak kapan kamu mencintai ku om?" goda Adel
"Mungkin saja saat kamu masih menjadi istri Haikal" jawab Damian cepat membuat Adel menutup mulut nya tak percaya
"Jadi kamu sudah mengincar ku lama...!"
"Bisa jadi" jawab Damian santai
"Tapi aku tak bisa menunjukkan rasa itu saat kamu masih bersama Haikal,tanpa aku sangka dan ku duga tuhan itu sangat baik,dia memisahkan mu dengan Haikal dengan cara yang tak terduga hingga aku bisa masuk dalam kehidupan mu dan saat ini kau mengandung anak ku hingga kau tak akan bisa lari dari ku" ucap Damian
"Sayang,,aku tak akan pernah pergi jika kau bisa menjaga ku dengan baik,aku tak akan pernah lari karena aku berdiri di tempat yang sama yaitu di sebelah mu jadi jangan Khawatir" ujar Adel memeluk Pinggang Damian
"Mungkin sebagian orang mengira kita ini pasangan tak berprasaan karena menikah di balik kesulitan Haikal tapi itulah cinta, perasaan cinta tak bisa di bohongi,aku nyaman di dekat mu dan aku merasa aman menjadi istri mu,aku harap kita bisa menua sampai ajal menjemput kita Sayang" ucap Adel panjang lebar membuat Damian semakin cinta dengan perempuan ini..
__ADS_1
Hari ini hari libur Damian dan Adel sengaja memutuskan untuk tidak keluar rumah karena akan menghabiskan waktu bersama apalagi kini kandungan Adel sudah tua, Adel butuh tempat untuk bermanja-manja.