Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Masalah


__ADS_3

"Ada masalah di kafe pak,anda harus segera ke Bandung" Lapor orang kepercayaan Vino memberikan kabar


"Masalah?? apa kamu tidak bisa mengatasi nya? aku masih sibuk di sini" ujar Vino


"Uang gaji karyawan bulan ini hilang, CCTV nya ada yang mematikan pak,Saya tidak tau harus mengambil tindakan apa"


"Kenapa bisa???? coba kamu cari tahu dulu,jangan ada yang satu karyawan pun yang izin, biarkan mereka bekerja seperti biasa nya,saya akan segera ke sana" ucap Vino


Vino segera mengambil kunci mobilnya dan pergi, meskipun pikiran nya saat ini enggan untuk ke Bandung karena takut bertemu Dion dan Bella yang sedang bersenang-senang di sana.


****


Nur merapikan semua pakaian nya,dia benar-benar ingin pergi meninggalkan Jakarta untuk sementara waktu karena hati nya tidak akan sanggup melihat pertunangan Tama apalagi sampai dengan pernikahannya nanti


"Sayang kamu yakin mau ke Australi? pikir kan dulu dengan kepala dingin Nur" ujar April lagi


"Bun,Nur sudah dewasa.Saat ini Nur ingin mencari kebahagiaan Nur sendiri bun"


"Apa di sini kamu tidak bahagia sayang bersama bunda,papa dan kakak mu?" tanya April penasaran


"Bahagia bun tapi Nur selalu di kekang oleh mereka tidak ada satu lelaki pun yang berani mendekati Nur"

__ADS_1


"Jadi kamu butuh teman lelaki?" tanya April lagi,dia mulai mengerti ucapan Nur mengarah kemana,anak perempuan nya ini sudah dewasa butuh pasangan.


Nur hanya mengangguk pelan sambil terus merapikan pakaian nya.


"Nur, terkadang kita memang tidak tau apa yang sedang di rencanakan Tuhan sayang, Rezeki, jodoh dan maut sudah di gariskan oleh nya, sejauh mana pun Nur pergi jika jodoh Nur di sini pasti Nur akan kembali ke sini lagi sayang,tidak perlu keluar negri segala"jelas April


"Tapi Nur butuh liburan bun" kekeh Nur


"Yakin hanya Liburan, tidak ada maksud lain?" April sendiri sudah mulai curiga dengan sikap anak perempuan nya ini tapi Nur memang tipe yang pandai menyembunyikan perasaan nya,dia terlihat tenang meskipun saat ini hati nya tengah sedih


"Please bun,beri Nur waktu untuk semua ini" mohon Nur


"Baik lah bunda akan izin kan tapi tidak untuk cuti kuliah Nur,hanya liburan...!!"tekan April,dia juga tak ingin Nur menetap di luar Negeri seperti Becca sepupu nya


****


Bella mengaduk minuman nya pelan,air mata nya terus menetes di pipi putih nya, beberapa tahun menjalani hubungan hanya sia-sia,Bella tidak menyangka Dion bisa mengkhianati dirinya padahal selama ini Bella memberikan kepercayaan penuh pada Dion.


"Kenapa perjalanan cinta ku begitu menyakitkan tuhan" Batin Bella


Vino yang baru menyelesaikan permasalah kafe nya mengusap wajah nya kasar, meskipun dia harus mengalami kerugian setidaknya pelaku nya sudah di ketahui dan sudah di tindak lanjuti,Vino segera bangkit dari duduknya dan keluar tanpa sengaja dia melihat perempuan yang sedang duduk sendirian di sudut kafe,Bella melamun sambil mengaduk capuccino pesanan nya, tatapan nya kosong.

__ADS_1


"Bella" gumam Vino tak percaya,dia malah melihat Bella sendirian di cafe nya,Vino melihat kiri kanan kalau-kalau ada Dion yang menemani Bella tapi tidak ada,Bella benar-benar sendiri saat ini.


"Bel...." sapa Vino


Bella mengalihkan pandangannya saat mendengar nama nya di panggil


"Vin....." jawab Bella pelan


"Kamu ngikutin aku?" tanya Bella membuat Vino menjentikkan jari di kening perempuan cantik ini


"Nggak ada kerjaan aku ngikutin kamu" jawab Vino sedikit ketus karena mengingat Bella ke Bandung untuk bertemu Dion


"Terus kenapa ada di sini?" tanya Bella sambil menghapus air mata nya


"Kamu nangis bel?"


"Nggak.....!!! kelilipan" jawab Bella mengalihkan pandangan dari Vino dan segera menghapus air mata nya cepat


"Jangan bohong??? kamu nangis bell?" cecar Vino


"hiks......hiks......" Bella tak bisa lagi menyembunyikan perasaan sedih nya, Bella segera berhamburan memeluk tubuh Vino yang terdiam kaku.

__ADS_1


Apa yang terjadi pikir Vino,bukan nya Bella ke Bandung untuk bersenang-senang Kenapa perempuan ini sangat sedih.


__ADS_2