Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Kursi panas


__ADS_3

"Mommy sudah bicara pada oma Ar tentang lamaran kamu" ucap Nur saat mereka makan malam


"Lalu??" tanya Ardian bersemangat


"Oma bilang lusa keluarga kita akan mendatangi keluarga Anisa,kamu sampai kan itu pada Nisa segera agar mereka bersiap-siap"


"Kapan tanggal pernikahan nya mom"


"Lamaran saja belum Ar, sudah membahas nikah" potong Tama


"Kiara juga belum menikah,oma tetap kekeh ingin Kiara menikah duluan Ar,jadi sabar! yang penting kita sudah melamar Anisa,bukan nya proyek kamu dan Nisa juga belum selesai"


"Bagaimana jika Kiara sudah menikah mom" ceplos Ardian


"Menikah bagaimana, sampai saat ini Kiara masih sendiri" sahut Tama


"Mom...Kiara itu diam-diam menghanyutkan, tampang nya lugu tapi kita tidak pernah tau apa yang di perbuatan nya di luar sana"


"Hey...jangan sembarang bicara kamu, sejak kapan kamu mulai memfitnah saudara mu sendiri, mommy tidak suka itu Ar" ingat Nur


"Mom...Kiara sudah menikah dan memiliki Anak" ucap Ardian membuat Tama dan Nur terdiam


"Kamu jangan ngaco Ar, jangan karena ingin menikah cepat dengan Nisa kamu jadi gila begini" tunjuk Nur


"Kalau mommy tidak percaya tanya pada Devan" jawab Ardian

__ADS_1


"Devan!!! bocah tengil itu.Sejak kapan kamu percaya dengan omong Devan,jika kalian ngarang kalian akan mommy beri hukuman, hubungi Devan minta dia datang segera" ucap Nur marah


Ardian langsung menghubungi Devan dan Sam segera.


***


Bukan seperti yang ada di kepala Devan kalau besok dia yang akan mengadili Andre di kursi panas tapi justru malam ini dia yang di adili oleh Papi Tama Mommy Nur,Bella dan papa Vino yang ikut datang karena kecerobohan Ardian.


"Bego....kenapa di bocorin sekarang sih" kesal Sam pada Ardian


"Gue juga nggak tau kenapa malah langsung keceplosan gitu, mommy yang pancing tadi" jawab Ardian membela diri


"Jadi apa alasan kalian bisa menuduh Kiara sudah menikah?" tanya Tama menatap tiga anak lelakinya ini bergantian.


"Kami tau nya dari Devan pi" sahut Sam cepat


"Ardian juga Sam, bahkan dia juga melihat anak itu"lanjut Devan


Bak sedang duduk di kursi panas mereka saling menyalahkan.


"Anak apa?" tanya Bella penasaran


"Anak Kiara ma" jawab mereka serentak membuat Bella langsung jatuh pingsan


"Ma..." Pekik Sam melihat mama nya pingsan

__ADS_1


Sam segera menepuk pipi mama nya pelan


"Minum mom, Ambil kan minum" perintah Tama


Nur segera mengambil kan minyak angin dan air putih untuk Bella.


"Bel... bangun" ucap Tama, mengusap pelan lengan adik nya ini,Vino juga memberikan minyak angin di hidung Bella hingga dia tersadar.


"Kepala ku pusing pa" ucap Bella pelan


"Ma..kalau tidak kuat pulang saja"ucap Sam


"Tidak...mama ingin masalah ini selesai,jika memang Kiara sudah menikah dan punya anak mama mau lelaki itu bertanggung jawab, bagaimana bisa Kiara menikah tanpa sepengetahuan mama,kapan dia hamil" ujar Bella


Devan,Sam dan Ardian saling pandang ya kapan Kiara hamil!! ini tanda tanya besar untuk mereka.


"Jangan sampai masalah ini di ketahui Oma dan Opa nanti Opa malah tambah sakit" ucap Nur dan di anggukki Tama setuju


Bella menitikkan air mata dia berpikir kalau dia sudah salah mendidik Kiara hingga sampai menikah diam-diam.


"Pa...kenapa Kiara begini" isak Bella


"Ma,,kita belum mendengar cerita nya langsung dari Kiara kenapa kamu malah menyimpulkan sendiri"


"Bella itu tertutup pa,dia tidak akan mau menceritakan keluh kesah nya,dia akan menyimpan nya sendiri sampai dia merasa kesakitan pun dia akan pendam sendiri" ucap Bella masih menangis

__ADS_1


"Sudah,,besok kita selesaikan masalah ini segera,kalian bertiga harus tanggung jawab dengan ucapan kalian jangan sampai ini hanya karangan kalian saja karena ingin segera menikah,Jika masalah ini tidak selesai lamaran kamu akan di undur Ar" tegas Tama menatap tiga lelaki tampan ini, membuat mereka bertiga saling pandang.


Ardian menepuk jidatnya sendiri dan menggeleng kan kepala.


__ADS_2