Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Hari Lamaran


__ADS_3

"Pa...kata Oma Nur yang bisa bawa mama Kiara ke sini cuma papa" ujar Luna tiba-tiba saat ayah dan anak ini hendak tidur,malam ini Luna ingin di temani Andre untuk tidur.


"Papa! oma Nur bilang apa lagi?"Tanya Andre penasaran


"Iya papa,jadi oma Nur bilang Una malam ini harus bujuk papa supaya besok bisa bilang ke Mama Kiara untuk bawa mama Kiara ke rumah kita"


Andre terdiam sejenak seperti nya keluarga Kiara tidak mempermasalahkan status nya,jika karena harta seperti nya tidak mungkin karena Kiara anak orang kaya, bahkan tidak ada yang tidak kenal dengan perusahaan Damian kakek Kiara,mama Bella juga seorang pebisnis hebat, hampir rata-rata keluar mereka kaya raya tapi sangat hangat.


"Pa....Una pengen deh bobok sama Mama Kiara,papa biar Una bisa cerita sama teman-teman Una"


Andre menghela nafas panjang apa memang Kiara di kirim Tuhan untuk dirinya


*****


Semua persiapan lamaran sudah tersusun rapi di rumah Nur, semua anggota keluarga juga sudah datang, Bahkan Luna dan Andre juga ikut hadir karena permintaan Oma Adel.


"Sudah selesai semua mom?" tanya Tama yang baru turun ke bawah


"Sudah pi,oh ya cincin nya di bawa juga ya pi?" tanya Nur


"Iya...... sekalian sebagai pengikat agar mereka sama-sama tidak bisa lagi mencari yang lain karena sudah ada ikatan" Sahut Tama


"Kalau bisa jangan lama-lama Pi, setelah lamaran awal bulan langsung acara saja" ujar Nur dan di anggukki Ardian setuju


"Tergantung Kiara lah,kalau memang dia cepat menikah, Ardian juga akan cepat menikah" jawab Oma Adel


"Kode itu Ndre" celetuk Devan membuat Kiara benar-benar malu, lagi-lagi sepupu nya ini tidak tau tempat untuk menggoda nya.


Ardian terlihat gugup,dari kemarin dia tidak bertemu Anisa hingga hari ini hanya semalam dia mengabarkan kalau sore ini keluarga besar nya akan datang melamar.


"Hufs....."Terdengar hembusan nafas gugup dari Ardian


Lelaki tampan ini sudah rapi dengan balutan jas berwarna Navy yang nantinya senada dengan kebaya Nisa.

__ADS_1


"Siap Bro?" tanya Devan dan di anggukki Ardian


Sam juga mengajak Vivian ikut menemani nya dalam lamaran Ardian ini.


Semuanya sudah bersiap dan segera berangkat.


Di perjalanan tak banyak Ardian bicara karena dia terlalu bahagia dengan lamaran nya ini..


Disisi lain keluarga Anisa juga tengah bersiap tak banyak yang datang hanya ketua RT setempat dan tetangga rumah Nisa kiri-kanan karena rumah Nisa memang terbilang sederhana takut nya banyak tamu malah tidak ada tempat untuk duduk.


Air mata bunda Nisa menetes karena anak nya akan di ambil oleh orang lain...


"Bun...." ujar Nisa pelan


"Kenapa menangis?"


Bunda Nisa segera menghapus air mata nya dan berusaha tersenyum manis.


"Bunda bahagia nak"


"Bunda bahagia, meskipun kamu tidak memiliki ayah yang selalu ada di samping mu tapi kamu bisa sukses bahkan ada seorang lelaki yang ingin melamar mu"jelas bunda Nisa


"Bun...do'a kan Nisa ya" pinta perempuan yang mengenakan kebaya berwarna navy ini.


Riasan yang tidak terlalu mencolok tapi terkesan natural membuat Nisa semakin cantik, Tubuh yang berisi dengan pipi chubby membuat Nisa sangat enak untuk di pandang.


"Bunda selalu mendo'a kan yang terbaik untuk mu nak, bunda terus berharap kamu bahagia,maaf bunda dan Oma terus menyusahkan dirimu"


Nisa memeluk tubuh Bunda nya ini,ada rasa haru di hatinya.


Kurang lebih satu jam perjalanan Rombongan Ardian sampai di rumah Anisa, semua nya turun...


Banyak makanan yang sudah di siapkan oleh Nur mulai dari buah,kue dan sebagainya.

__ADS_1


Devan dan Sam mendampingi Ardian sedangkan Vivian berjalan bersama Keyla,Luna dan Kiara.


Andre justru menuntun opa Damian dan oma Adel lalu yang lain nya berpasangan.


Cukup ramai keluarga besar ini dan di sambut baik oleh pihak Anisa..


"Nis,, seperti nya mereka sudah datang,ayo kamu keluar sambut mereka" ucap Bunda Nisa


Nisa memperhatikan kaca untuk melihat makeup nya lalu segera keluar...


Keluarga Ardian di persilahkan duduk di ruang tamu dan semua seserahan di letakkan di hadapan mereka, hampir sama dengan lamaran biasanya karena Anisa juga sudah mengatakan pada Ardian dia tidak ingin terlalu mencolok kasihan nanti bunda nya malah jadi bahan perbincangan tetangga, apalagi kalau ada yang tau Ardian adalah anak dari bos Anisa sudah pasti asumsi buruk akan di datang pada Nisa.


Semua sudah duduk dan Ibu Nisa keluar membuat Adel sedikit kaget,Bunda Nisa Persis mirip dengan Karin, wanita di masa lalu Haikal, Satria pun juga demikian dia bisa melihat wajah ibu nya pada Bunda Nisa.


"Pa...apa aku yang salah lihat atau kah memang filing ku yang tidak salah" bisik Adel pada Damian


Damian menggenggam tangan Adel dia juga merasakan demikian tapi mereka sudah terlanjur datang ke mari tidak mungkin pulang tanpa adanya keputusan kasihan Ardian.


"Oma mana Bun?" tanya Nisa


"Sebentar lagi keluar,Oma sedang tidak enak badan" jawab Bunda Nisa


"Jadi bagaimana dengan tanggal pernikahan nya?" tanya salah satu ketua adat di sana


"Nanti akan kami kabari lagi pak, untuk saat ini kami hanya ingin ada pengikat antara cucu-cucu kami" jawab Damian


Perasaan Adel saat ini sudah tidak karuan, bagaimana jika Nisa cucu Karin,apa yang harus dia perbuat? apakah masih di lanjutkan atau kah tidak.


"Maaf Oma kamu masih ada Nis?" tanya Satria,dia penasaran karena selama ini dia juga mencari mama kandung nya


Nisa mengangguk pelan dan berbisik pada bunda nya untuk membawa oma nya keluar.


Adel menggenggam tangan Damian erat,apa dia harus di pertemukan lagi dengan masa lalu nya?

__ADS_1


Bunda Nisa membawa Oma Karin keluar seketika tubuh Adel melemah saat melihat wajah perempuan masa lalu nya ini hadir di hadapan nya....


"Mama....."Panggil Satria membuat semua nya terkejut.


__ADS_2