Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
jujur


__ADS_3

"Maaf kan aku Vin,aku tidak bisa mencintai mu, aku hanya menganggap mu sebagai seorang adik tidak lebih" jelas Tama saat mendatangi keluarga Vina bagaimana pun juga mereka harus menjelaskan pada keluarga Vina tentang Tama yang mencintai Nur bukan Vina


Vina dan Bella jelas kecewa dengan keputusan Tama tapi mereka juga tak bisa memaksa kan kehendak karena memang cinta tidak bisa di paksa.


Vina menggenggam tangan Tama seolah meminta kekuatan untuk melepaskan cinta pertama nya ini.


Tama mengusap lembut wajah Vina dia tau perempuan ini sangat mencintai nya tapi dia hanya mencintai Nur, perempuan yang dari kecil bersama nya,dia jaga layaknya berlian.


****


"Om kita mau kemana?" tanya Nur pada Tama, setelah pulang dari rumah Vina,Tama langsung menemui sang pujaan hati nya ini.


Tama mengerutkan keningnya melirik kearah Nur sekilas lalu menatap kembali ke jalanan.


"Om," panggil Nur lagi


Mata Tama melirik kesal ke arah calon istri nya ini " Kita akan menikah berhenti panggil saya om Nur" tekan Tama


"Nur sudah kebiasaan panggil Om Tama dengan sebutan Om. Kalo Om Tama tiba-tiba suruh Nur panggil Mas jadinya lucu tahu, Om." ujar Nur mengerucut kan bibir nya membuat Tama gemas.


Ini Nur yang dia suka,manja Nur tidak pernah di buat-buat, meskipun tengah lelah Tama tetap tak pernah mengeluh pada kekasih nya ini.


"Itu lebih baik daripada Om, kamu nggak tahu apa? Setiap kali kita keluar bareng, dan kamu sebut saya om, saya malu itu malu"


"Om Tama malu keluar bareng Nur?"tanya Nur melotot kan matanya dan terlihat lucu di mata Tama.


"Ya malu karena kamu panggil saya Om, apalagi kalau di depan teman-teman saya,saya om atau Calon suami kamu?"


"Dua-duanya, calon suami Nur dan, om Nur juga,susah kalau tiba-tiba mengganti panggilan om"


Tama berdecak, pria itu memilih memejamkan kedua matanya sesaat, Ia benar-benar menyerah membujuk mantan keponakan nya ini.

__ADS_1


Tama meminggirkan mobil dan menatap Nur


" Kenapa om?" tanya Nur heran


"Mobil nya mogok?"tanya perempuan bertubuh mungil itu


"Cup" satu kecupan di layangkan Tama di pipi kanan Nur membuat Nur tersentak kaget


"Sekali panggilan om sekali kecupan, saya tidak peduli itu di mana yang jelas itu kesalahan kamu"jelas Tama


"Mana bisa begitu om-"


"Cup" satu kecupan di pipi kiri membuat Nur mencubit kecil lengan Tama


"Awww.....aw....sakit sayang" pekik Tama


"Kamu nyebelin deh,main cium sembarang"ujar Nur


"Maka nya jangan mancing"


"Kamu bisa panggil abang,Mas atau ayang"ujar Tama membuat Nur merasa geli dengan ucapan kekasih nya ini karena selama ini Nur tidak pernah berpacaran,dia tidak tau bagaimana memperlakukan lelaki.


"Kok malah gitu,dosa loh yang sama suami nggak sopan....!!"


"Kan belum suami" jawab Nur memalingkan wajahnya malu


"Tapi kan sebentar lagi,besok pagi juga bisa ke KUA kalau kamu nggak sabaran"


"Nur....??? kamu kali yang nggak sabaran"Sahut Nur cepat dan di anggukki Tama membuat Nur tertawa kecil


"Udah Ay....yuk pulang?" ajak Nur

__ADS_1


"Ay....???"


"Hmmm...kata nya mau di panggil Ayang tapi di singkat malah bengong,nggak mau??? ya udah nggak jadi Nur ralat"


"Jangan.....jangan....!!!Ulangi sekali lagi???" pinta Tama memohon menatap Nur


"Pulang Ay....ayooo......"


"Baru juga pergi udah pulang aja,belum juga sampai ke tujuan"


"Memang nya kamu mau ke mana? "


"Butik, mama minta aku bawa kamu ke butik buat pilih baju pernikahan kita"


"Pernikahan??? nggak pake tunangan dulu Ay"


"Nggak usah,biar cepet" jawab Tama sambil menyalakan kembali mesin mobil nya


Nur menatap wajah Tama yang terlihat tampan, lelaki di sebelah nya ini selalu ada untuk dia.


"Kenapa? aku tampan...!!" tanya Tama melirik Nur sekilas dengan senyum manisnya


"Narsis kamu...!!!"


"Terus kenapa di lihatin gitu? jadi aku nggak tampan nih?"


"Iya....iya ...calon suami aku lelaki paling tampan sedunia" puji Nur membuat Tama tersenyum menampakkan deretan gigi putih nya


"Tapi bukan itu yang buat Nur lihatin kamu,Nur hanya berpikir selama ini kamu punya maksud terselubung di balik kebaikan mu"


"Maksud nya??" tanya Tama tak mengerti

__ADS_1


"Kamu menjaga Nur karena kamu yang ingin miliki Nur saat dewasa, pantas saja kamu tidak mengizinkan Nur untuk di dekati lelaki mana pun, bahkan Nur di larang untuk menyukai lelaki lain dan sekarang Nur baru sadar kalau selama ini ada udang di balik batu"


"Hahaha......kamu bisa saja sayang,tapi tebakan mu hampir 100% benar bahkan aku tak mengizinkan Vino atau Satria yang menemani mu karena aku takut mereka malah mengenalkan mu pada teman-teman nya maka nya sesibuk apapun akan aku sempat kan menjemput mu" Aku Tama jujur sambil menggenggam satu tangan Nur dan mencium nya membuat Nur menggeleng kan kepala dengan pengakuan calon suaminya ini...


__ADS_2