Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Batal


__ADS_3

Tama mencari sosok Nur, keponakan perempuan nya yang tidak tampak dari tadi, semua anggota keluarga sudah datang hanya Nur yang tidak kelihatan di kerumunan keluarga nya,


"Di mana Nur?" tanya Tama pada Satria yang sedang berdiri menemani anggota keluarga Vina yang kebetulan di kenal oleh Satria


"Nur..!!! Nur sudah berangkat ke luar negeri" jawab Satria


"Keluar Negri??? kenapa tidak ada yang memberitahukan pada ku" bentak Tama


"Nur memang sengaja tidak memberitahu pada siapapun,dia ingin menenangkan diri sejenak"


"Nur ada masalah?" tanya Tama panik tapi di Jawab gelengan oleh Satria


Tama segera merogoh kantong nya mencari benda pipih untuk menghubungi Nur,Tama segera menjauh dari keluarga mereka.Terlihat wajah Adel yang mulai panik jika Tama meninggalkan acara,sudah pasti dia tidak enak hati pada sahabat baik nya ini.


"Bang.....!!" pekik Adel tapi tak di hiraukan Tama yang berjalan cepat kearah luar


Tama berkali-kali menekan ponsel nya tapi tak ada jawaban dari Nur membuat nya cemas biasanya dengan dua kali panggilan Nur akan mengangkat telpon nya meski sesibuk apapun perempuan itu.


Damian menghela nafas panjang melihat anak lelakinya ini, sepertinya memang benar ucapan Adel kalau Tama telah jatuh cinta pada keponakan nya sendiri.


Adel menggenggam tangan Damian dia mengkhwatir kan Tama.


April dan Haikal melihat wajah Adel yang sedikit tegang, mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.


Vina pun sudah merengek pada mama nya dia takut kalau pertunangan mereka malah batal,dia menyukai Tama sejak pertama kali bertemu.

__ADS_1


"Semua akan baik-baik saja" ujar Bella memeluk tubuh Vina


April semakin tak mengerti melihat semua nya mulai khawatir,ada apa dengan Nur dan Tama


Suasana semakin tegang tanpa mereka sadari kalau Bella dan Vino saat ini tengah memakai baju batik coupel yang berarti mereka sudah semakin dekat.


"Aarrrggg" pekik Tama melempar kan ponsel nya kesal, berkali-kali dia menghubungi Nur tapi tidak tersambung


"Kemana kamu Nur,kenapa tidak izin dulu, kenapa main pergi-pergi saja seperti sudah dewasa" oceh Tama


"Di Jakarta saja kamu sering tersesat Sekarang malah di luar Negri" lanjut nya mengoceh,hati Tama tidak tenang karena tidak melihat wajah saat ini.


"Sebegitu menggila nya kamu di tinggal kan Nur" ucap Damian


"Kamu mencintai Nur?" tanya Damian langsung


"Pa-"


"Papa tidak butuh penjelasan hanya butuh jawaban ya atua tidak" potong Damian


"Lelaki sejati akan berani bertanggung jawab dan mengakui perasaannya"


"Tapi kami bersaudara pa" ujar Tama yang menyadari kalau ada tembok besar penghalang cinta nya pada Nur


"Nur mencintai kamu?" tanya Damian dan di jawab gelengan oleh Tama karena selama ini memang Tama tak pernah tau perasaan Nur pada nya yang dia tau kalau perasaan nya tak bis jauh dari Nur.

__ADS_1


Damian menepuk pundak Tama pelan " Yakin kan dulu hati Nur,jika kalian memang berjodoh tak akan kemana"


Tama mengerutkan keningnya mendengar ucapan papa nya ini, Damian tkk sedikit pun melarang nya dan tak juga membenarkan keputusan nya,dia ingin Tama menatap kan hati ny. terlebih dahulu


"Saya selaku papa Tama meminta maaf kepada keluarga Vina karena pertunangan ini belum bisa di laksanakan"ucap Damian saat masuk kembali ke dalam


"Pa...jangan bikin malu" bisik Adel


"Ada apa?" tanya Vina


"Tama seperti nya tidak enak badan, kondisi nya saat ini tidak fit,mohon maaf sekali lagi,jika ada kerugian dari pihak perempuan akan saya ganti 100%" jelas Damian karena Damian tau pertunangan ink hanya di hadiri keluarga inti, tidak ada tamu undangan lain nya.


Vina menghentak kan kaki nya kesal lalu menangis masuk kedalam kamar membuat Adel tidak enak hati.


Adel segera menarik tangan Damian untuk ikut dengan nya,dia sedang menjauh kan Tama dari Nur tapi suami nya ini malah dengan enak nya membatalkan pertunangan, rencana apalagi yang di rancang Damian.


****


Nur menatap langit-langit kamar nya,air mata nya lolos begitu saja karena dia tau hari ini pertunangan Tama dan Vina.


Dia sadar kalau dia dan Tama tak akan bersama setidaknya Nur pernah merasakan kasih sayang Tama meskipun itu hanya kasih sayang om dan Keponakan.


Seharian ini ponsel sengaja di matikan oleh Nur karena dia tak ingin melihat atau pun mendengar cerita tentang hari pertunangan Tama,dari tadi becca mengajak nya sekedar jalan-jalan tapi Nur sendiri tak ingin keluar dengan alasan masih capek.


Nur mencoba menutup mata nya berharap bisa bertemu Tama di dalam mimpi, meskipun hanya mimpi Nur sudah merasa senang.

__ADS_1


__ADS_2