Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Rumah sakit


__ADS_3

Tama dan Nur langsung meluncur ke rumah sakit saat mendapati pesan kalau Bella saat ini tengah di rawat, meskipun masih bingung karena belum jadwal melahirkan tapi Tama dan Nur segera datang begitu juga dengan Satria dan Vina..


"Ma,apa yang terjadi?" tanya Tama saat melihat Adel di depan pintu ruangan,duduk menangis


"Bella Tam....Bella tidak sadarkan diri"


"Kenapa?" tanya Nur yang ikut khawatir


"Dion"


"Dion.....apa lelaki itu penyebab nya?" tanya Tama penasaran dan di jawab Anggukan oleh Adel


Tama mengepalkan tangannya geram saat mengetahui Dion penyebab semua ini.


"Dimana dia ma?" tanya Tama geram


"Papa yang sedang mengurus semua nya,kamu di sini saja Tam,temani mama"


Nur ikut duduk di sebelah sang mertua yang dari tadi menangis tiada henti, Adel khawatir dengan keadaan anak dan calon cucu nya karena kondisi Bella tadi sudah pucat pasi.


"Bagaimana jika anak Bella kenapa-kenapa Tam,mama tidak bisa memaafkan diri mama yang datang terlambat"


"Ma,jangan berpikir yang aneh-aneh berdo'a saja semoga anak Bella dan Bella selamat" ujar Tama

__ADS_1


"Kenapa mama harus datang terlambat tadi,,coba saja lebih cepat pasti Dion tidak bisa menyakiti nya" sesal Adel pada dirinya sendiri


"Ma...jangan menyalakan diri sendiri ma, bagaimana pun juga ini sudah takdir,kita hanya bisa berdo'a" ucap Tama memeluk mama nya sedang kan Nur hanya bisa diam karena tak bisa berkata apa-apa,dia seorang menantu sudah pasti sang mertua nya ini sangat menginginkan cucu sedangkan dirinya sampai saat ini tidak bisa memberikan seorang cucu.


Adel terus mengisak di pelukan Tama...


"Ma bagaimana Bella?" tanya Damian yang baru datang


"Masih di dalam pa"


"Di mana Dion pa?" tanya Tama


"Sudah papa jebloskan ke penjara biarkan dia membusuk di sana"


Semua anggota keluarga berkumpul di sana,Nur sebenarnya lelah sekali karena perjalanan panjang tapi dia juga khawatir akan keadaan ipar sekaligus tante nya ini Bella cukup dekat dengan nya.


"Mas"panggil Vina pada Satria,perut nya pun ikut kram karena khawatir


"Kenapa sayang?" tanya Satria


"Perut ku sedikit sakit" keluh Vina membuat Satria khawatir


"Tunggu di sini" ujar Satria pergi sebentar,dia mencari tempat untuk Vina dan keluarga nya Istirahat agar mereka bisa tenang menunggu kabar tentang keadaan Bella

__ADS_1


"Kemana?" tanya April pada anak lelakinya ini


"Bun,titip Vina sebentar aku ada urusan"April mengangguk patuh,dia juga khawatir karena selama ini dia yang terus memantau perkembangan Bella tapi kenapa hari ini dia malah kecolongan oleh Dion, semua merasa bersalah.


Adel yang dari tadi tak berhenti menangis membuat Tama kasihan pada mama nya ini.


"Ayo bawa mertua mu istirahat dulu Nur,kakak sudah pesan kan kamar,Kak Vina juga lelah" ajak Satria


"Ayo ma"


"Tapi Bella" Adel enggan meninggalkan anak perempuan nya itu


"Ada Vino di dalam,nanti juga akan ada kabar baik ma" bujuk Tama,Nur menuntun sang mertua ke dalam kamar yang di pesan oleh Satria


"Pa....Aku harus beri pelajaran pada Dion"geram Tama sambil mengepalkan tangannya


"Nanti Tam,saat ini keadaan Bella yang terpenting,mama mu akan Stress jika terjadi sesuatu pada Bella dan anak nya, urusan Dion bisa kita selesaikan belakang "


"Tapi aku harus tetap menemui nya pa" kekeh Tama yang seakan ingin membunuh Dion saat ini


Damian tau siapa Tama,Dion bisa mati di tangan nya dan urusan akan makin panjang sedangkan Bella belum sadarkan diri.


"Tam, dengar kan papa,Bella butuh kita semua,lagi pula papa sudah memberikan dia pelajaran,papa rasa Dion tak akan berani macam-macam lagi Tam" jelas Damian

__ADS_1


Tama menghela nafas panjang, mencoba menguasai emosi nya saat ini.


__ADS_2