Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Hamil


__ADS_3

"Ayo...." Ajak Haikal saat April tiba-tiba berhenti di depan ruangan bu Fatma,dia sedikit takut kalau sang mertua malah marah dengan nya saat ini.


"Tapi mas-"


"Sudah lah,buang jauh-jauh pikiran buruk mu,mama pasti senang kamu datang sayang, beliau ingin berkenalan dengan menantu cantik nya ini"potong Haikal tersenyum menggoda April


Haikal membuka pintu ruangan,Bu Fatma sudah di pindahkan ke ruangan perawatan tadi pagi karena kondisi nya memang sudah baikan.


"Opa..." pekik Satria melihat pak Heru yang sedang menyuapi bu Fatma makan


"Satria"


"Satria sini oma kangen" ucap Bu Fatma tersenyum melihat Satria berlari ke dekat nya,dia benar-benar merindukan cucu kesayangan nya ini.


"Oma sakit??" tanya bocah itu yang melihat oma nya terbaring di ranjang rumah sakit


"Oma kangen sama Satria,Satria sehat?" tanya Bu Fatma


"Ya oma, Satria sehat...!!! Lihat ini perut Satria besar,makan di rumah bunda selalu enak oma, Satria suka" oceh bocah lelaki itu


Bu Fatma melirik ke arah Haikal yang baru masuk dan ada perempuan di belakang nya, seperti nya cucu nya betah bersama istri baru Haikal.


"Ma,kenal kan ini April istri ku" ujar Haikal,April menunduk kan kepalanya sopan dan mendekat menyalami punggung tangan bu Fatma yang terpasang selang infus.


"Maaf,,maaf kan mama sudah-"


"Jangan di bahas lagi ma,mama sedang sakit,saya berdo'a semoga mama lekas sembuh ya biar kita bisa berkumpul bersama,maaf baru bisa lihat mama sekarang" potong April

__ADS_1


"Tapi mama bersalah pada kalian"


"Tidak ada orang tua yang ingin anak nya menderita,wajar jika mama menginginkan yang terbaik untuk mas Haikal karena mama tidak mengetahui pernikahan kami saat itu dan sekarang aku sebisa mungkin memberikan kebahagiaan pada keluarga mama" ucap April pelan


"Sekarang semua sudah jelas,Haikal sudah menikah dan Fajar akan menikah, jadi tak ada lagi yang bisa mengganggu rumah tangga kalian,kami sebagai orang tua ingin yang terbaik untuk kalian, pertahanan rumah tangga kamu Kal, semoga di berkati" sela Pak Heru


"Ya ma,,do'a kan yang terbaik untuk ku dan April" ujar Haikal


"Oh ya ma,ini Vino anak April dan sekarang menjadi anak ku juga ma,cucu mama...!!! sayang beri salam pada oma, ini oma Vino" lanjut Haikal mengenalkan Vino pada mama nya


Vino mendekati Bu Fatma, perempuan tua itu mengusap kepala Vino lembut dengan satu tangan nya


"Oma do'a kan semoga kalian cepat punya adik ya" ujar Bu Fatma


"Amiinnn" sahut Haikal pelan dan melirik ke arah April yang terlihat malu


"Om...aku duluan ya" pamit Haikal dan di anggukki Damian


"Ma, aku pulang dulu" ucap Haikal dan di ikuti April


Haikal tersenyum kecil melihat mama nya yang sudah bisa menerima April meskipun harus melewati perjalanan panjang akhirnya keluarga nya bisa bahagia


****


"Mas..... ak-u ingin bicara sesuatu" ucap April saat sampai di rumah


"Tumben??? mau bicara apa?" tanya Haikal

__ADS_1


"Aku punya sesuatu mas"jawab April mendekat ke arah lemari nya,dia menyimpan tespek nya di laci lemari


"ini...." April menyerahkan kotak yang berisi tespek dan di buka oleh Haikal


"Sayang....!!! kamu-"


April tersenyum dan mengangguk pelan


"Kamu bahagia?" tanya April


"Really,,,,ini hadiah terindah sayang,kamu hamil dan pernikahan kita di terima mama,tak ada lagi kebahagiaan selain ini, Terimakasih Tuhan, terimakasih sayang kamu sudah melengkapi hidup ku" ujar Haikal penuh haru


April memeluk tubuh suaminya ini,Haikal menitikkan air mata bahagia, rasanya tuhan memberikan nya rezeki berkali-kali lipat sejak bertemu April.


"Sayang di jaga baik-baik ya,jika ingin sesuatu katakan pada ku, Jangan pernah malu ataupun takut meminta sesuatu pada suami mu ini.Besok kita periksa kerumah sakit" Haikal menggosok lembut perut April


"Jangan besok mas,aku baru juga periksa dua Minggu lalu saat datang ke kantor mu, jadwal nya bulan depan" Potong April


"Jadi kamu datang saat itu untuk menyampaikan ini sayang?"


"Iya...tapi kejadian nya malah berbeda,maaf kan aku mas, karena aku-"


"Ssttt....." Haikal menutup bibir April dengan jari telunjuk nya


"Sudah aku katakan kalau jangan ungkit yang lalu,ingat jangan pernah menatap kebelakang lagi karena sekarang dan selamanya kamu punya aku" ujar Haikal memeluk tubuh April


Perasaan Haikal saat ini sangat bahagia tak ada lagi penghalang hubungan nya dengan April,dia bisa membawa April kemana pun tanpa takut mama nya tau.

__ADS_1


__ADS_2