Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Demam


__ADS_3

Tubuh Nur menggigil membuat Becca panik, pasalnya dari semalam Nur panas tinggi membuat Becca segera menghubungi Vino agar memberitahu keluarga lain nya kalau Nur sedang sakit.


Keluarga di Indonesia sudah panik,Vino pamit pada Bella saat Bella tengah berada di kamar Tama hingga Tama mengetahui kalau saat ini Nur tengah berada di Australia bersama Becca.


"Mau ke mana bang?" tanya Bella yang melihat Tama menyiapkan pakaian nya


"Nyusulin Nur lah mau kemana lagi" jawab Tama sambil merapikan pakaian nya kedalam koper dia belum tau akan berapa hari stay di sana karena saat dia menghubungi Becca tadi Becca mengatakan kalau Nur panas tinggi membuat Tama semakin panik.


"Bang,Abang menyukai Nur?" tanya Bella yang mulai curiga dengan tingkah Abang nya ini,setau nya Tama memang menyayangi Nur tapi tidak sebucin ini,sikap Tama persis sama dengan sikap nya pada Dion dulu,Bella rela berangkat dari Jakarta ke Bandung hanya karena mendapat kan kabar Dion sakit kepala sesampainya di Bandung Dion baik-baik saja.


Tama menatap Bella sambil menghela nafas panjang


"Dek,kalau Nur jadi ipar mu bagaimana?" tanya Tama serius


"Abang gila,Nur keponakan kita bang....!! terus bagaimana dengan Vina?? dia mencintai abang"


"Abang tak menyukai Vina Bel,abang mencintai Nur"

__ADS_1


"Sadar Bang.....kalian tidak boleh menikah dan tidak akan bisa bersama"


"Tapi papa tak menghalanginya jika Nur juga mencintai Abang dek" tekan Tama


"Abang yakin Nur mau menikah dengan om nya sendiri? abang yakin Nur bisa menerima bully an dari semua orang?" tanya Bella membuat Tama tak bisa menjawab nya karena memang belum ada kata cinta antara om dan Keponakan ini.


Bella menggeleng kan kepala tak mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran abang nya ini,apa Cinta membuat orang lupa akan status sosial mereka jika ia benar-benar dahsyat kekuatan cinta.


****


"Mas,aku mencemaskan keadaan Nur saat ini" ujar April


"Tapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi dengan anak kita mas,batin ku mengatakan kalau Nur saat ini tengah bersedih"isak April membuat Haikal merasa bersalah sebagai ayah tak peka dengan Putri mereka


Haikal memeluk tubuh April untuk menenangkan istri nya ini,Haikal tau April saat ini sangat mencemaskan anak perempuan mereka tapi mau bagaimana lagi ini pilihan Nur sebagai orang tua mereka hanya bisa mendukung keputusan Nur.


****

__ADS_1


"Bang, jangan bertindak aneh-aneh mama tidak menyetujui kamu bersama Nur" ucap Adel saat melihat Tama hendak pergi membawa koper untuk menyusul Nur


"Ma...aku mencintai Nur" tekan Tama


"Plak...."satu tamparan di layangkan Adel di pipi Tama,baru kali ini Adel berbuat kekerasan pada anak lelakinya ini.


"Kamu sadar,Nur keponakan mu...!!! kalian tidak akan bisa menikah"tekan Adel


"Tapi aku mencintai Nur ma,jika bukan Nur aku bersumpah tidak akan mau menikah.....!!!" ucap Tama membuat Adel terkejut dan menangis,dia merasa sudah gagal mendidik anak nya, maksud Adel mendekatkan Tama pada Nur agar Tama menjadi om yang baik untuk keluarga nya bukan malah memiliki perasaan cinta seperti pasangan.


"Aku tak mencintai Vina ma"ujar Tama menjatuhkan tubuhnya di bawah Adel sambil bersimpuh


"Jika bukan Vina tidak masalah Bang, yang jelas bukan Nur,kalian bersaudara" isak Adel


Baru kali ini Tama ikut menangis karena merasa bodoh telah menyakiti hati mama nya,tapi mau bagaimana lagi dia mencintai Nur keponakan nya sendiri.


Bella melihat dari kejauhan, apakah pernikahan Saudara memang tidak bisa terjadi,jika ia dia merasa kasian pada abang lelaki nya ini,Bella berharap ada keadilan untuk Abangnya agar bisa bersama Nur, Bella akui dia lebih menyukai Nur dari pada Vina karena memang mereka sudah dekat dari kecil,tapi untuk adat istiadat mereka harus mengikuti nya.

__ADS_1


Damian sendiri saat ini sedang tidak ada di rumah karena harus mengantar kan Haikal dan April ke bandara sedangkan Satria yang menghandle perusahaan dia tidak bisa ikut serta menemani orang tua nya.


__ADS_2