
Bu Wati di minta untuk menghubungi Anggi,dan meminta nya pulang dengan alasan kasus nya sudah selesai, dengan percaya Anggi mengatakan akan pulang secepat nya karena dia pun tidak betah lama-lama di negri orang.
Cukup lama mereka mengorek informasi dari Bu Wati hingga perempuan setengah baya itu mau mengakui kesalahan anak nya.
Kini mereka tinggal menunggu kedatangan Anggi dan menangkap perempuan itu untuk di jebloskan ke penjara.
****
"Sayang mau kemana?" tanya Adel heran melihat Damian yang sudah bersiap, apalagi ini sudah malam tidak biasanya suaminya pergi malam-malam begini meninggalkan mereka di rumah.
Damian sosok suami dan papa yang selalu mementingkan keluarga, mungkin ini sangat emergency membuat Damian harus pergi pikir Adel.
"Aku harus ke kantor polisi sekarang sayang, Haikal dan Fajar sudah mengetahui siapa si penabrak mbak Fatma" jawab Damian
Adel menutup mulut dengan tangan nya,dia ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa keluarga suaminya ini.
"Aku do'a kan semoga cepat selesai sayang kasus nya,mama pun bisa tenang di sana" ujar Adel
__ADS_1
"Amiin"
Damian mencium kening Adel dan pamit untuk pergi
"Kalau kamu mengantuk tidur saja duluan,jangan menunggu ku pulang"pesan Damian dan di anggukki Adel patuh, perempuan cantik ini memang sangat penurut pada suaminya.
Adel berharap semua nya segera berakhir tak ada lagi cobaan terhadap keluarga nya maupun keluarga Damian,dia juga ingin melihat April sahabat nya bahagia sudah terlalu banyak derita yang di dapat perempuan itu.
***
"Dia pelakunya?" tanya Damian yang ikut geram melihat Bu Wati meringkuk di sudut sel tahanan
"Kalian mengenal nya?"
"Anak nya pernah di jodohkan mama dengan ku om,tapi aku menolak nya saat itu, karena aku sudah menikah dengan April,lagi pula meskipun tak menikah aku tak tertarik pada anak nya" jawab Haikal cepat
"Balas dendam karena di tolak cinta,ck...miris sekali zaman sekarang seperti tidak ada lelaki lain,apa hebatnya kamu" ejek Damian melihat bu Wati yang terkurung di jeruji besi karena harus bertanggung jawab atas perbuatan anak nya.
__ADS_1
"Lalu sekarang pelaku utama di mana?"tanya Damian lagi
"Kabur ke luar negeri om,tapi polisi sudah berhasil memancingnya untuk kembali ke Indonesia, bagaimana pun cara nya aku mau Anggi tertangkap om,dia harus bertanggung jawab atas perbuatan nya pada mama" ucap Haikal
"Memang begitu seharusnya" jawab Damian
Damian tau saat ini kakak lelaki nya tengah sedih kehilangan seorang istri, apalagi pak Heru bisa di bilang lelaki setia meski pun dalam keadaan rumah tangga yang tidak harmonis,dia selalu berusaha menutupi nya dari siapapun, dia tipe lelaki yang sangat bijaksana.
Mereka semua pulang dari kantor polisi dan menyerahkan kasus ini pada kepolisian untuk segera menangkap Anggi.
***
"Mas.....!!! aku belum sempat berbakti pada mama mas,baru juga hilang kesedihan ku karena kehilangan ibu dan bahagia mendapatkan mertua tapi tuhan malah berkata lain" ujar April pelan
"Sayang,kamu tidak boleh larut dalam kesedihan kita do'a kan saja mama,kita tak bisa menentang takdir sayang,kamu harus menjaga kesehatan mu ada sosok lain yang hidup di rahim mu dan butuh sosok bunda yang kuat" jelas Haikal sambil mengusap lembut perut April
"Ya,aku akan berusaha kuat mas, meskipun aku tak tau aku mampu atau tidak"
__ADS_1
"Aku yakin kamu mampu sayang,kamu sosok perempuan kuat, kamu perempuan hebat aku beruntung sudah memiliki mu,Vino dan Satria kalian pelengkap kehidupan ku,kalau tidak ada kalian ntah apa yang terjadi pada ku saat ini, mungkin aku tidak akan kuat menghadapi kehilangan sosok ibu" aku Haikal sambil memeluk tubuh April
April juga merasa bersyukur telah di temukan pada sosok Haikal, meskipun dari cerita sang mertua Haikal sudah beberapa kali menikah tak membuat April takut,dia justru semakin yakin untuk melanjutkan kehidupan nya bersama lelaki matang yang sudah banyak pengalaman ini, kesalahan di masa lalu bisa di jadikan pelajaran hidup yang sangat berharga untuk mereka.