
Kasih Like nya kakak biar rating nya semakin meningkat..
Terimakasih yang sudah setia dengan setiap cerita saya,klik profil saya dan baca cerita lain nya...
Baca dan coment terus ya,kasih komentar positif nya,masukan nya dan boleh utara kan terus keinginan kalian, kritikan yang membangun akan terus saya terima dengan berbesar hati.... 🤗
Jangan lupa Vote nya sayang🙏
****
Apa yang mommy ucap kan hingga Una mau pulang mom?" tanya Kiara penasaran
"Kepo ya...." jawab Devan menunjuk sepupu nya ini
Kiara langsung melempar kan bantal sofa ke wajah Devan, dari tadi Devan tak henti-hentinya menggoda diri nya.
"Mommy cocok jadi biro jodoh" sahut Ardian
"Bukan nya mommy pernah mengatakan pada mu kalau mereka semua akan mommy carikan jodoh nya"
"Aku nggak mom,sudah ada Vivian juga" potong Sam
"Iya mom aku juga nggak sudah ada Diana" ceplos Devan lalu menutup mulutnya
"Diana?? tanya Vina penuh selidik
__ADS_1
"Bukan Bun,cuma temen" jawab Devan cepat membuat Vina mengerutkan keningnya,dia tidak yakin teman karena selama ini sang Casanova ini tidak pernah mengatakan nama perempuan yang tengah dia dekati tapi kali ini nama Diana masuk ke daftar pilihan nya berarti itu menandakan perempuan yang sangat istimewa.
"Kiara aja bun di jodohkan sama Andre, pasti cocok tu, Kiara udah pantas peranin ibu tiri yang kaya di film-film,di depan ayah nya sok baik pas pergi di siksa" ucap Devan terkekeh kecil
"Jangan sembarang bicara Van,dia bos besar loe..ntar gue di pecat lagi" jawab Kiara
"Nggak masalah di pecat Ki tapi bakal di jadiin bini,kalau di pecat terus di campakan baru loe marah,nih babang Ardian yang maju duluan,iya nggak bro?" ujar Devan menaikan satu alis nya menatap Ardian.
"Lah kok gue"
"Kan loe yang paling tua jadi harus di depan memimpin barisan,iya nggak pi?" tanya Devan pada Tama.
Devan memang dari kecil sudah humoris ini yang membuat banyak para wanita menyukai nya, selain dia royal Devan pintar bermulut manis,.
Satria dari tadi mengamati ucapan Devan, seperti nya dia pernah mendengar nama Diana tapi lupa di mana.
"Gimana oma? apa oma siap?" tanya Nur pada Adel
Adel terdiam sejenak beberapa hari ini Adel memikirkan sosok Anisa yang hampir mirip dengan seseorang di masa lalu tapi Adel berharap itu bukan hanya sekedar kemiripan saja.
Ardian sudah tidak sabar menunggu jawaban oma nya,dia memang tidak mengabari Anisa kalau besok keluarga nya akan berkunjung karena insiden Kiara ini, Ardian takut jika lamaran nya di tunda,tapi untung saja mama Bella mengingat kan mommy nya.
"Oke,,, siap kan semua bawaan nya Nur,Sore kita ke sana" jawab Adel membuat Ardian bernafas lega
"Opa bisa? apa tidak ada yang sakit?" tanya Tama menyakinkan kalau papa dan mama nya ini memang dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
"Insya Allah bisa" jawab Damian mengangguk
"Alhamdulillah....!!!" seru Ardian tersenyum manis
"Yang udah nggak sabaran nikah" goda Kiara
"Makanya loe buruan nikah biar gue sama Sam bisa Nikah juga kalau nggak bareng aja acara nya" usul Ardian
"Nggak...!!! Nggak ada barengan,loe nggak kasihan apa sama gue yang masih mengejar cinta " potong Devan cepat
"Ketinggalan ye.....rasain loe" ucap Kiara tersenyum puas
"Emang nya loe udah ada calon nya?? Andre!! loe berharap Andre bakalan ngelamar loe....hahaha...jangan mimpi Loe,Andre belum tau aja kalau loe cewek judes!!! kalau dia udah bangun dari mimpi buruk nya ini pasti dia kabar" ketus Devan dan di hadiahi timpukan bantal oleh Bunda nya Vina
"Sepupu ****** loe" marah Kiara
"Sakit bun" ringis Devan
"Kamu nggak habis-habisnya godain Kiara mulu" kesal Vina
"Dia yang mulai duluan bun" jawab Devan cemberut
"Sudah..... sudah...jangan pada berantem oma pusing kalau kalian ngumpul begini"
"Oma ini gimana sih, ngumpul salah nggak ngumpul salah di bilang durhaka lah, nggak sayang oma lah" oceh Devan
__ADS_1
Oma mendekati Devan dan mencubit pipi cucunya ini gemas,dari kecil memang Devan yang paling cerewet di antara mereka semua.