Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Karma


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu Karin terlihat bingung karena perut nya sudah mulai kelihatan membesar sedangkan dirinya tidak memiliki suami hingga saat ini, apalagi Karin sudah mulai merasa lelah dengan kehamilan nya ibu karin juga sudah mulai curiga dengan perubahan anak nya ini.


"Kenapa kamu lebih sering muntah-muntah sekarang rin?" tanya bu Warsi


"Maag ku mungkin kambuh bu" jawab Karin sedikit gugup lalu segera pergi


"Aku harus segera mencari lelaki yang mau menikahi ku secepat nya sebelum anak ini lahir...!! tapi di mana? ya tuhan kenapa hidup ku jadi begini" ucap Karin meremas rambutnya sendiri, kehidupan yang dulu dia bayangkan bisa menjadi ratu kini malah dia berjuang sendiri tanpa suami.


Karin memutuskan untuk kembali mendatangi kantor Haris karena memang ini anak Haris mau tak mau dia yang harus bertanggung jawab dengan keadaan ini.


Setelah bersiap Karin segera pergi


"Kemana Rin?"tanya ibunya


"Keluar sebentar bu" sahut nya sambil berlalu tak menghiraukan panggilan ibunya lagi


****


"Mohon maaf mbak pak Haris nya sudah tidak di kantor ini lagi, sekarang kantor ini di pimpin oleh adik nya ibu Nina"ujar Sari sang sekretaris


"Apa??? kemana dia pindah mbak?" tanya Karin terkejut


"Beliau tidak bilang mbak,hanya ada perpisahan kecil saja sebulan yang lalu"jawab Sari lagi

__ADS_1


Air mata Karin turun tanpa permisi,kemana lagi dia mencari pertanggungjawaban,apakah ini suatu hukuman atau karma untuk dirinya yang sudah mengganggu rumah tangga orang lain?


Karin berjalan pelan menelusuri trotoar, apa yang harus dia lakukan saat ini, tubuhnya lemas butuh asupan makanan sedangkan uang nya tak ada lagi,kepala Karin terasa pusing berjalan di bawah terik matahari siang tubuh perempuan itu tiba-tiba ambruk di jalanan membuat orang merasa kasihan dan membantu mengangkat nya kepinggir.


Kerumunan membuat hati Haikal tergerak untuk melihatnya,Haikal yang hendak makan siang melihat keramaian orang segera berhenti, kebetulan itu dekat dengan kantor Haikal.


"Ada apa pak?" tanya Haikal pada salah satu warga


"Wanita pingsan" jawab nya


"Wanita pingsan" gumam Haikal menepikan mobilnya dia takut kalau itu Adel atau ibunya


Haikal menelusuri ramainya kerumunan orang


"Karin....!!!" pekik nya


Haikal mengangguk dan mengangkat tubuh Karin, bagaimana pun juga dia masih ada hati nurani melihat mantan istri nya ini sekarang lemah tak berdaya,jika terjadi apa-apa pada Karin anak nya Satria yang akan sedih.Haikal segera membawa Karin kerumah sakit.


"Ibu nya dehidrasi, beliau sedang hamil saat ini, jadi tolong di jaga ya kondisi nya,janin nya melemah" ucap Sang dokter membuat Haikal terkejut setahu nya Karin tidak pernah menikah lagi setelah bercerai dari diri nya,anak siapa yang di kandung Karin?


Haikal melihat wajah pucat Karin yang begitu memprihatinkan,tapi bagaimana pun juga dia harus menjaga hatinya agar tidak terlalu terbawa suasana,dia dan Karin hanya masa lalu kini Haikal ingin menikmati hidup sendiri nya tanpa gangguan siapapun.


Setelah dokter keluar Haikal mendekat ke tempat tidur Karin.

__ADS_1


"Kamu terlalu liar Karin" gumam nya pelan


Perlahan-lahan Karin membuka matanya,dia bisa merasakan bau tubuh Haikal mantan suami nya ini,Karin hafal betul dengan parfum yang di kenakan Haikal, meskipun masih ada perasaan cinta tapi Haikal tak mau menerima nya lagi.


"Mas...." panggil Karin


"Kamu sudah sadar...! kamu harus banyak istirahat agar kandungan mu baik-baik saja" ucap Haikal


Karin mengalihkan pandangannya dia malu menatap Haikal saat ini


"Anak siapa?"


"Ha-ris mas....Haris" jawab Karin menangis


"Tapi dia sudah pergi,aku tidak tau kemana lagi harus minta bantuan mas, Satria pasti malu pada ku"


"Satria anak yang kuat,kamu juga harus kuat menghadapi cobaan ini, bertobat lah....cari jalan hidup yang baik agar kamu bisa bahagia"


"Mungkin ini hukuman bagi ku mas" ujar Karin


"Mas,,apa memang tidak ada kata maaf untuk ku lagi?" tanya Karin mengisak


"Aku sudah memaafkan mu tapi untuk kembali aku tidak bisa,kamu istirahat saja di sini, semua biaya aku yang tanggung,nomer ponsel ku masih ada kan? jika kamu sudah di perbolehkan pulang hubungi aku,aku harus segera kembali bekerja" pamit Haikal,dia tak ingin berlama-lama dalam satu ruangan dengan Karin dia takut hatinya melemah.

__ADS_1


Ingin sekali Karin menarik tangan Haikal untuk meminta menjaga dirinya di sini tapi itu tidak mungkin karena Haikal pasti akan menolak akhirnya Karin hanya mengangguk kan kepala pelan,Haikal sudah membiayai nya saja dia sudah bersyukur.


Air mata Karin lagi-lagi jatuh tanpa permisi melihat kepergian Haikal, hatinya terasa di sayat-sayat meratapi nasib ny sendiri.


__ADS_2