
"Secepat ini Sam?? aku belum ada persiapan sama sekali, bagaimana jika bulan depan" elak Vivian
"Bukan nya kamu yang minta aku melamarmu secepat mungkin Vi, sekarang keluarga ku meminta pernikahan yang sama dengan Ardian kenapa kamu malah yang belum siap?"
"Tapi aku belum bicara apapun pada keluarga ku Sam mereka bisa terkejut dengan permintaan mu ini"
"keluarga mu juga sudah tau dengan hubungan kita kan Vi! aku rasa mereka tidak akan mempersulitnya, semua nya sudah di persiapkan oleh Mama dan Mommy, bahkan mereka sudah membelikan tiket bulan madu ke Paris bersama Ardian dan Nisa, sesuai dengan keinginan mu dulu jika menikah ingin bulan madu ke Paris" jelas Sam membuat Vivian terkejut,Paris adalah tempat impian nya dari dulu bisa berbulan madu.
"Lalu bagaimana dengan mahar nya Sam?" tanya Vivian lagi
"Apa yang kamu mau? aku akan memberikan nya karena mahar adalah hak mu"
"Aku ingin Setelah menikah aku ingin kamu membelikan aku Vila dan rumah Sam,aku tidak ingin tinggal bersama mama mu"
"Vi... untuk Vila akan aku berikan tapi rumah aku belum bisa janji Vi, karena setelah menikah mama meminta kita tetap tinggal di rumah,Kiara sudah tinggal di rumah Andre tidak mungkin meninggalkan mama"terang Sam
Vivian tampak berpikir sejenak apa dia bisa tinggal bersama mertua nya, meskipun kaya tapi Vivian ingin kehidupan bebas tanpa aturan.
"Hanya untuk sementara waktu Vi" bujuk Sam dan akhirnya di anggukki Vivian setuju
"Kapan aku bisa datang kerumah orang tua mu?" tanya Sam
__ADS_1
"Tidak.... tidak perlu Sam,biar aku yang jelaskan pada mereka, karena waktu nya sangat mendesak, untuk Villa nya aku ingin segera di beli Sam dan itu atas nama ku sendiri agar tidak ada yang bisa menggugatnya di kemudian hari" pinta Vivian dan di anggukki Sam patuh.
****
"Apa ini?" tanya Ardian saat Devan melempar kan beberapa foto di meja kerja nya
"Lihat"
"Vivian.....!!"ujar Ardian terkejut melihat Vivian dan seorang lelaki bergandengan tangan
"Ya... Vivian berselingkuh dari Sam"
"Yang benar loe,tapi tunggu dulu Van,gue kaya nya pernah lihat ini cowok" ucap Ardian melihat lekat foto yang di berikan Devan.
"Di mana Vivian bisa kenal dia?" tanya Ardian lagi
"Mana gue tau, kenal juga nggak gue sama dia"
"Padahal dia pengusaha asal Bandung Lo Van,apa mungkin Vivian sering ke Bandung?"
"Gue pernah ketemu Vivian lagi makan malam sama nih cowok dan keluarga nya, seperti nya Keluarga Vivian kenal dekat dengan keluarga Alex ini" pendapat Devan membuat Ardian mengangguk kan kepala nya kecil
__ADS_1
"Tapi kasihan Sam kalau begini"
"Itu dia bro,gue mau nya Sam bisa ngelihat langsung bagaimana kelakuan Vivian sebelum janur kuning melengkung"ucap Devan
"Tapi kita udah nggak punya waktu Sam, tinggal beberapa hari lagi,Sam juga nggak bakalan percaya"
"Terus kita harus gimana?" tanya Devan
Ardian mengetuk jari tangan nya di atas meja, dia juga bingung harus bagaimana menyadarkan Sam kalau Vivian itu bukan perempuan baik.
****
"Jangan gila Vi,Alex calon suamimu bukan Sam,papa dan mama sudah menerima uang dari keluarga Alex Vi untuk membantu perusahaan kita"
"Tapi Ma, Sam akan memberikan Vila dan rumah mewah untuk ku,lagi pula aku mencintai Sam ma bukan Alex" kekeh Vivian
"Jangan buat malu papa dan mama Vi,Alex bisa memberi kan mu lebih dari itu,Sam hanya bekerja di perusahaan keluarga nya sedangkan Alex sebagai pemilik Vi, jangan temui Sam lagi"
"Tapi ma-"
"Tidak ada tapi-tapian Minggu depan pernikahan mu dan Alex akan di laksanakan,kami percepat"
__ADS_1
"Ma....Aku harus bicara dulu pada Sam" pinta Vivian tapi mama nya tidak mengizinkan.
Vivian bingung bagaimana cara menjelaskan pada Sam,dia sudah menerima Sam tadi..