Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Pingsan


__ADS_3

"Lepas.....!!" pekik Bella mendorong tubuh Dion sekuat tenaga nya


Lalu berlari ke arah kamar dan segera mengunci pintu nya..


Wajah panik Bella terlihat jelas,cucuran keringat mengalir deras,Dion dari tadi mengotak-atik handle pintu kamar Bella yang sudah terkunci membuat Bella ketakutan.


"Bel,buka.....!!! jangan sampai aku menghancurkan pintu ini"ancam Dion


Bella berdiri di Belakang pintu mencoba menahan dari dalam,agar Dion tak bisa membuka nya.


"Bel....." pekik Dion menendang pintu kamar


Bella semakin ketakutan,dia mencoba menarik kursi sambil memegang perutnya yang mulai Kram.


"Aw....." ringis Bella merasa perut nya semakin sakit


Bella terjatuh ke lantai, merangkak mencari ponsel nya di atas ranjang,saat Ponselnya dia dapati dan Bella menekan nomor mama nya, karena Adel yang terakhir kali menghubungi tadi tapi saat penggilan tersambung Bella justru pingsan, tenaga nya habis..


"Bell......Bella"panggil Adel dari sebrang sana


"Buka Bel,,jangan salahkan aku jika menyakiti mu nanti" teriak Dion


"Bell....Bella sayang......Bell"panggil Adel khawatir,Adel segera lari meninggalkan pesanan nya


"Pak ke rumah Bella segera"perintah Adel panik


Dion mencoba mendobrak pintu kamar Bella sekali tapi tidak bisa

__ADS_1


"Bell,buka! jangan paksa aku menyakiti mu dan merusak semua barang di rumah mu Bel"Ancam Dion lagi


Dion memundurkan langkahnya mengambil ancang-ancang untuk mendobrak kembali pintu kamar Bella


"Satu......dua.....ti-"


"Dion.......!" pekik Adel berlari mendekati Dion dan menampar mantan kekasih anak nya itu


"Tante Adel"gumam Dion memegang pipi nya karena terasa perih


"Kamu apakan anak saya" bentak Adel


"Bella,,Ti-dak....Bella meng-urung diri di kamar" jawab Dion gugup


Vino yang merasa merindukan Bella memutuskan untuk pulang kerumah tapi dia malah melihat mobil mertua nya di halaman serta mobil lain yang tidak dia kenali.


"Tante yang membuat Bella meninggalkan saya,tante yang membuat kami berpisah " ujar Dion


"Mama....." panggil Vino melihat Adel dan Dion bersitegang tapi tidak ada Bella istri nya


"Vino"


"Di mana Bella ma?" tanya Vino khawatir


"Dia bilang Bella ada di dalam kamar"


Vino segera berlari menuju kamar

__ADS_1


"Bell....bella buka pintu nya sayang ini aku"panggil Vino


"Bel.....Ini Aku suamimu bel"


"Bella mama juga ada sayang" ujar Adel tapi tak ada jawaban dari dalam sana membuat Vino semakin panik


Vino menatap Dion tajam, wajah nya memerah menahan marah,Vino mendekat pada Dion dan memberikan satu tinjuan ke perut Dion hingga lelaki ini tersungkur.


"Tahan dia pak,dia harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada istri dan anak saya" perintah Vino pada supir Adel


"Vin,jangan hiraukan dia cepat selamat kan Bella mama takut terjadi sesuatu pada Bella dan anak mu"


Vino segera mencari cara untuk masuk ke dalam kamar mereka,Vino menghubungi polisi dan beberapa tetangga untuk membantu nya mendobrak pintu kamar.


Adel tak berhenti menangis memikirkan nasib anak perempuan nya dari tadi dia menghubungi Tama tapi nomer nya tidak aktif,Adel segera menghubungi Damian agar menyusul nya ke rumah Bella sedangkan Dion di tahan oleh para tetangga Vino.


"Brak...." akhirnya pintu terbuka dan Vino melihat Bella yang tergeletak di lantai dengan menggenggam ponsel.


"Bella" pekik Adel melihat anak nya terbujur


"Bel,,, Bella, bangun sayang,aku sudah pulang,Bell" ujar Vino memangku Bella, wajah nya terlihat khawatir dan matanya tak bisa lagi menahan kesedihan melihat Bella


"Bawa ke rumah sakit Vin,ayo cepat" ajak Adel dan di anggukki Vino


Vino menggendong Bella yang wajah nya sudah pucat pasi


Adel mengirim kan pesan pada Damian untuk mengurus Dion yang ada di rumah Bella karena sudah menyakiti anak mereka.

__ADS_1


__ADS_2