
Sam mengenakan kacamata hitam nya menunggu di dalam mobil dengan kaca mobil di buka nya agar dia bisa melihat Keyla keluar dari sekolah.
"Gila Key,kakak loe makin ganteng ya,kalau gue jadi ipar loe gimana Key?" tanya Tina
"Mana Keyla mau secara loe bawel,ama gue aja Key,ntar gue beliin loe tiket konser BTS" bujuk Bunga
"Gue juga bisa beliin loe Key" jawab Tina
"Diam....kenapa malah jadi kalian yang ribut sih,gue bisa beli sendiri kok" potong Keyla membuat Tina dan Bunga terdiam
Ternyata pesona suaminya ini mampu membuat sahabat nya bertengkar
"Gimana Key?" tanya Tina
"Nggak ada...nggak ada,,,gue nggak lagi mau nonton konser" jawab Keyla kesal karena Sam justru jadi incaran para sahabat nya bahkan anak kelas lain nya juga melirik Sam yang duduk di dalam mobil mewah nya.
Keyla hendak berjalan kearah mobil tapi tangan nya malah di pegang oleh Angga membuat Keyla menoleh pada mantan kekasih nya itu.
"Kita harus bicara" ajak Angga
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi Ngga,kita sudah nggak bisa sama-sama" jawab Keyla menepis tangan Angga
"Tapi Key-"
__ADS_1
"Ngga tolong ngertiin aku,kita nggak bisa bersama" tekan Keyla
"Tapi kenapa Key,apa alasan nya? beri aku Jawaban jelas Key biar aku nggak berharap sama kamu"
Keyla menggeleng kan kepala nya pelan,dia juga bingung alasan apa yang tepat agar Angga mau menjauh.
"Keyla milik saya" ucap Sam tiba-tiba membuat jantung Keyla berdegup kencang karena dia tau pemilik suara itu.
Sahabat Keyla yang lain nya juga terkejut mendengar penuturan Sam.
"Keyla milik saya, jadi jangan ganggu Keyla lagi"tegas Sam lalu menggenggam tangan Keyla dan menuntun nya masuk kedalam mobil.
Keyla hanya menunduk,dia bingung apa jawaban yang akan di berikan pada sahabat nya nanti.
"Ar....lepas ini kantor lo"ucap Nisa berusaha melepaskan pelukan Ardian
Bukan melepaskan tapi Ardian malah semakin erat memeluk tubuh Nisa.
"Nanti ada yang masuk Ar"
"Tidak ada yang berani masuk sayang, jika ada aku yang langsung memecatnya" jawab Ardian mencium tengkuk Nisa membuat perempuan berpipi chubby itu kegelian.
"Ar......" panggil Devan membuat Nisa segera menjauh dari suaminya ini.
__ADS_1
"Apa aku bilang!! kalau bisa pecat dia" ujar Nisa sambil tersenyum kecil
"Ini kantor bukan kamar kalian" ketus Devan kesal melihat sepupunya ini
"Mengganggu saja,kenapa?" tanya Ardian ketus, mereka tadi sudah bertemu makan siang tapi kenapa Devan malah mendatangi nya ke kantor segalau itu kah sepupunya ini.
"Ayah minta kita untuk ke Bali"
"Bali??? kenapa?"
"Penandatanganan penyerahan proyek pada Mr.lie,bukan nya proyek nya sudah selesai, bonus kita akan cair Bro" ujar Devan sedikit tersenyum
Ardian menatap Nisa sejenak.
"Nisa juga ikut, hitung-hitung bulan madu kalian" lanjut Devan yang seakan tau kekhawatiran Ardian
"Bagaimana sayang?" tanya Ardian menatap sang istri,Nisa mengangguk setuju.
"Lalu loe gimana?"
"Tenang,gue bakalan ajak Diana,di lanjutkan lagi, sorry gue ganggu kalian" jawab Devan tersenyum kecil
"Gila loe,jangan macam-macam Van"pekik Ardian karena Devan segera keluar dari ruangan nya
__ADS_1
"Palingan pulang kalian dapat keponakan" jawab Devan terkekeh kecil membuat Nisa dan Ardian menggeleng kan kepala nya.