
"Hmmmm....wangi banget lagi buat apa dek?" tanya Vino yang melihat Nur dari sore tadi sibuk berkutat di dapur.
"Cake pesanan Tante Bella" jawab Nur yang masih sibuk mengaduk adonan kue nya
"Bella ulang tahun?" tanya Vino terkejut karena setahu nya bukan bulan ini ulang tahun Bella
"Bukan" jawab Nur seraya menggeleng kan kepala nya
"Lalu buat acara kantor?"
"Bukan....!! om Dion ulang tahun" jawab Nur yang masih sibuk mengaduk
"Lusa dia mau buat suprise di Bandung" lanjut Nur membuka Vino terdiam, Vino tau Bella tak akan pernah melirik dirinya karena ada Dion di hati perempuan cantik itu,Dion dan Bella sudah berpacaran tiga tahun bahkan mereka akan merencanakan pernikahan tahun depan,tapi setidaknya Vino tak pernah menghalangi Bella dia selalu mendukung keputusan Bella, biarlah dia yang menyimpan cintanya sendiri.
Vino segera meninggalkan dapur rasa cemburu nya semakin terlihat saat mendengar Bella akan memberikan suprise untuk Dion tapi Vino tak memiliki hak untuk melarang.
Beberapa jam di dapur akhirnya selesai sudah pekerjaan Nur, meskipun sedikit melelahkan tapi Nur bahagia karena bisa membuatkan Bella kue sesuai keinginan nya,Tidak lupa Nur membuatkan donat coklat kesukaan Tama, sebenarnya Tama lah orang yang menjadi pemicu Nur memilih jurusan tata boga karena Tama suka makan donat dara mereka kecil, tiba-tiba Nur terbayang saat dia menyuapi donat pada Tama oleh-oleh terakhir dari opa Heru saat pulang dari Singapura untuk berobat dulu.
"Belepotan bang"ujar Nur sambil mengelap bibir Tama dengan tisu
"Abang suka?" tanya Nur
"Banget,abang suka coklat" sahut Tama
"kalau Nur sudah besar nanti Nur akan belajar buat donat coklat yang banyak untuk abang"
"Janji.....!!!"
"Janji...."jawab Nur tersenyum manis
Kata-kata itu yang selalu teringat di kepala Nur hingga dia memutuskan untuk mengubah cita-cita nya yang dulu menjadi dokter berpaling menjadi chef.
"Sayang" panggil April membuat Nur tersentak kaget
"Bunda,bikin Nur kaget"
__ADS_1
"Kamu nya melamun,lagi lamunin siapa hayo....!!!" goda April membuat wajah Nur memerah bak tomat masak
"Nggak,ini lagi nata kue nya bun" elak Nur tersenyum kaku
"Waw....keren...buat siapa sayang? pasti enak, buat Abang ya?" tanya April yang tau kalau Nur memang gemar membuat kan makanan untuk Tama
"Tante Bella bun,tapi juga ada buat Om Tama donat coklat nya"
"Tante Bella??"
"Iya,,Tante Bella mau ke Bandung nemuin om Dion"sahut Nur
"Bun,Nur siap-siap dulu ya,di tinggal sebentar nggak papa kan bun" ucap Nur sambil mengecup pipi kanan April lalu berlari ke kamar nya,dia sudah tidak sabar untuk datang ke rumah Tama meskipun dengan alasan mengantarkan kue Bella.
Setelah selesai bersiap dengan stelan kaos casual dan jeans pensil nya sambil menenteng tas selempang Nur keluar dari Kamar,Nur memang terkesan memiliki gaya santai berbeda dengan Vina yang lebih anggun.
"Berangkat sekarang dek?" tanya Vino
"Hmmm...."
"Tumben mau antar Nur" gumam Nur pelan sambil mengikuti langkah kaki Vino
meskipun hati nya tengah dilanda cemburu saat ini Vino tetap ingin bertemu Bella
****
Sesampainya di rumah Tama,Nur segera meminta bantuan pada Vino untuk membawa kan cake pesanan Bella sedang kan dia sendiri membawa donat kesukaan Tama.
"Tante ini cake nya" ujar Nur saat melihat Bella yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya
"Udah selesai ya, terimakasih Nur.. makin sayang deh sama kamu" ucap Bella tersenyum manis saat melihat Cake pesanan nya di letakkan oleh Vino di atas meja
"Om Tama mana tan?" tanya Nur melihat kiri-kanan tidak melihat batang hidung Tama
"Di ruangan kerja papa, langsung ke sana saja,mama juga ada di sana" jawab Bella
__ADS_1
"Duduk Vin" tawar Bella pada Vino sambil menepuk pelan kursi di sebelah nya, sedangkan Nur berjalan ke arah ruang kerja Damian, seluk-beluk rumah Tama sudah di ketahui oleh Nur karena dari kecil mereka bersama.
Langkah kaki Nur terhenti saat mendengar suara Adel yang sedikit meninggi ntah Adel marah atau sedang bahagia Nur tidak bisa melihat ekspresi nya karena masih berdiri di luar.
"Benar Bang,mama tidak salah dengar" pekik Adel
"Iya ma aku bersedia bertunangan dengan Vina minggu depan" jawab Tama
Paper bag yang di bawa Nur jatuh seketika,hatinya hancur saat mendengar Tama akan bertunangan dengan Vina,dia juga mengenal Vina karena sudah beberapa tahun ini memang Vina sering berada di rumah Damian tapi Nur tidak menyangka kalau keberadaan Vina di rumah ini untuk menikah dengan Tama,ini patah hati pertama yang di rasakan Nur.
"Alhamdulillah... terimakasih bang, terimakasih sayang,mama akan segera beritahu kabar baik ini dengan tante Bella,dia pasti bahagia"ucap Adel tersenyum manis sambil meraih ponselnya untuk segera menghubungi Bella sahabat baik nya.
Nur menyeka air matanya dan segera pergi, paper bag yang di bawa nya tak lagi di hiraukan oleh Nur.
"Nur... kok cepat banget, udah ketemu abang?" tanya Bella yang melihat Nur sudah berada di hadapan nya
"Sudah tan,om Tama lagi sibuk banget nggak enak di ganggu,titip salam aja ya tan,kak yuk pulang" ajak Nur
Bella melihat gelagat yang tak biasanya setau Bella sesibuk apapun Tama jika Nur yang datang dia akan meninggalkan semua nya, pasti Nur yang di dahulu kan Tama.
"Tapi Nur-"
"Pulang sekarang kak" bentak Nur
"Kamu kenapa dek? kesambet setan mana? tadi baik-baik aja kok bisa jutek gini"ucap Vino heran
"Bawel....!!!" ketus Nur berjalan cepat meninggalkan Vino yang masih ingin pamit pada Bella.
Nur menghempaskan tubuhnya di jok mobil, sebenarnya dia harus sadar diri kalau dia hanya keponakan tidak mungkin Tama punya perasaan lebih pada nya.
"Bodoh.....bodoh kamu Nur" kesal Nur lagi
"Siapa yang bodoh Nur?" tanya Vino yang baru datang
"Ada perempuan bodoh" jawab Nur asal membuat Vino menggeleng kan kepala bingung melihat adik perempuan nya ini tiba-tiba berubah mood.
__ADS_1