
"Papa hanya ingin mempererat hubungan persaudaraan kita tidak ada maksud lain,hanya ingin antara kita terus akur" ucap Pak Heru lembut
Adel hanya mengangguk sopan dia tak ingin memperpanjang masalah juga,tapi bu Fatma masih terlihat tidak senang pada Adel sedang kan Haikal hanya diam saja.
"Bagaimana dengan pekerjaan di tempat baru mu kal,apa ada kendala?" tanya Damian
"Lumayan baik om,hanya ada beberapa kendala kecil dan masih bisa di atasi, maklum cabang baru jadi masih banyak yang belum mengerti dengan aturan dari perusahaan,ada beberapa karyawan baru yang harus di perhatikan kerja nya" jawab Haikal sambil menyuap nasi ke mulut nya
Bu Fatma dari tadi melirik ke arah si kembar yang tengah bermain dengan pengasuh mereka ntah apa yang di pikirkan ibu tua ini, Satria pun juga tengah ikut bermain bersama si kembar, Satria yang terbiasa sendiri merasa bahagia ada anak Damian dan Adel yang menemani nya
"Bagus lah lambat laun kamu akan mulai terbiasa,oh ya kata kan pada Fajar jika ingin bekerja masuk kembali ke perusahaan Adel atau perusahaan ku" tawar Damian
"Kenapa tidak di perusahaan yang di pimpin Haikal saja? biar Fajar tidak terlalu canggung" ketus Bu Fatma
"Tidak,aku tidak membenarkan dalam satu perusahaan ada ikatan darah ataupun suami-istri,aku dan Adel saja berpisah kerja,jika Fajar ingin pekerjaan datang pada ku" jawab Damian cepat,dia tak ingin perusahaan yang sudah dia pimpin hancur oleh orang lain jika ingin ikut aturan nya oke jika tidak boleh keluar
__ADS_1
"Memang sudah seharusnya begitu ma,papa suka prinsip Damian yang lebih profesional,tidak memandang bulu, semua sama jika ingin sukses" sahut pak Heru
"Kapan kamu tidak mendukung adik mu itu pa, meskipun salah tetap akan kamu bela,ingat Dam roda itu berputar sekarang kamu boleh merasa kaya suatu saat kamu akan butuh kami" gumam Bu Fatma pelan
"Ma,," Tegur pak Heru tidak senang dengan ucapan istri nya ini selalu tidak suka dengan kesuksesan orang lain
"Benar kan ucapan ku kamu selalu membela nya" ujar Bu Fatma berdiri menyudahi makan ny,dia ikut bergabung bersama Haikal dan si kembar untuk bermain.
Makan malam kali ini tidak terlalu tegang dan tidak juga ada candaan karena ini pertama kali Adel bertemu kembali dengan mama Haikal setelah mereka bercerai membuat Adel masih terasa sedikit canggung tapi masih tahap wajar.
Haikal dari tadi diam-diam memperhatikan Adel yang tengah menidurkan anak nya,Adel mengusap lembut punggung Bella sambil di gendongan terlihat jelas sisi keibuan wanita ini, wanita yang dia Khianati dulu, wanita yang masih dia cintai sampai saat ini tapi sudah bahagia dengan orang lain.
"Sayang seperti nya anak-anak sudah sangat lelah,kita sudah bisa pulang?" tanya Adel lembut
Suara Adel terdengar merdu di telinga Haikal membuat jantung nya berdegup kencang serasa Adel memanggil dirinya.
__ADS_1
"Iya sayang, keasikan ngobrol sampai lupa" sahut Damian membuat Haikal tersadar kalau itu bukan untuk nya
"Mas,kami pamit dulu karena si kembar sudah mau tidur" ujar Damian dan di angguki pak Heru
Pak Heru mengantarkan Damian sampai kedepan pintu rumah nya sedangkan Haikal sendiri hanya mengintip dia belum terlalu kuat melihat mantan istri nya ini
****
"Sayang kamu tidak nyaman di rumah mas Heru?" tanya Damian
"Bukan tidak nyaman hanya saja aku belum terbiasa"
"Untuk mbak Fatma-"
"Sayang aku kenal mama,aku tau bagaimana sifat nya jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak padaku,dari dulu dia tidak suka pada ku sayang jadi untuk itu aku tal pernah ambil hati" potong Adel membuat Damian mengangguk mengerti,dia pun juga tau kalau mama Haikal tak pernah menyukai nya.
__ADS_1
Damian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam.