Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Acara


__ADS_3

Anisa Nur Azizah menjelma menjadi perempuan cantik dan pemalu, Nur nama panggilan nya perempuan ini persis seperti April cengeng bahkan jauh lebih pemalu dari April dia sudah terbiasa di kelilingi lelaki tampan bahkan selalu di jaga oleh Satria,Vino dan Tama hingga tak ada satu lelaki pun yang berani mendekati nya.


Saat ini Nur sedang menyelesaikan kuliah tata boga nya, berbeda dari kakak-kakak nya yg mengambil bisnis Nur lebih tertarik ke dunia masak memasak.


Pagi ini perempuan bertubuh mungil itu sedang membantu merapikan masakan di kafe terbaru Vino, sebenarnya kafe ini Vino buka untuk Nur, Vino ingin Nur bisa berkreasi lebih setelah pulang kuliah Nur langsung bisa praktek di dapur pribadi nya, semua peralatan sudah di belikan oleh Vino.


Berbagai macam jenis masakan di buat oleh Nur hari ini,dia ingin pembukaan cafe ini berjalan lancar.


Ting.... Notifikasi pesan masuk ke ponsel Bella


"Jangan lupa datang tante,aku sudah buat Cake kesukaan mu" pesan Nur untuk Bella


"Oke" jawab Bella singkat


Keluarga mereka cukup akur,tak ada lagi perselisihan apalagi setelah kematian pak Heru semua nya semakin dekat karena Hanya Damian lelaki tertua mereka saat ini.


****


"Mas jangan lupa jam sembilan ini peresmian cafe Vino,kamu sering lupa kalau tidak di ingatan berkali-kali" ucap April sambil merapikan dasi Haikal


"Iya sayang,mas langsung ke sana"jawab Haikal tersenyum kecil melihat wajah istri tercinta nya ini,Haikal tak pernah bosan melihat wajah April perempuan yang sudah memberikan nya anak perempuan imut dan manja


"Kamu mau pergi bersama?" tanya Haikal


"Tidak aku harus mampir dulu ke toko bunga,Kamu tau kan Nur suka sekali di berikan kado bunga mawar,jika aku lupa bisa-bisa dia cemberut sepanjang acara" oceh April yang tau kebiasaan anak perempuan ny itu


"Oh ya,Fajar dan Anita sudah kami hubungi mas?"


"Sudah, mereka langsung ke sana nanti" sahut Haikal sambil berjalan mengambil tas kerja nya


Haikal mencium kening April lalu segera berangkat.


****


"Selamat bro semoga makin sukses" ujar Tama sambil mengulurkan tangannya pada Vino dan di jabat oleh Vino sambil tersenyum manis


Tama melihat kiri kanan tapi yang dia cari tidak kelihatan


Damian dan Adel pun juga sudah datang serentak dengan Anita dan Fajar, Anita menggendong bocah lelaki anak kedua nya sedangkan anak pertama nya hampir sebaya dengan Nur tapi saat ini kuliah di luar Negeri.

__ADS_1


Haikal dan Satria juga baru datang beserta tamu undangan lainnya.


"Mana April ?"tanya Adel pada Satria


"Bunda di belakang oma sebentar lagi juga sampai" jawab Satria sambil berjalan ke arah Tama dan Vino


Bella berjalan sedikit tergesa karena baru saja sampai dari Bandung pagi ini, seharusnya dia belum pulang karena Dion kekasih nya tak mengizinkan Bella pulang dengan alasan masih rindu tapi Bella tidak bisa dia harus hadir di acara ini karena permintaan Nur, Bella sangat menyayangi Nur.


"Mama kira kamu tidak datang" ujar Adel sedikit khawatir


"Mana bisa aku tidak datang ma, bisa-bisa Nur merajuk dan tidak mau menyapa ku"


"Mama juga takut begitu"


"Mana Nur?" tanya Bella


"Masih di belakang mungkin"


Bella melirik kiri-kanan dan melihat Tama,Vino serta Satria yang sedang tertawa bersama


"Selamat...." ucap Bella memberikan tangan nya pada Vino


"Mana Nur?" tanya Bella sedikit ketus


"Masih di belakang sebentar lagi juga keluar" jawab Vino


"Aku permisi ke belakang sebentar" ucap Tama berjalan ke belakang


Tama melihat kiri kanan mencari sosok perempuan mungil yang terbiasa memanggil nya om ini, terlihat tangan lihai Nur sedang mengaduk masakan nya, Rambut kucir tinggi yang biasa di tampilkan nya membuat leher jenjang Nur terekspos sempurna.Tama memperhatikan perempuan manja ini dengan tersenyum kecil lalu mendekati nya sambil memberikan satu tangkai mawar putih kesukaan Nur.Tanpa melihat kebelakang pun Nur tau siapa yang memberi kan nya mawar putih ini hanya Tama lelaki yang selalu memberikan nya mawar putih selain itu pasti mawar merah Nur sendiri tak pernah tau alasan Tama apa selalu memberikan mawar berwarna putih tapi Nur suka dengan semua itu.


"Selamat pembukaan cafe nya ramai" ujar Tama


Nur tersenyum sambil mengambil satu tangkai mawar putih tersebut dan mencium nya


"Wangi ...." jawab Nur singkat


"Masakan nya nanti gosong" ingat Tama membuat Nur segera mengaduk kembali wajan nya


Tama mengusap pelan kepala Nur lalu pergi,Ntah kenapa dada Nur berdetak lebih kencang saat Tama mengusap kepala nya

__ADS_1


"Ingat Nur dia om mu" batin Nur mensugesti diri nya sendiri,ntah ini perasaan cinta atau hanya perasaan sayang antara om dan Keponakan.


"Bang....sini..." panggil Adel saat melihat Tama keluar dari dapur


Tama melihat mama nya dan terpaksa memasang senyum palsu karena ada Vina di sebelah mama nya,Tama memang tak munafik Vina perempuan cantik tapi ntah kenapa dia tak menyukai Vina yang terlihat agresif dan manja pada nya.


Tama menghela nafas panjang sambil berjalan kearah mama nya


"Bang temani Vina dulu mama mau kebelakang" ucap Adel segera pergi


"Baru datang?" tanya Tama basa-basi


"Hmmm,abang dari mana baru kelihatan?" tanya balik Vina


"Toilet" jawab Tama asal sambil melihat ke arah pintu masuk


****


"Gimana kerjaan nya?" tanya Vino pada Bella


"Melelahkan,ini saja baru pulang dari Bandung, karena Nur jadi harus buru-buru pulang" sahut Bella


"Di Bandung karena kerja atau yang lain" sindir Vino yang tau kalau kekasih Bella berada di Bandung karena beberapa kali mereka bertemu di Bandung


"Sekalian menyelam minum air hahaha......" jawab Bella sambil tertawa yang menurut Vino tawa Bella sangat manis membuat dia tak bosan memandangi perempuan yang sering dia goda tante ini.


April datang menenteng buket mawar merah untuk anak perempuan kesayangan nya itu.


"Sudah datang" sapa April pada Adel dan mencium pipi kiri kanan tante nya ini


"Maaf kelamaan, mampir dulu di toko bunga"ujar April dan diangguki Adel


"Acara nya mau di mulai sayang kamu lama sekali" ucap Haikal mendekat pada April


"Maaf mas,tadi toko bunga nya sedikit ramai tidak seperti biasanya"jawab April sampai menggenggam tangan Haikal


"Seperti nya semua sudah datang, acara sudah bisa di mulai" ucap Haikal dan anggukan setuju oleh anggota lain nya


Nur pun juga sudah menyelesaikan masakan nya segera merapikan diri lalu keluar dari tempat persembunyiannya ini.

__ADS_1


__ADS_2