
Seminggu sudah berlalu Haikal dan April sudah kembali ke Jakarta, saat ini April sedang merapikan pakaian nya.
Lelah sangat lelah bagi April mengurusi dua anak dan suami belum lagi di tambah rumah yang tiap waktu berantakan oleh dua jagoan nya ini,tapi April tak boleh mengeluh dia yang memutuskan untuk tidak memakai jasa Pembantu selagi dia belum hamil.
"Hari ini kamu tidur saja sayang jangan bekerja apapun,makan siang kita di pesan saja" ujar Haikal yang tau kalau April sangat lelah, terlihat jelas dari raut wajah istri nya itu
Haikal mencium pipi April lalu segera berangkat, sudah seminggu lebih Haikal melarikan Satria dari rumah mama nya membuat Satria sendiri betah bersama April dan Vino, perhatian seorang mama yang tak pernah dia dapat kan saat ini di dapatkan nya dari April membuat Satria betah di sini.
***
Pagi ini Haikal di dibukan dengan rutinitas kerja nya, seminggu meninggalkan kantor membuat Haikal benar-benar sibuk dengan tumpukan kertas di atas meja kerja nya.
"Hari ini jadwal anda cukup padat pak, setelah meeting dengan perusahaan Angkasa anda di minta pak Damian ke kantor nya dan setelah itu jam tiga nanti jadwal pengecekan produk kosmetik kemarin" jelas sang sekretaris
" Lalu?"
"Ada beberapa berkas yang harus di cek,dan ada kontak kerja sama yang sudah saya email kan ke bapak" lanjut nya
__ADS_1
"Pak ibu anda beberapa hari kemarin mencari anda kemari" lapor sang sekretaris lagi
"Lalu kamu bilang apa?"
"Cuti ....!!! seperti yang bapak katakan pada saya" jawab nya cepat
"Bagus kamu boleh keluar" jawab Haikal dan sang sekretaris mengundurkan diri keluar ruangan
Rumor Haikal menikah sudah banyak terdengar di kantor tapi sampai saat ini belum ada yang tau siapa istri Haikal,Damian dan Adel sendiri tidak pernah memberitahu pada siapapun karena itu hak pribadi Haikal,dia yang akan mengumumkan siapa istri nya di saat yang tepat.
Setelah Meeting Haikal kembali lagi keruang nya,Haikal menghela nafas panjang karena lelah akan pekerjaan nya hari ini,Haikal melirik jam di pergelangan tangan nya dan teringat akan Satria,Vino dan April yang di rumah pasti belum makan atau bahkan menunggu dirinya.
"Makanan nya sudah aku pesan kamu jangan lupa makan siang sayang,ajak anak-anak.I love you...😚" pesan Haikal pada April
Haikal meletakkan kembali ponselnya tanpa menunggu balasan April karena masih ada beberapa email yang harus dia cek tapi dia harus menemui Damian terlebih dahulu,Haikal segera bangkit dan keluar dari Kantor nya.
****
__ADS_1
"Bagaimana perkembangan nya?" tanya Damian
"Cukup di terima dengan baik dan minati Masyarakat om,"
"Karena baru kali ini bergabung membuat om sedikit hati-hati takut nya malah merugikan kamu" ujar Damian
"Seperti nya cukup laku di pasaran"
"Istri mu membawa hoki untuk mu,ingat Kal beda istri beda rezeki,do'a istri paling mujarab jadi jangan sesekali menyakiti hati nya seisi rumah mu akan terasa di kuburan jika kau menyinggung perasaan nya" ujar Damian terkekeh kecil mengingat jika dia salah sedikit saja Adel akan cemberut seharian
"Iya om,aku cukup belajar banyak dari pengalaman dahulu, meskipun April tak banyak tingkah dan bukan perempuan kuat tapi aku cukup bisa memahami nya" jawab Haikal
"Bukan hanya bisa tapi harus" tegas Damian
Haikal membuka email di iPad yang dia bawa, tentang peningkatan pemasukan perusahaan.
Damian tersenyum kecil tidak sia-sia dia bekerja sama dengan Haikal untuk produk kosmetik terbaru karena hasil nya pun cukup menggiurkan.
__ADS_1
"Bagus ..om harap kamu bekerja lebih serius lagi kal karena sudah ada tanggung jawab yang kamu pikul saat ini"
"Iya om... pasti" jawab Haikal mantap,Haikal sendiri sudah memutuskan untuk menempati rumah Ibu April dan dia susah mulai merenovasi sedikit demi sedikit karena masih ada sisa tanah yang cukup luas karena April sendiri tidak ingin pindah dari rumah itu saat ini.