Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Bali


__ADS_3

Ardian melepaskan pakaian nya lalu segera mengguyur tubuh di kamar mandi, pikiran nya selalu mengarah pada Nisa,kenapa kehidupan Nisa tiba-tiba menarik untuk di telusuri pikir Ardian,apa memang dia yang selama ini terlalu cuek dengan wanita.


Selama ini lelaki yang terkenal dingin ini tak pernah mengenal cinta dan juga Ardian terlalu cuek dengan wanita yang ada di hidup nya menjalani hari dengan segala kemewahan yang di suguhkan oleh keluarga nya membuat Ardian lama-kelamaan bosan juga seperti nya dia memang butuh teman berbagi,butuh teman bersandar apa dia terima saja tawaran mommy nya untuk menikah dengan Anisa?


Ardian tidak pernah memikirkan soal pernikahan selama ini karena dia sibuk dengan dunia nya.


****


Anisa berjalan seperti biasanya pagi ini, terlihat anggun dengan senyum khas ramah yang selalu menghiasi wajah Anisa,seberat apapun kisah hidup nya Anisa tetap selalu bersikap profesional dia tak ingin mengecewakan atasan nya dalam bekerja.


"Pagi...." sapa rekan kerja Anisa


"Pagi Nis"


"Pagi"jawab Nisa ramah lalu masuk kedalam lift menuju lantai lima tempat di mana ruangan dia dan Tama berada.


Ardian yang baru datang langsung ikut masuk membuat Anisa merasa canggung satu lift dengan lelaki tampan ini.


Seisi Lift melirik kearah Ardian, wakil CEO tampan tapi dingin.


Ardian tak sedikit pun memberikan senyuman pada karyawan nya tapi dia tetap di kagumi oleh para wanita karena ketampanan dan kekayaan nya.


"Kenapa dia masuk di lift ini juga" batin Anisa, biasanya Ardian selalu masuk di lift petinggi tapi kenapa pagi ini di lift karyawan,apa mungkin Ardian salah masuk?

__ADS_1


Tepat di lantai Lima Anisa keluar dan bersamaan dengan Ardian, lagi-lagi Anisa terlihat gugup karena Ardian memperhatikan nya.


Anisa berjalan cepat lalu meletakkan tas nya dan mengambil buku catatan untuk pekerjaan Tama, Awal nya Ardian ingin masuk kedalam ruangan nya tapi dia malah berdiri di depan pintu dan memperhatikan Anisa membuat Anisa grogi.


"Kenapa dia memperhatikan ku begitu,apa ada yang salah dengan pakaian ku,apa ada yang robek" batin Nisa lagi memerhatikan kiri-kanan pakaian nya bahkan melihat ke arah bawah.


Anisa menggelengkan kepalanya pelan lalu segera berjalan ke arah Pantry,tapi lagi-lagi Ardian mengikuti nya dari belakang.


"Kenapa sulit sekali,bukan nya aku meletakkan di depan tapi kenapa sampai di belakang,ini pasti ulah mas Ari" oceh Anisa saat meraih gula saset nya


"Ini....lain kali kalau tidak sampai minta tolong,punya mulut kan!" ucap Ardian dengan nada dingin memberi kan toples gula pada Anisa.


Anisa hanya diam dia tak berniat meladeni Ardian untuk berdebat pagi ini karena masih banyak pekerjaan, suasana hati yang buruk akan membuat pekerjaan nya buruk nantinya.


"Terimakasih... biasakan ucapan terima kasih saat di bantu" bisik Ardian membuat Anisa semakin gugup


Ardian lalu pergi meninggalkan Anisa yang mematung sendiri.


"Lelaki aneh,siapa juga yang minta bantuan kamu" ketus Anisa sedikit mencibir saat Ardian pergi


****


"Pagi pak....ini teh nya dan seperti biasa saya akan membacakan jadwal bapak pagi ini"

__ADS_1


"Nis,tadi pak Satria menghubungi saya katanya perusahaan Jepang ingin bertemu di Bali karena mereka sedang ada proyek di sana,apa kamu bisa berangkat ke Bali?" tanya Tama


"Ke Bali Pak?"


"Ya,jika kamu bisa lusa berangkat"


Nisa tampak berpikir sejenak dan menghela nafas berat,dia bekerja jadi mau tak mau dia harus bisa tidak ada kata tidak bisa untuk kemajuan perusahaan.


"Bisa pak"


"Oke kalau begitu siapkan semua file nya dan kalian berangkat lusa"


"Kali-an!!!"


"Ya... kamu dan Ardian yang mewakili perusahaan kita karena saya tidak bisa berangkat,saya harus menjaga papa yang sedang sakit saat ini jadi tidak bisa pergi" jawab Tama membuat jantung Anisa berdegup kencang, bagaimana bisa dia dan Ardian yang pergi ke Bali berdua.


"Berdua pak?" tanya Nisa tidak percaya


"Biasanya kamu juga pergi bersama saya berdua bukan? lagi pula dari perusahaan Satria juga ikut, mungkin Pak Satria akan meminta Devan untuk mewakili nya, dan beliau berpesan untuk kamu mengajari Devan, kamu tau banyak tentang perusahaan dan saya sangat berharap kontrak itu kalian yang dapatkan,jika kalian dapat saya akan berikan kamu bonus besar"ucap Tama memberikan semangat pada Nisa, awalnya Tama sendiri yang akan pergi tapi kondisi Damian tidak memungkinkan, beliau tengah sakit saat ini.


Nisa menggeleng kan kepala nya pelan,Devan lelaki yang terkenal playboy,apa yang harus dia ajarkan pada Devan, lelaki itu lebih tau segalanya dari pada Nisa,bahkan hal yang tidak di ketahui Nisa sangat mahir di lakukan oleh Devan, apakah dirinya tengah di beri ujian saat ini harus pergi dengan dua lelaki yang super bawel dan super dingin.


Bisa kah mereka bersatu untuk mendapatkan tanda tangan kontrak nya,Nisa sendiri tidak yakin bisa bekerja sama dengan Ardian dan Devan dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2