
Haikal terduduk di meja kerja nya tak ada gairah untuk bekerja hari ini karena kepala nya terasa berdenyut,masalah di rumah dan masalah di kantor cukup menguras isi kepalanya.
"Pak hari ini kita ada pertemuan sebelum makan siang" ucap Anita pada Damian
"Baiklah setelah makan siang kosongkan semua jadwal ku" jawab Damian yang sama sekali tak melirik pada Anita yang masih berdiam diri di hadapan nya
"Kenapa?" tanya Damian mengalahkan kepala nya melihat Anita yang tak bergerak
"Pak saya lihat Pak Haikal sedang tidak baik,dari tadi dia mondar-mandir di dalam ruangan nya tanpa mau keluar dan pekerjaan nya pun tidak fokus" Adu Anita,dia tau kalau Haikal keponakan Damian jadi dia perlu memberitahu
" Haikal" ujar Damian pelan
"Ya pak, saya rasa beliau sedang ada masalah"
"Nanti saya yang temui silahkan keluar" ucap Damian dan di anggukki Anita pelan
" Kenapa lagi dia" batin Damian
Damian segera melangkah kan kaki nya untuk keluar dari ruangan menuju ruangan Haikal
Memang benar lelaki itu terlihat gelisah di dalam ruangan nya karena terlihat dari kaca jendela ruangan itu dari luar, Damian melangkah pelan dan memperhatikan Haikal
"Kenapa?" tanya Damian mendekat pada keponakan nya ini,hati Damian sebenarnya kasihan melihat Haikal tapi mau bagaimana lagi Haikal yang mencampakkan Adel bukan dirinya yang merebut
"Om..." Ujar Haikal sedikit kaku
Damian duduk dan di ikuti Haikal
"Apa yang membuat mu begini kal?" tanya Damian,kali ini dia akan mengajak Haikal berbicara dari hati ke hati sebagai seorang paman bukan saingan
__ADS_1
"Om, aku menyesal"
"Mencampakkan Adel?"
"Hmmm......dan juga menyesal sudah menyakiti nya" jawab Haikal
"Bukan karena harta?" tanya Damian tapi Haikal tak menjawab
"Kal,harta itu milik Adel,murni peninggalan orang tua nya dan kamu bekerja selama ini juga sudah kamu nikmati bersama Karin dan anak kalian.Tidak adil jika saat bercerai pun kamu minta bagian karena selama Menikah kamu sudah berkhianat dan menyakiti nya" jelas Damian
" Kal, bijak lah dalam bertindak, Adel tak bersalah dalam pernikahan kalian dia korban keegoisan kamu dan mama mu,kini nikmati hidup bersama Karin,kalian susah punya anak,sayangi Satria mulai lagi dari awal.om akan naikan jabatan mu menjadi kepala perusahaan di cabang yang baru tapi dengan satu syarat perbaikan pernikahan mu, Anggap Adel sebagai Tante mu bukan mantan istri"
" Bagaimana bisa om?"
" Bisa, pasti bisa"
"Baiklah akan aku coba" jawab nya lemah
Damian menepuk pundak Haikal pelan lalu pergi
****
Seusai pertemuan dan makan siang nya Damian segera pulang menemui sang istri tercinta.
"Sudah siap?" tanya Damian mendekat dan mencium kening Adel
"Hmmm....aku ambil tas sebentar sayang" jawab Adel berjalan ke arah lemari tas nya,Adel meraih tas berwarna kuning senada dengan dress nya membuat bumil cantik ini terlihat elegan,Adel selalu berpenampilan menarik meski saat hamil tua.
Damian menuntun sang istri berjalan pelan karena memnag Adel sudah kesulitan membawa perut besar nya
__ADS_1
"Del, aku sudah mencari pengasuh untuk anak kita nanti,mulai bulan depan dia akan bekerja"
"Tapi anak kita belum ada sayang"
"Biar dia membantu mu dulu del agar nanti saat anak kita lahir dia sudah terbiasa bekerja" jawab Damian
Adel tak bisa berkomentar lagi,dia juga tau apa yang di lakukan suami nya ini murni karena menyayangi nya,Damian tak ingin Adel kesusahan.
****
"Damian sudah berbicara dengan papa,apa kamu mau hidup terus begini Kal makin terpuruk" ujar Pak Heru
"Pa,aku merasa Karin tak cocok untuk ku" jawab Haikal
"Jika tidak cocok lepaskan dia,biarkan dia hidup dengan cara nya sendiri"
"Bagaimana Satria pa?" tanya Haikal
"Jika kau ingin mengurus nya ambil Satria,papa rasa sudah cukup waktu bermain-main mu kal,kamu sudah tua hidup lah layaknya orang tua,kami butuh anak untuk mengurus mu kelak, sekolah kan Satria dengan baik,didik dia dengan pendidikan yang bagus" nasehat pak Heru
"Jangan ganggu lagi om mu Damian dia sudah berusaha tetap menjaga hubungan keluarga kita agar tidak terpecah,Damian orang baik tak ada sedikitpun dendam di hati nya bahkan berkali-kali mama mu berbicara ketus tapi dia terus sudah berusaha membantu mu,kini saat nya kamu bangkit Kal,masih banyak orang yang peduli pada kami.hilangkan sifat iri di hati mu itu" lanjut pak Heru
Haikal menitikkan air mata,baru kali ini terasa sangat menyentuh ucapan papa nya,dia pun juga merasa tak ada kesusahannya terus menerus mengejar Adel yang sudah bahagia karena ini memang salah nya dulu mencampakkan Adel tanpa rasa iba.
****
Pembahasan cover sedikit ya say,ini cover nya dari Noveltoon langsung yang ganti jadi nggak bisa nolak.
Semua novel saya cover nya Nt yang kasih kak,jadi nggak bisa lagi di ganti.Untuk yang nggak suka model cover nya mohon maaf ya🙏🙏🙏
__ADS_1