
Vina sedang asik menonton televisi sambil menikmati beberapa cemilan yang dia pesan dengan melalui sebuah aplikasi.
Pintu apartemen terbuka membuat Vina tersentak melihat siapa yang datang ternyata suaminya Satria, sebenarnya Vina masih malu bercampur takut dengan kejadian semalam tapi mau bagaimana mau tak mau dia harus menghadapi Satria karena memang mereka satu atap.
"Sudah pulang?" tanya Vina sambil mendekat dan mengambil tas kerja Satria
"Hmmmm......" jawab Satria sambil membuka jas nya dan melonggarkan dasi, terlihat jelas wajah lelah lelaki tampan ini membuat Vina tidak tega,mau tak mau dia mengambil kan minum untuk suami nya ini.
"Terimakasih" jawab Satria sedikit menarik sudut bibirnya
"Tumben bisa bilang terima kasih" gumam Vina pelan
Setelah memberikan kembali gelas kosong tersebut pada Vina, Satria segera masuk kedalam kamar,hari ini benar-benar melelahkan bagi nya karena harus menghadapi Ayunda yang tak bosan untuk menarik simpati nya,tapi Satria ingat pesan Tama dia memang harus mengajak Vina bicara dan meminta maaf.
****
"Mas......aku benar-benar hamil" ujar Bella memberikan satu buah tespek pada Vino
"Alhamdulillah..... terimakasih sayang" jawab Vino tersenyum manis, memang ini yang dia tunggu-tunggu kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluar kecil mereka.
"Apa aku bisa nanti menjaga nya dengan baik mas, sedangkan mengurusi mu saja aku belum sempurna,aku takut tidak bisa jadi ibu yang baik dan membuat nya kecewa" aku Bella dengan nada takut
"Sayang,tak perlu sempurna untuk menjadi seorang istri,cukup kamu setia dan selalu mensupport ku semua pasti ada jalan nya, aku masih mampu mengurus diri sendiri,tidak ada yang harus kamu takut kan"jawab Vino menggenggam tangan Bella membuat Bella sedikit tenang.
"Aku takut kamu berpaling mas, karena aku tak seperti perempuan kebanyakan,aku tidak bisa masak,tidak bisa membersihkan rumah tidak bisa-"
__ADS_1
Cup......
Satu kecupan di layangkan Vino di bibir Bella membuat perempuan cantik ini terdiam
"Mas....aku belum selesai bicara"rengek Bella
Cup.....
Vino mencium kening Bella sekilas
"Aku tak butuh itu semua,jika sudah saat nya kita butuh pembantu aku akan berikan itu sayang,yang jelas jaga kesehatan,jaga anak kita dalam kandungan mu,dan biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya,aku akan selalu berusaha membahagiakan mu,tetap lah berdiri di samping ku agar semua orang tau kalau aku sudah ada yang punya"jelas Vino membuat Bella memeluk tubuh suaminya ini, Bella Merasa saat ini dia adalah perempuan yang paling beruntung di berikan kepercayaan oleh Tuhan dan di berikan suami yang sangat penyayang tak ada lagi kebahagiaan melebihi ini batin Bella.
"Terimakasih mas,, terimakasih sudah hadir dalam kehidupan ku" bisik Bella
****
"Maksud mu?"
"Kakak mu Satria sudah melewati malam pertama mereka" cerita Tama
"Yang bener Ay,jadi bener donk kalau Vina nggak hamil??" tanya Nur
"Ya memang nggak hamil lah,itu semua salah paham"
"Tau gitu kita kasih banyak ya Ay obat nya,Nur masih takut-takut Vina hamil beneran kemarin"
__ADS_1
" Yang jelas sekarang masalah nya sudah clear,aku bisa lega saat ini jika bertemu Satria"jelas Tama tersenyum tapi Nur sedikit tak semangat
"Kamu kenapa Yang?"
"Kamu lihat ini Ay" ujar Nur memberikan ponsel nya pada Tama, terlihat jelas Bella dan Vino memasang status di Wa mereka dengan gambar Tespek
"Sayang,,jangan terlalu di pikirkan, jika sudah saat nya pasti kita akan di berikan juga titipan seperti ini sayang"
"Tapi Ay,, Nur sudah tidak sabar" ujar Nur memeluk tubuh Tama dan menitikkan air mata
Tama segera menghapus air mata di pipi mulus Nur,dia tau saat ini istri nya ini tengah bersedih,tapi tak ada yang bisa mereka perbuat selain berusaha.
"Kan sekarang kamu ada temen nya Vina" bujuk Tama membuat Nur mengadakan kepala nya
"Sudah....jangan bersedih sayang dari pada kamu terus menangis lebih baik kita usaha" goda Tama menaikan alisnya membuat Nur tersenyum malu dan memukul kecil dada Tama
"Masih sore Ay"
"Tidak ada beda nya sore ataupun malam semua sama saja, lebih baik kita mulai sekarang dari pada membuang waktu" ujar Tama menarik Nur ke arah ranjang membuat Nur terpekik kaget.
"Ay geli" ujar Nur terkekeh saat Tama mencium seluruh tubuh perempuan mungil ini..
"Sudah ay"mohon Nur tapi tak di dengar kan Tama di malah semakin mempercepat ulah nya untuk menelanjangi Nur.
Tama menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan membuat Nur terpekik di dalam sana.
__ADS_1