
"Saya yang ambil duluan" kesal Diana menarik satu buah tas dari tangan perempuan yang Diana juga kenal siapa perempuan tersebut.
"Saya yang pegang duluan jangan sembarang kamu ya, jelas-jelas itu punya saya" ujar Vivian kesal.
Diana dan Vivian pernah berseteru dulu karena Vivian cemburu pada Diana.
"Saya yang punya" ucap Diana kekeh sambil menyembunyikan tas itu di belakang tubuh nya
Vivian terlihat cemberut sambil berusaha mendorong tubuh Diana.
"Hey...jangan main kasar,kalau kamu ingin menyelesaikan nya dengan cara kekerasan ayo aku ladeni" ucap Diana menantang Vivian,Jika harus beradu kekuatan jelas saja Vivian yang kalah karena tubuh Diana lebih berisi dari pada Vivian, apalagi gaya Diana yang tomboi dengan mengenakan jeans dan kaos Gucci serta sepatu cats sedangkan Vivian. mengenal dress dan high heels sudah pasti Vivian yang akan kalah.
Vivian melangkah kan kaki nya mundur karena sudah pasti dia tidak akan mampu melawan Diana yang memang terkenal bar-bar tapi Vivian tak ingin menyerah begitu saja,dia juga menginginkan tas itu.
"Jika kamu tak mau memberikan nya akan aku laporkan kalau kamu perempuan jadi-jadian,kamu sudah menyiksa ku" ancam Vivian
Vivian menjatuhkan tubuhnya sendiri kelantai dan berteriak minta tolong hingga membuat orang ber datangan.
"Bantu saya pak,dia mendorong saya hanya karena tas itu" isak Vivian membuat drama
Diana menggeleng kan kepala nya,dia sedikit gugup karena banyak nya orang mengerumuni mereka.
"Dia mengambil tas yang sudah saya pegang"ujar Vivian lagi
Di tengah kerumunan Devan yang tengah menemani Keyla membeli kebutuhan nya ikut datang karena penasaran dengan keramaian tersebut.
"Vivian!!" gumam Devan melihat Vivian yang terduduk di lantai
"Van....Devan!! bantu aku" ujar Vivian bangkit dan mendekati Devan
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Devan
"Dia yang membuat ku begini Van"tunjuk Vivian pada Diana
"Diana" gumam Devan melihat perempuan pahlawan nya
Diana menarik tangan Devan agar mendekat pada nya lalu berbisik
"Selamat kan aku kali ini sebagai balas Budi aku pernah menyelamatkan mu"
Devan menelan saliva nya,di hadapan nya Vivian pacar dari sepupu nya sedangkan di sebelah nya kali ini Diana, perempuan yang menjadi incaran nya selama ini, bagaimana dia harus bertindak???
"Apa masalah nya?" tanya Devan
"Dia mencuri tas kesukaan ku Van" tuduh Vivian
"Kenapa kalian memperdebatkan tas,apa kalian tidak malu di lihat banyak orang?"
"Tidak!!!" jawab Diana dan Vivian serentak
Keyla yang melihat kedua perempuan cantik ini menggeleng kan kepala nya, tidak ada yang mau mengalah.
"Sebentar!" ujar Devan
"Mbak apakah tas ini ada yang lain nya?" tanya Devan pada karyawan toko
"Tidak pak karena ini barangnya limited edition jadi hanya ada dua,satu nya sudah di beli oleh orang lain dan satu nya ini" jelas Sang Karyawan membuat Devan semakin dilema.
Devan kembali lagi ke arah dua perempuan yang sedang berseru ini.
__ADS_1
"Begini saja,Vi... biarkan tas itu jadi milik Diana,kamu ganti saja yang lain biar aku yang bayar" bujuk Devan
"Kamu kira aku tidak mampu bayar Van,kamu lupa siapa kekasih ku" jawab Vivian kesal
"Baru saja berpacaran sudah sombong" ketus Diana mencibir Vivian
"Aku tetap mau yang itu" tunjuk Devan
"Di... berikan saja pada Vivian, nanti aku yang carikan tas yang lebih mahal dan bagus dari itu ya" bujuk Devan pada Diana
"Aku sudah punya yang lebih mahal hanya ini koleksi terbaru yang belum aku punya" jawab Diana tak mau kalah
Devan menarik rambut nya sendiri dia pusing memberikan solusi pada dua perempuan ini
Melihat kakak nya yang frustasi akhirnya Keyla memberikan idenya.
"Begini saja kak Vivian dan kak Diana ya nama nya" ucap Keyla dan di anggukki Diana
"Key ada usul, dari pada ribut hanya karena tas itu lebih baik tas nya di letakkan di tempat semula dan kak Vivian serta kak Diana pulang, tidak ada yang boleh membawa tas itu hari ini,kalian boleh kembali besok kemari jika memang tas itu belum laku dan besok siapa yang datang duluan ke sini boleh membawa nya gratis karena di bayar kan oleh kak Devan, bagaimana?" tanya Keyla dan di anggukki Devan, seperti nya itu ide bagus.
"Boleh..." jawab Diana
"Gimana Vi?" tanya Devan
"Siapa takut sudah pasti aku yang akan datang pagi-pagi sekali ke mari" jawab Vivian
"Jelas lah,kak Vivian kan memang nggak ada kerjaan lain" celetuk Keyla lalu di hadiahi pelototan tajam dari Devan membuat Keyla menutup mulut nya.
Devan mengambil tas nya dari tangan Diana dan mengembalikan nya pada pegawai toko. lalu mengajak Vivian dan Diana keluar dari toko tersebut.
__ADS_1