
Ting.......tong......ting......tong....
Beberapa kali bel berbunyi di luar membuat Vina dan Satria saling pandang, siapa yang pagi-pagi datang ke apartemen mereka.
"Biar aku saja, teruskan sarapan nya" ucap Vina segera bangkit dari kursi makan
Vina membuka pelan pintu Apartemen nya
"Suprise......" pekik Bella saat Vina membuka pintu, terlihat sang mertua di balik tubuh Bella
"Bunda"gumam Vina pelan,ada apa sang mertua datang pagi-pagi begini batin Vina.
"Satria sudah pergi bekerja Vin?" tanya April ikut masuk ke dalam saat Bella berjalan duluan.
"Masih sarapan bun,,tumben bunda pagi-pagi kemari,ada sesuatu yang serius?" tanya Vina penasaran
"Tidak....Bunda kangen katanya,sekalian kami ingin mengajak mu ke dokter untuk periksa kandungan bersama" jawab Bella membuat wajah Vina langsung menegang.
"Iya,ayo bersiap....dari pada sendirian di sini lebih baik ikut kami"
"Hmm...itu bun,ak-u.....aku"
"Vina hari ini menemani ku bun,ada acara kantor dan semua harus membawa istri, setelah itu kami harus mendatangi acara pernikahan rekan kerja ku"jawab Satria cepat
"Iya bun,aku sudah janji pada Satria untuk menemani nya,maka nya Satria belum berangkat ke kantor dia menunggu ku" jawab Vina cepat sambil melirik kearah Satria
"Lain kali saja bun, pekerjaan ku sangat padat, kemarin kami juga sudah memeriksa kan kandungan tidak baik terus menerus di periksa" alasan Satria untuk menyakinkan bunda nya.
"Tapi bunda ingin melihat cucu bunda bersamaan"ujar April sedikit kecewa
__ADS_1
"Maaf bun,bukan maksud ku menolak dan membuat bunda kecewa tapi aku benar-benar tidak bisa karena ada acara di kantor Satria,tapi aku janji lain kali kita periksa bersama"
"Baiklah tidak masalah lain kali kita bisa pergi bersama" jawab April tersenyum kecil
April melirik kearah jam tangan nya sudah pukul 8 lewat tapi Vina dan Satria seperti nya belum juga bersiap.
"Kenapa kalian belum bersiap?" tanya April sedikit curiga
"Iya bun,kami baru selesai sarapan,ayo sayang ganti pakai mu"ajak Satria menarik tangan Vina masuk kedalam kamar
"Ayo bersiap"
"Mau kemana?" tanya Vina pelan
"Kekantor saja"
"Tadi katanya tidak ke kantor"
"Ayo" ajak Satria menarik tangan Vina keluar kamar
"Bun,kami mau berangkat"
"Ayo sama-sama turun ke bawah"ajak April
****
Mau tidak mau Satria harus masuk ke kantor hari ini dengan membawa Vina keluar dari apartemen nya.
"Sudah aku katakan,lebih baik kita jujur saja,kalau memang bunda marah pada ku kita-"
__ADS_1
"Cup" Satria mengecup bibir Vina sekilas agar istri nya ini berhenti bicara,saat ini mereka berdua tengah berada di dalam lift.
" Satria....ini lift"ingat Vina jika suami nya ini lupa kalau mereka sedang di kantor
"Aku tau"jawab Satria santai
"Ini di kantor Sat, jangan membuat karyawan mu berpikir yang tidak-tidak "
"Kau istri ku"ujar Satria mendekat kan wajah nya tepat di wajah Vina membuat Vina semakin gugup dia malu jika ada yang melihat mereka.
"Tidak ada yang tau kalau kita suami istri " tekan Vina
Memang pernikahan mereka di sembunyikan dari siapapun kecuali keluarga besar.
Saat pintu lift terbuka Ayunda berdiri di hadapan Satria dan Vina, bahkan Ayunda melihat Wajah Satria dan Vina hampir menempel sempurna
"Satria"pekik Ayunda membuat Vina terkaget dan menjauh kan wajah nya sedangkan Satria terlihat tenang.
"Siapa dia?" tanya Ayunda saat Satria dan Vina keluar dari dalam lift
"Kamu mau tau dia siapa" jawab Satria menarik tangan Vina dan menggenggam nya membuat Ayunda cemburu
"Dia istri ku" tegas Satria,Vina membelalakkan matanya mendengar pernyataan Satria sedang kan Ayunda mengepal kan tangan nya, tidak mungkin Satria sudah menikah tidak ada berita atau pun undangan bahkan karyawan kantor pun tidak ada yang tau.
Ayunda tersenyum kecut menanggapi ucapan Satria
"Jika ingin move on dari ku tak perlu mengatakan kalau kamu sudah menikah Sat,akui saja jika kamu masih menyimpan rasa dan menunggu ku,"ucap Ayunda menatap Vina sinis membuat Vina merasa di tantang
Vina mendekat pada Ayunda,Vina bukan perempuan pemberani tapi jika di tantang akan dia ladeni
__ADS_1
"Mungkin kau masa lalu nya tapi saat ini aku masa depan nya" ujar Vina tersenyum kecil dan menarik tangan Satria lalu bergelayut manja mengajak suaminya pergi
banyak sekali pertanyaan di benak Vina,siapa perempuan itu,kenapa di bisa bekerja di sini tapi bukan sekarang waktunya karena hubungan mereka baru saja di mulai.