Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
cinta


__ADS_3

Nur keluar dari kamar nya dengan berpakaian yang sudah rapi membuat semua mata melihat perempuan yang sedang salah tingkah ini.


"Mau kemana Nur?" tanya Haikal


"Nur-N-ur mau keluar dulu pa,cari angin" jawab Nur gugup sebenarnya dia belum siap bertemu Tama


"Cari angin...!!! apa kamu tidak sadar semalam kamu mengigau-"


"Stop tidak usah di teruskan kak" potong Nur dia akan semakin malu jika Vino mengingat kan nya mengigau nama Tama


"Nur kamu sedang sakit jangan yang aneh-aneh deh"ujar April mengingatkan anak perempuan nya ini


"Nur sudah sembuh bun,ada yang harus Nur cari di supermarket"


"Cari apa?"potong Tama yang juga tak suka kalau Nur keluar karena saat ini cuaca sedang dingin di tambah lagi Nur masih belum pulih.


"Keperluan wanita om" alasan Nur


"Biar aku saja yang belikan" jawab Tama


"Tidak bisa,om tidak akan mengerti" tolak Nur cepat


"Kalau begitu pergi dengan ku agar aku bisa lebih tenang" ucap Tama lagi membuat Nur semakin gugup, justru hal ini yang sedang di hindari oleh Nur tapi mengapa malah Tama menawarkan diri untuk mengantarkan nya.


"Bunda rasa di temani Om Tama lebih baik Nur ada yang menjaga mu kalau terjadi apa-apa,kamu kan belum sembuh betul sayang"sahut April dan di anggukki Vino setuju tapi berbeda dengan tatapan Haikal dia seolah menangkap sinyal lain dari ucapan Tama,Haikal bisa melihat rasa khawatir yang berlebihan dari Tama,Nur pun bersikap berbeda ada yang dia sembunyikan,apa yang tengah terjadi pada mereka saat ini??

__ADS_1


Tama berdiri dan meminjam kunci mobil pada Becca agar bisa membawa Nur keluar,dia pun ingin berbicara empat mata pada Nur,Tama ingin semua nya jelas dan dia bisa pulang ke Jakarta dengan membawa Nur lagi, meskipun papa dan mama nya menentang Tama akan berusaha kuat menyakinkan kedua orang tua nya.


"Ayo aku antar" ucap Tama berjalan duluan meninggalkan Nur yang sedang ragu.


****


"Nur"


"Om"


Ujar mereka serentak saat di dalam mobil


"Om saja duluan"


"Kamu saja"


"Kamu saja"tolak Tama


Nur menghela nafas panjang sebenarnya dia hanya ingin meminta maaf jika semalam tidur Tama terganggu karena dia mengingau.


Tama mencari taman kecil agar dia bisa memarkirkan mobilnya agar mereka bisa leluasa mengobrol.


"Kenapa berhenti di sini om?" tanya Nur melihat kiri-kanan


"Pertama,kamu tidak mengatakan tujuan kita kemana.Kedua, aku ingin bicara serius pada mu"ujar Tama menatap wajah Nur membuat perempuan imut ini tertuduh malu di tatap intens oleh Tama

__ADS_1


"Om,jangan memandang ku begitu" ucap Nur bertambah malu


Tama mengambil tangan Nur dan menggenggam nya erat "Nur,aku bukan lelaki yang pandai merangkai kata, yang aku tau mataku mencari keberadaan mu ketika kamu tidak ada. Hatiku sakit ketika aku tidak menemukanmu,aku menyusul mu kemari hanya untuk memastikan satu hal Nur, kebahagiaan....!!! aku nyaman saat kamu berada dia dekat ku,aku merasa kamu lah alasan yang membuat aku bisa sekuat ini Nur" ujar Tama menatap wajah Nur yang terdiam melihat nya berbicara


"Nur,aku mau kamu selalu mendampingi ku Nur,aku mau kamu menjadi istri ku dan ibu dari anak-anak ku" lanjut Tama membuat Nur ternganga,dia tak percaya Tama menyatakan cinta pada nya bahkan meminta nya untuk menjadi istri, mimpi apa dia semalam.


"you're crazy....!!!"


"Yes...I'm crazy, crazy because of you Nur, kamu yang membuat dunia ku jadi begini,kamu yang membolak-balik kan dunia ku Nur,apa kamu tidak menyadari rasa kasih sayang yang aku berikan selama ini Nur,bukan kasih sayang om kepada keponakannya melainkan kasih sayang pada pasangan,aku tak pernah membiarkan mu di dekati lelaki selama ini karena aku cemburu Nur, cemburu" jelas Tama


"Om...kita Saudara"


"Berhenti panggil aku Om Nur" pekik Tama tak terima dengan panggilan Om


"I'm your future husband,aku masa depan mu Nur,banyak khayalan yang ingin aku ciptakan menjadi nyata dengan mu, bahkan aku sudah mempersiapkan negri dongeng untuk mu kelak saat menjadi istri ku Nur"lanjut Tama


"Bagaimana pun aku keponakan mu om,kita tak bisa menyatu,kita sedarah...!! papa akan menentang itu,,Oma juga tidak akan mau menerima ku" tekan Nur takut karena Tama sendiri juga sudah bertunangan dengan Vina.


"Nur lihat aku , lihat aku Nur" pinta Tama mengangkat dagu Nur untuk melihat wajah nya,I love you Nur,I love you so much"


Nur menggeleng kan kepala nya pelan,air mata nya menetes melihat kesungguhan Tama menyatakan cinta tapi mereka tidak bisa bersama


"Bawa aku pulang om" pinta Nur membuat Tama kesal karena Nur tidak membalas cinta nya,Nur memang tipe perempuan yang hebat menyembunyikan perasaan nya,dia patuh di acungi Jempol untuk itu.


"Nur-"

__ADS_1


"Stop om, tolong bawa aku pulang" pinta Nur sambil memegang kepala nya yang mulai terasa pusing, akhirnya Tama mengalah dan menyalakan kembali mesin mobil nya


__ADS_2