
"Apa-apa kamu Sat,lepas!" bentak Vina saat mereka sudah sampai di rumah.
Satria mendorong tubuh Vina hingga jatuh ke ranjang dengan posisi terjengkang, membuat rok yang ia kenakan tersingkap dan memperlihatkan dalaman serta paha mulusnya. Mata Satria semakin gelap dan membuat Vina buru-buru menutup pahanya.
Satria dari tadi berusaha menahan gairah nya,beberapa kali Satria menggigit bibir bawahnya sendiri membuat Vina ketakutan,apa yang terjadi pada Satria saat ini.
"Kamu kenapa?" tanya Vina
Satria membuka jas dan kemeja nya dan kini dia hanya mengenakan celana dasar dan kaos dalam.
"Apa yang kamu lakukan?" teriak Vina panik.
"Ingin meniduri istri saya," jawabnya santai dengan seringai mengerikan.
Vina buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Aroma alkohol sedikit tercium membuat Vina semakin panik ternyata Nur memberikan minuman beralkohol pada kakak nya ini.
"Maaf kan aku Vin, tapi aku butuh bantuan mu saat ini,ntah minuman apa yang di berikan Nur pada ku saat ini membuat ku bergairah"aku Satria mendekat pada Vina
Vina berusaha memberontak, meski ia tahu itu sia-sia,tapi Vina benar-benar tidak terima dengan cara Satria saat ini, apalagi Satria sering kali menghina nya pelakor, separuh hati Vina ingin membuktikan kalau dia bukan pelakor seperti yang di katakan Satria tapi separuh hatinya ragu karena dia dan Satria tidak saling cinta.
"Sat, tolong jangan begini," bisik Vina dengan tersendat.
__ADS_1
"Aku tak akan menyakiti anak mu Vin, bantu aku! lagi pula kita sah sebagai suami istri tidak ada yang salah untuk itu meski pun kamu bukan hamil anak ku" ujar Satria membuat Vina mengepalkan tangannya geram bisa-bisa nya di saat begini Satria masih membahas anak yang dia kandung.
Tangan Satria terulur mengusap wajah halus Vina. Hal itu membuat Vina makin memundurkan kepalanya, menjauhkan wajahnya dari jangkauan tangan Satria Namun, Satria menaikkan wajah Vina secara paksa supaya mata mereka bertemu, terlihat jelas wajah amarah Vina tapi Satria tak perduli.
"Kamu adalah istri ku saat ini Dan jangan salahkan saya bila saya ingin menuntut hak saya sekarang" Satria kemudian membuka pakaian yang masih tersisa di tubuh nya dan melemparnya sembarangan, ia lalu semakin merangsek mendekati Vina
"Tapi kita sama-sama tak menginginkan pernikahan ini" jawab Vina
"Kau bisa menyerahkan tubuhmu pada Tama yang jelas-jelas tidak ada ikatan pernikahan kenapa dengan ku tidak...kita SAH!" pekik Satria emosi
Plak.....
satu tamparan keras di layangkan Vina di pipi Satria membuat lelaki itu sedikit meringis.
Vina mengangkangi Satria dan mendekatkan wajahnya ke wajah Satria,dilumatnya bibir Satria dengan kasar. Vina mengigit bibir Satria hingga membuat Satria semakin membuka mulutnya,Vina mengeluarkan lidahnya untuk membelit lidah Satria,Vina benar-benar liar seperti orang berpengalaman membuat Satria geram dan mendorong tubuh Vina ke ranjang mengambil alih posisi nya,dia tak ingin Vina yang memimpin permainan mereka.
Tangan nakal Satria mulai menjelajahi seluruh tubuh Vina yang belum pernah ada seorang pria pun berani menyentuhnya,tak ada rasa nafsu untuk mereka berdua karena di landasi amarah.
Vina akui dia lama tinggal di luar negeri tapi dia bukan penganut *** bebas,Vina hanya sekedar berpacaran sebatas ciuman saja tidak lebih.
Tubuh Vina pun mulai merespon seiring dengan remasan, gigitan, hingga kecupan yang di berikan Satria di seluruh tubuh nya dan membuat Vina tanpa sadar mengeluarkan desah mendebarkan.
__ADS_1
Satria mengarah kan miliknya pelan hingga membuat Vina menutup mata menahan rasa sakit karena pengalaman pertama.
Perlahan Satria melakukan gerakan karena takut menyakiti anak Vina tapi suara koyakan kembali terdengar dan tubuh Vina yang polos terpampang nyata, Satria berusaha rileks memberikan rangsangan di salah satu p*t*n* Vina.
Satria mengehentikan gerakan nya karena merasa kan sesuatu yang sangat sempit,apa memang begini bercinta dengan orang hamil? pikir Satria karena memang dia tak pernah berhubungan dengan siapa pun sebelum nya,tapi kenapa berbeda dengan beberapa penjelasan artikel yang dia baca.
"you're a virgin??"tanya Satria dan Vina menjawab dengan anggukan kepala pelan membuat Satria terkejut
"Damn, you lied to me...."
"Sorry...you never gave me a chance to explain it"
"Tapi aku sudah berprasangka buruk pada Tama" kesal Satria ingin menarik milik nya
"Selesai kan pekerjaan mu dulu,nanti aku jelaskan" pinta Vina
Satria membalikkan tubuh Vina dan menghantam nya dari Belakang membuat Vina terpekik kaget,ini pengalaman pertama baginya tapi Satria malah bermain kasar"
Satria memompa kuat saat dia merasakan tubuhnya akan mengeluarkan lahar panas membuat Vina kewalahan mengimbangi Satria.
"Aakkkkkkhhh....."
__ADS_1
Satria melepaskan milik nya lalu terbaring lemas, sedangkan Vina langsung menarik selimut dan membelakangi Satria, selesai sudah sandiwara nya saat ini...