
"Maaf buk pak Sam nya sedang keluar kota"ucap sekretaris Sam
"Keluar kota!! berapa lama?" tanya Vivian tak percaya
"Belum tau, beliau sudah menyerah kan semua pekerjaan nya pada saya dan pekerjaan yang penting beliau kerjakan sendiri lalu mengirim melalui email, beliau tidak bisa di ganggu saat ini bu" jelas sekertaris Sam lagi
"Sejak kapan Sam tidak bisa di ganggu?kamu masih kenal saya bukan!!!"
"Saya hanya menjalankan tugas bu,Saya tau ibu mantan nya pak Sam tapi saya benar-benar tidak bisa "
Vivian terlihat kesal karena memang beberapa kali dia mencoba menghubungi Sam tidak bisa, ponsel Sam mati begitu juga dengan Keyla.
Akhir nya Vivian mencoba memberanikan diri menghubungi Devan tapi tetap tidak bisa.
"Kenapa semua ponsel mereka mati" kesal Vivian
"Apa pihak kantor bisa menghubungi mereka?" tanya Vivian
"Tidak bu,pak Sam tidak ingin di ganggu" jawab sekretaris Sam lagi dengan nada ketus.
__ADS_1
Vivian menghentakkan kakinya kesal,dia sudah berusaha tapi tetap saja tidak ada hasilnya.
****
"Arrrgkkkk.....kenapa jadi begini, bagaimana cara nya bisa mengganti begitu banyak" kesal Dion
Sudah beberapa aset di jual tapi belum juga cukup karena ada beberapa proyek yang tersendat membuat nya tidak mendapatkan penghasilan.
"Pa,Vivian tidak ingin rujuk"
"Anak bodoh, sudah papa kata kan jangan banyak tingkah,papa sedang dalam masalah kamu malah terus bertingkah dengan ****** mu itu" kesal Dion
"Pa,, sudah beberapa kali aku katakan aku tidak mencintai Vivian,papa yang menyebabkan semua ini terjadi, karena keegoisan papa yang belum bisa Move on dari masa lalu papa"jawab Alex kesal
"Keluar kamu" usir Dion membuat Alex segera pergi dari ruangan papa nya
Dion mengepalkan tangannya erat, perusahaan nya di ambang kehancuran saat ini,dia sudah berusaha tapi tetap saja tidak ada yang berhasil,dia harus mencari investor yang mau bekerja sama dengan nya.
****
__ADS_1
"Sayang di mana handuk nya" pekik Ardian dari kamar mandi.
Setelah sampai di Villa yang sudah mereka sewa Ardian segera menguyur tubuh nya dengan air hangat karena terasa sedikit lengket oleh keringat.
Nisa memberikan handuk untuk suami nya ini tapi Ardian malah menarik tangan Nisa agar ikut masuk ke dalam kamar mandi
"Ar...aku belum mau mandi" teriak Nisa tapi tak di hiraukan Ardian dia mencium seluruh wajah Nisa membuat perempuan berpipi chubby ini kegelian.
"Ar......." desah Nisa dengan nafas tersengal-sengal, pakaian nya sudah basah semua membuat nya mau tak mau harus ikut mandi bersama.
Ardian dengan cepat melucuti pakaian Nisa dan mereka mandi di bawah guyuran air shower.
"Sayang,,,,aku mencintaimu" bisik Ardian mesra
Ardian membalikkan tubuh istri ini dan memukul pelan bokong Nisa yang terlihat padat berisi,di hujami nya Nisa dari belakang membuat Nisa mengerang nikmat.
"Aahhhhh......"
"Mendesah sayang,aku suka" racau Ardian sambil terus memompa cepat,,di bawah guyuran air suami-istri ini tengah memadu kasih.
__ADS_1
Ardian menutupi mulut Nisa dengan satu jari tangan nya,dan tangan yang lain tak tinggal diam bergerak di benda kenyal Nisa yang memang berisi padat, sahut-sahutan ******* di kamar mandi itu membuat Ardian tambah semangat untuk menjelajahi surga dunia mereka..
Nisa bisa mengimbangi permainan Ardian ini yang membuat Ardian semakin cinta pada istri nya ini.