
"Mom...."pekik Ardian saat masuk kedalam rumah.
"Ar, ini bukan hutan pelan kan volume suara mu" kesal Nur yang melihat anak lelakinya baru saja masuk kedalam rumah dengan berteriak.
"Kenapa lama sekali,kamu apa kan Anisa?" lanjut Nur menatap tajam pada Ardian lalu beralih pada Anisa.
"Nis,kamu tidak di jahili Ardian kan?" tanya Nur sambil membolak-balik kan tidak tubuh Anisa.
"Tidak bu,,tadi mampir dulu ke Mall" jawab Anisa jujur
"Mall,kenapa ke Mall?"
"Ketemu Devan mom, biasa kartu nya di blokir mama Vina" jawab Ardian sambil berjalan ke arah dapur
"Terus kamu yang bayar Ar?" tanya Nur lagi
"Ya iya lah...siapa lagi yang mau bayar Mom,masa iya dia" tunjuk Ardian pada Nisa membuat Nisa mengerutkan keningnya,dia mengenal Devan sebagai anak mantan bos nya dulu tapi tidak begitu tau kepribadian Devan karena hanya satu kali bertemu saat perayaan ulang tahun perusahaan itu pun sebentar.
"Ya nggak mungkin lah' jawab Nisa ketus,dia tidak suka dengan cara bicara Ardian.
"Sudah-sudah,ayo Nis bantu ibu di belakang,banyak makanan yang harus kamu cicipi"ajak Nur
"Jadi mommy meminta ku menjemput nya hanya untuk mencicipi makanan? kalau hanya itu aku juga bisa mom tidak perlu dia" ucap Ardian
"Ar, mommy meminta mu menjemput Nisa agar kalian semakin dekat,kamu tau kan alasan nya, mommy ingin Nisa yang menjadi menantu di rumah ini" tegas Nur tanpa basa-basi membuat Nisa terdiam kaku dan Ardian menatap tajam mommy nya.
"Ayo Nis jangan hiraukan dia" ajak Nur lagi menarik tangan Nisa ke arah dapur membuat Ardian kesal,kenapa mommy nya sangat menginginkan Nisa padahal dia juga bisa mencari pasangan sendiri meskipun saat ini memang belum menemukan nya tapi Ardian yakin suatu saat akan ada wanita yang tepat untuk nya.
__ADS_1
Nisa mengikuti langkah kaki Nur dan melewati Ardian.
Anisa juga kesal melihat Ardian yang sok cuek ini, Ardian memang sulit sekali di sentuh, padahal di kantor dia cukup banyak di gemari para wanita bahkan hampir seluruh karyawan wanita menyukai nya hanya saja Ardian sangat cuek hingga tak ada yang berani menggoda nya.
Ardian persis seperti Tama yang hanya mencintai Nur, Tama tipe lelaki setia dan Tama juga tidak pernah melirik wanita lain meskipun lebih cantik dari Nur karena dia sangat menghargai Nur istri nya itu.
"Ibu pintar bikin kue ya, enak-enak semua lo buk" puji Nisa
"Alhamdulillah Nis,dulu saya memang jurusan tata boga bahkan sempat menjadi koki di kafe milik kakak saya tapi setelah menikah saya fokus mengurus rumah tangga" cerita Nur
"Ibu cantik,baik dan jago masak pantas saja pak Tama klepek-klepek ya"
"Kamu terlalu berlebihan,saya biasa saja Nis justru saya bangga pada kamu yang masih muda sudah jadi tulang punggung keluarga, kemarin suami saya cerita kalau ibu mu baru selesai di operasi ya"
"Iya bu, beliau terkena kanker hati,tapi Alhamdulillah berkat keluarga ibu saat ini beliau sudah baikan,saya berhutang banyak pada keluarga ibu"
"Tapi saya tidak yakin bu, keluarga kita jauh berbeda"
"Saya tidak pernah membedakan apapun Nis, selagi baik,sopan dan jujur saya terima.Justu saya yang takut kamu mundur menghadapi anak seperti Ardian, terkadang sifat nya seperti anak kecil"
Nisa tertawa kecil menanggapi ucapan Nur tentang Ardian.
"Mommy membicarakan aku" celetuk Ardian tiba-tiba saat melihat dua orang ini saling tertawa kecil
"Siapa juga yang membicarakan mu,kami sedang mencicipi kue,iya kan bu?"
"Iya...Nisa ternyata jago juga mencicipi makanan" sahut Nur
__ADS_1
"Apa jago nya,jago makan iya,lihat tu pipi sudah melebar kemana-mana" ejek Ardian membuat Nisa mengeram kesal
"Ini bukan gendut,tapi Cubby" jawab Nisa
"Yang bilang Gendut siapa? kamu sendiri kan? berarti kamu mengakui kalau gendut,makanya jangan banyak makan,nggak malu sama baju tu udah ngetat kemana-mana"
"Hey....ini bukan ketat ukuran nya aja yang ke kekecilan"jawab Nisa tak mau kalah
"Gendut ya gendut aja jangan nyalahin baju nya,dasar gendut"
"Bu.....ini ukuran baju nya yang kekecilan bu,bukan saya yang gendut"
"Iya...iya....Ar...sudah,sana pergi jangan mengganggu kami"
"Wee.... gendut " ejek Ardian menjulurkan lidahnya pada Nisa membuat Nisa bertambah kesal
"Ar ..sana! sekali lagi kamu ganggu Nisa hari ini juga kalian mommy nikahkan" ancam Nur membuat Ardian terdiam lalu melempar Nisa dengan Tisu dan pergi sambil tertawa kecil, ternyata mengganggu Nisa hal baru yang menyenangkan untuk Ardian.
Nur menggeleng kan kepala nya pelan,ini yang baru saja dia bahas tadi kalau Ardian terkadang seperti anak kecil, sebenarnya Ardian itu anak yang periang hanya saja dia sering kesepian karena tak memiliki teman untuk berbagi di rumah,hanya mommy dan Papi nya saja yang berada di rumah membuat Ardian sering kesepian apalagi setelah Dewasa Devan sibuk dengan teman-teman wanitanya sedangkan Samuel di sibukkan dengan kekasih nya.
***
Mohon maaf jika 2 hari ini up nya sedikit karena kesibukan di dunia nyata.
Acara HUT kemerdekaan kita🤗🤗
Selamat liburan
__ADS_1