
Seminggu sudah Nur dan Tama berbulan madu di Bali, seperti nya rasa rindu Nur pada Bunda nya sudah menggebu.meskipun perempuan cantik ini sudah menikah dia tetap tak bisa berlama-lama jauh dari sang Bunda.
"Ay kita jadi pulang sekarang?" tanya Nur
"Aku ikut saja sayang kalau kamu benar-benar merindukan bunda kita pulang sekarang"
"Iya,Nur tidak bisa jauh terlalu lama Ay,Nur kangen Bunda"
"Oke.....kita pulang hari ini" final Tama membuat Nur tersenyum manis
****
"Sayang,hari ini aku pulang sedikit telat kamu tidur saja duluan" ujar Vino dari seberang sana
"Kenapa? apa pekerjaan mu terlalu banyak mas?"tanya Balik Bella sambil mengelus perut nya lembut
"Ya,ada beberapa berkas penting yang harus aku selesaikan terlebih dahulu,kamu ada pesanan?"
"Tidak,aku hanya mau kamu pulang cepat! anak kita merindukan mu" Pinta Bella manja membuat Vino mengulum senyum nya di sebrang sana,Vino mengerti arti ucapan istri nya ini.
Vino memberikan kecupan dari ponsel nya lali segera mengakhiri panggilan mereka.
Bella menghela nafas panjang,memang hari masih sore, tapi dia merasa bosan di rumah, ingin menghubungi Nur sudah pasti ipar nya itu saat ini sedang bersenang-senang dengan kakak nya,ingin menghubungi Vina tadi dia sudah menanyakan keberadaan Vina yang sedang berada di mall bersama Satria, lalu dia harus menghubungi siapa? mama nya?
Deringan ponsel tiba-tiba berbunyi,di lirik oleh Bella sekilas ternyata mama nya, pucuk di cinta mama nya benar-benar mengerti kalau anak nya sedang di landa kebosanan.
__ADS_1
"Hallo ma" jawab Bella cepat
"Sayang mama mau ke rumah mu,apa ada yang ingin kamu pesankan biar mama mampir sekalian"
"Mama mai kesini?" Tanya Bella tak percaya
"Ya,apa tidak boleh?"
"Bukan....bukan begitu tidak biasanya mama kemari sore hari"
"Mama pulang arisan sayang kebetulan dekat dari rumah kamu,jadi mama mampir saja sekalian sudah kangen juga sama kamu"
"Boleh ma, aku mau martabak manis ya ma rasa coklat,minta di taburi jagung manis di atas nya,oh ya ma kalau lewat gang depan sekalian sama sate padang nya ma, seperti mu ya enak makan sate sama martabak malam ini..."jawab Bella sambil menyeringai kecil
"Kamu persis seperti mama dulu ya,suka makanan biasa bukan yang aneh-aneh, bilangin ke cucu oma tunggu sebentar ya mama,yang sabar"
"Pak,putar balik dulu beli martabak untuk Bella" ujar Adel pada sang sopir
"baik buk"
****
Ting.....tong.....ting....tong....
Tak berselang lama terdengar bunyi Bel di luar rumah,Bella sedikit mengerutkan keningnya karena hanya berjarak sepuluh menit dari telpon Adel Bel rumah Bella berbunyi,apa mungkin Adel secepat itu, untuk menunggu martabak saja memerlukan waktu 10-15 menit,belum lagi sate nya,apa tidak ada yang jualan sehingga mama nya cepat sekali datang,atau jangan-jangan suaminya karena Bella menggoda Vino tadi.
__ADS_1
Bella segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan pelan ke arah luar .
Ting....tong....ting....tong....
"Sebentar......" pekik Bella
" Kenapa cepat sekali-"
"Dion" gumam Bella terkejut, tubuh nya menegang seketika
"Bella....apa kabar?" tanya Dion sambil tersenyum sinis
"Kamu??? dari mana kamu tau rumah ku?"
"Tak begitu sulit menemukan mu sayang,tapi sebelum aku menjawab apa bisa aku masuk, anggap saja ini reuni yang sempat tertunda"
"Tidak....jangan coba-coba masuk ke rumah ku brengsek" tolak Bella
"Jangan galak-galak sayang apa kamu tak merindukan ku" ujar Dion sambil mencolek dagu Bella tapi secepat kilat Bella menepisnya,dia seakan jijik pada lelaki di hadapannya ini
"Jangan macam-macam,aku bisa teriak" ancam Bella
"Waw...kamu semakin galak sekarang ya,apa kamu lupa kalau kau pernah mencintai ku"Ucap Dion memajukan langkah nya
"Jangan berani masuk,aku teriak....!!!
__ADS_1
"Arggggg" Mulut Bella di tutup oleh Dion membuat Bella sesak
Dion mendorong tubuh Bella masuk kedalam rumah lalu menutup pintu rumah nya membuat Bella panik,dia semakin takut terjadi apa-apa pada kandungan nya.