Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Curiga


__ADS_3

"Bunda mengajak ku menjenguk Bella" pesan Vina pada Satria


Satria tersenyum kecil melihat isi pesan Vina, sebenarnya Vina perempuan patuh tapi hanya saja Satria kecewa dengan sikap Vina yang sudah mengganggu rumah tangga adik nya bahkan sampai hamil,andai saja Vina perempuan baik-baik sudah pasti dia kan berusaha membuka hati untuk Vina pikir Satria.


Satria menghela nafas panjang lalu menutup ponselnya tanpa berniat membalas setidaknya dia tau kalau saat ini istri nya tengah pergi bersama bunda nya.


****


"Kenapa repot-repot kemarin,aku sudah baikan" ucap Bella


"Mama mengkhawatirkan keadaan mu sayang, takut nya Vino tidak bisa menghandle permintaan mu" sahut Adel


"Mas Vino bisa melakukan semua nya ma, bahkan dia rela tidak ke kantor karena ingin menjaga ku"


"Lalu bagaimana kondisi nya sekarang,sudah enakan?" tanya April dan di anggukki Bella pelan


Semua nya berkumpul di rumah minimalis milik Bella dan Vino,Nur melihat kiri-kanan dia merasa Bella sangat beruntung menikah dengan kakak nya yang penyayang meskipun suaminya juga begitu tapi Vino sangat tegas tak seperti Tama pikir Nur.


"Siapa yang merapikan rumah ini?" tanya Adel yang tau kalau tidak mungkin Bella mampu mengerjakan semua nya


"Mas Vino ma,aku tidak pernah bekerja, kebetulan beberapa hari ini aku tidak enak badan"jawab Bella


"Vino memang sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah, meskipun dia lelaki dia sangat mandiri,dulu dia sangat senang membantu bunda di rumah" jawab April

__ADS_1


"Jika butuh pembantu akan mama carikan Bell"


"Tidak usah ma,aku masih bisa mengerjakan nya sendiri,lagi pula rumah ini tidak terlalu besar jadi tidak perlu pembantu untuk saat ini" sahut Vino yang baru datang dengan membawa beberapa cemilan dan minuman


"Terimakasih" jawab Vina pelan saat Vino mempersiapkan ipar nya ini untuk mencicipi masakan nya


Satria dan Vino jauh berbeda, meskipun keduanya tampan pribadi mereka jauh berbeda.


"Kamu sudah cek Bell kedokter?" tanya Adel


"Belum ma,aku masih lemas sekarang"


"Iya Bell di cek sayang mana tau kamu sudah isi"


"Nasi lah Nur" jawab Bella sambil terkekeh kecil melihat kepolosan ipar sekaligus keponakan nya ini


"Hamil Nur"


"Ha.....Tante Bella hamil, yang bener Bun,kok Nur belum hamil Tante Bella udah hamil duluan, Tante Bella curang ah,nikah nya barengan hamil nya sendirian"ujar Nur sedikit cemberut


"Hormon dan kesuburan tiap orang berbeda-beda Nur,tidak bisa di pastikan nikah langsung hamil" jawab Adel


"Bisa oma, lihat aja Vina,baru nikah udah hamil"jawab Nur sedikit ketus

__ADS_1


"Berbeda lah sayang,di tunggu saja semua juga ada proses nya,apa ada rasa mual bel?"


"Terkadang ada bun,tapi sesekali masih bisa di atasi, mungkin ini masuk angin biasa bun atau maag ku kambuh karena beberapa hari kemarin telat makan"


"Tapi perlu di cek juga Bell biar pasti takut nya malah banyak kehamilan palsu"


"Oh ya kamu gimana kabarnya Vin,udah ajak Satria cek kehamilan mu?" tanya Adel membuat Vina tersentak kaget


"Be-lum ma,Mas Satria lagi sibuk" jawab Vina gugup


"Nanti bunda bilangin sama Satria buat luangin waktu nya nemenin kamu cek kehamilan"


"Jangan bun" tolak Vina cepat


"Kenapa???"


"Hmmm-itu.....mas Satria lagi banyak kerjaan,iya banyak kerjaan biar nanti aku saja yang bicara bun"


"Iya jangan di tunda-tunda Vin,kami juga mau tau kesehatan anak kamu"


"i-ya nanti aku yang akan bicara sendiri dengan mas Satria" jawab Vina


"Atau kita atur jadwal bersama Vin?" ajak Bella dan di anggukki Adel serta April

__ADS_1


"Ya... nanti aku infokan Bell" jawab Vina sambil meremas rok nya membuat Nur sedikit curiga, pasalnya Vina tak pernah diam begini,dulu dia memang tak begitu mengenali Vina tapi Vina masih terlihat centil dan bersemangat tapi setelah menikah Vina lebih banyak diam,apa pengaruh kehamilan nya pikir Nur.


__ADS_2